
Aku Mencintaimu
_'begitu kelu bibir ini berucap kata cinta, namun hati selalu tergerak untuk mencintaimu. Kau hanya tergoda olehnya sedang di sini hatiku selalu terjaga untukmu..’_
_gerry mahendra_
“Aku suka padamu.” Kata Sakha dengan sorot mata yang sulit di artikan apa pun. Naura seolah tersihir oleh bualan Sakha hingga tak sidikitpun nampak kebohongan yang terlihat di sana. Naura mungkin hanya kagum dengan sosok Sakha namun ia juga tak semudah membalas apa itu cinta. Sudah kenyang ia tiap hari dengan ungkapan cinta dari Gerry.
“Maaf Kha, aku tak bisa membalas perasaanmu.” Jawab Naura singkat.
“Kenapa?” Sakha belum bisa menerima penolakan secara halus ini.
“Biar waktu yang akan mempertemukan cinta , sejauh mana langkah kaki berpijak vmwaktu akan menuntun untuk cinta berkata.” Naura masih santai dengan Kata-katanya. Ia hanya teringat semua pesan Kak Faiz. ‘kita boleh mencintai namun jangan terlalu mengumbar perasaan, jika masanya tiba perasaan yang akan menjawab hati kita.’
“Ok, mungkin saat ini kau belum membalas perasaanku tapi ku pastikan suatu saat kau akan membalas perasaanku. Aku akan berusaha meyakinkan hatimu.” Kata Sakha dengan penuh keyakinan.
“Terserah kau. Maaf aku harus kembali ke kelas.” Naura pergi begitu saja tanpa menunggu Sakha menyelesaikan makannya. Naura berniat menemui Anisa untuk menceritakan masalahnya namun saat dalam perjalanan poselnya berdering sebuah panggilan masuk.
‘kak Gerry' gumam Naura. Naura lekas mencari tempat untuk mengangkat panggilan itu. Ia memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada di koridor kelas.
“Hallo" sapa Naura
“Hallo Naura cantikku..” jawab Gerry dengan rayuannya.
“Ada apa kak?” tanya Naura sedikit lemah. Mungkin saja Naura masih kepikiran perkataan Sakha.
“Hey, kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” Gerry sudah mengenal Naura sejak kecik jadi apa pun yang terjadi pada Naura Gerry selalu tahu.
“Gak papa kak, kak Gerry apa ada yang mau di sampaikan?” suara yang selalu terngiang dalam pikiran Gerry.
“Pulang sekolah aku jemput, ada sesuatu yang harus ku Katakan.” Kata Gerry langsung to the point.
“Gak bisa kak, aku harus ke caffe.” Tolak Naura.
__ADS_1
“Gak masalah Kita ke Caffe kamu. Tidak ada penolakan tunggu aku.” Tegas Gerry.
“Terserah kak Gerry.” Naura segera menutup panggilannya karena Anisa sudah duduk di samping Naura.
“Sorry Sa, aku mau bicara sama kamu.” Kata Naura.
“Ada apa Ra katakan.” Ucap Nisa.
“Tadi aku menemui Sakha, dan dia mengatakan tentang perasaannya. “ Naura langsung pada intinya. Dia tak mau berbasa-basi karena waktu istirahat semakin menipis.
“Apa??? SAKHA nembak kamu?” Nisa terkejut hingga lepas kendali. Suaranya mencuri perhatian siswa yang lain.
Tak jauh dari tempat Naura duduk ada sepasang mata yang memanas mendengar apa yang di katakan Naura. Siapa lagi kalau bukan Ayana. Aya bergegas mendekati Naura dan tiba-tiba satu cup mie seduh instan yang masih mengepul asapnya mendarat bebas di tangan kanan Naura.
“Aaarrgghhh...!!!” pekik Naura karena merasakan tangannya memanas dan perih. Nisa berusaha membersihkan sisa mie yang masih melekat sedang Naura masih meringis menahan sakit di tangannya.
“Kau buta atau sengaja? Sudah tahu panas malah sengaja di tumpahkan ke Naura!” Bisa tersulut emosi karena melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Aya memang sengaja.
“Maaf aku gak sengaja, kalian tadi kan lihat sendiri aku hampir terjatuh makanya mie nya tumpah.” Aya bersilat lidah.
Nisa masih sibuk membersihkan sisa kuah mie dengan air mengalir, sesekali wajah cantik itu meringis menahan sakit. “Tahan Ra, aku harus mengobatinya agar tak membekas di kulitmu. Setelah pulang sekolah nanti kamu langsung ke dokter aja untuk meminta resep yang terbaik agar kulit cantikmu ini tidak melepuh dan berbekas” saran Nisa yang hanya di angguki Naura.
Naura meminta bantuan Nisa untuk menghubungi Kak Gerry agar menjemputnya sekarang. Ia sengaja tidak memberitahu Kak Faiz karena takut Kak Fais dan orang tuanya cemas.
“Sa, tolong ambilkan ponselku aku mau menelepon kak Gerry.” Pinta Naura dengan lembut.
“Ok, kenapa tidak Kak Faiz aja?” Tanya Nisa sambil menyerahkan ponsel Naura.
“Aku gak mau Ka Faiz cemas.” Naura langsung mencari sebuah nama “Kak Gerry.”
...
Di sebuah ruangan yang bernuansa klasik khas lelaki Gerry dusum di kursi kerjanya menunggu jadwal meeting selanjutnya. Garry memainkan ponselnya dan hampir saja ponsel limited edition itu terjatuh. Gerry terkejut ketika Naura yang melakukan panggilan itu.
__ADS_1
“Ada apa Sayang?” tanya Gerry.
“Kak,.. tolong jemput aku sekarang.” Pinta Naura dengan suara sedikit serak khas orang yang menahan tangis.
“Ada apa?” Gerry masih penasaran kenapa tiba-tiba Naura minta di jemput.
Nisa yng sudah tak sabar langsung mengambil alih panggilan itu. “Maaf kak ini aku sahabatnya Naura. Baru aja tangan Naura tersiram air panas dari kuah mie instan. Tolong kakak jemput sekarang ia harus segera di bawa ke dokter spesialis. Aku khawatir kalau terlambat akan membekas di kulit Naura yang cantik.” Jelas nisa.
Gerry sedikit kalut karena rasa khawatir yang berlebihan. Dia langsung mematikan panggilan itu sesaat sepihak. Mobil sport wanra putih itu melaju membelah lautan mobil membentang di hadapannya. Pikirannya sangat khawatir.
Setelah melaju sekitar 15 menit mobil Gerry sudah terparkir di halaman sekolah Naura. Ia bergegas menuju UKS untuk menjemput Naura. Sedangkan Nisa terlihat sibuk meminta ijin kepada guru piket juga mengambilkan tas Naura. Gerry membuka pintu UKS tersebut langsung memeluk Naura.
“Aku mencoba berbaik sangka dengan kondisi kamu waktu aku telepon tadi. Ternyata benar adanya telah terjadi sesuatu padamu.” Garry melanggar janjinya kemarin untuk tidak menyentuh Naura tanpa ijin.
“Kak, lepaskan. Kakak lupa atau sengaja?” Naura mengingatkan sebuah janji. Garry langsung melepas pelukan itu.
“Maaf, aku tidak sengaja. Sudah jangan berdebat lagi ayo segera ke rumah sakit “ Ajak Gerry yang membantu Naura turun dari ranjang. Ia melepaskan jasnya dan memakaikannya di tubuh Naura.
“Terima kasih kak. Sudah mau di repotkan.” Kata Naura dengan senyuman menahan sakit.
“Sudah ayo segera masuk mobil sebelum yang lain melihat kita.” Naura mengangguk masuk mobil dengan hati-hati.
“Sa, terima kasih atas bantuannya. Nanti aku kabari lagi. Assalamu’alaikum .” pamit Naura dari balik jendela mobil gerry..
-
-
-
-
-
__ADS_1
_'bahkan raga ini tak bisa membohongi untuk tidak menyentuhmu. Karean sejatinya hatiku selalu ingin menjagamu. ‘_
Gerry_mahendra