Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
dor.. dor...


__ADS_3

ferdy dan adlan pun mundur.


"baik tapi turunkan senjatamu... jagn sakiti nana.. aq mohon..." mohon adlan...


"teruslah memohon aq suka mendegarnya...." ucap viola sinis...


"tembak aq kak.. jika memang itu mau mu.. aq senag bisa mati di tagan mu..." ucap viona menatap mta viola dg berkaca kaca.. dan sedikit senyum..


"baik jika itu maumu..."ucap viola smbil mnrik pelatuk pistol yg ia bawa...


viona memejamkan mataya mersakan pistol yng akn masuk ke dalm kepalanya...


dor.


dooor., dooorrr...


tiga peluru keluar dr senjata viola.. dia langsung mendorong tubuh viona agr trjatuh...


" viona.. tidak..."teriak adlan dan ferdy dan langsung berlari mendekati viona..


selesai menembak ia kembali memasukan senjatanya lalu berjaln mningglkan viona...


ia pun berpapasan dg adlan dan ferdy yg terlhat sgat kwtir dn marah...


"kau sudah berubah la... aq kecewa pda mu..." ucap ferdy lalu berlari menyusul adlan...


viola berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang melihat viona..


ia tersenyum saat mengetahi viona juga melihatnya dg tatapan yg sulit di artikan.. lalu dia kembali berjalan masuk ke mobil yg sudah di tunggu oleh david....


"apa yang kau lakukan...?" tanya david..


"cepat jalankn mobilnya..."teriak viola


davidpun menghla nafas kasar lalu menjalankan mobilnya...

__ADS_1


""" pov viona...


saat aq tau kak lala menodongkan senjatanya ke arah ku aq tidak percaya klo dia berani melakukanya makanya ku tantang dia agar aku juga tau apa dia kak lalaku atau bukan...


"tembak aq kak.. jika itu mau mu... aq senang bisa mati di tangamu..." ucap ku kala itu yg aku fikir kak lala tidak akn berani melakukanya..


"baiklah jika itu mau mu.." jwb kak lala...


aq bergetar mendegar ucapn kak lala ku lihat ia bersunguh sunguh dn mulai manrik pelatuk pistol yg ia bawa aq pun mejamkan mata dan berusaha tersenyum untuk terakhir kali...


dor... dorr... doorrrr..


terdegar 3x bunyi tembakn tapi tidak ad yg terasa skit di tubuhku tiba tiba aq terdorong jatuh dan ku lihat banyak darh di bajuku lalu ku liaht kak lala tersenyum melihat ku...


"kakak memang sudah berubah... kakak tersenyum melihatku begini..


aq benci dg mu kak..." ucapku dalm hati memaki kakaku...


tak lama suamiku dan kak ferdy datang...


adlan memangku viona karna baju yg ia kenakan penuh dg drah...


" aq mohon bertahn sayang..."ucap adlan merasa berslah krna tdk bisa melindungi istrinya...


"ambulan dan polisi akn segera datang lan.. tadi aq sudah menghubunginya..." ucap ferdy...


adlan hanya menganggukan kepala..


"mas..." ucap viona lirih sambil memegang kepalanya...


"sayang kamu bertahanya..." ucap adla panik...


"mas knpa rasanya aneh...


" aq tau karna kau tertembak mungkin sangat sakt...

__ADS_1


"bukan itu mas...


" sudah sayang jgn banyak bicara sebetar lagi ambulan datang...


"mas lihat aq..."


adlan pun melihat viona yg tiba tiba berdiri...


"aq tidak mersakn sakit apapun mas.. dan liht darh ini kering jadi ini bukan darh ku..." ucap viona...


"benarkah ...???" ucap adlan sambil membuka baju viona untuk memastikan...


"benar tidak ad luka.. terus darh siapa ini...???!" tanya adlan...


viona berfikir sejenak...


"kak lala.. iya ini darah kakak krna tadi dia smpat mndorongku... dan aq juga mersakn sesuatu yg melesat tepat si samping ku..." ucap viona..


"tidak mungkin bukankah tadi dia yg mnembakmu...??" tanya adlan...


"iya mas.. tapi klo dia bnar menembak ku pasti aq sudah mati sekarng..." ucap viona...


"terus apa semua ini aq tidak megerti..." ucap adlan..


tak lama polisi datang dg ferdy... yg sudah mmeriksa tkp tersebut...


"maf bapak ibu kamienganggu waktu kalian sebentar..." ucap polisi itu pada adlan da viona


"iya pak apa bapak menemukan sesuatu dari kejadian ini...??" tany adlan...


bersambung...


lanjut..


like.. n

__ADS_1


komen....


__ADS_2