
Cemburu
_'kesalahanku hanya satu jatuh cinta padamu’_
_Gerry Mahendra_
“kak Gerry. Lepaskan aku.” Naura menarik tubuhnya menjauh meninggalkan Gerry begitu saja. Ia sangat kecewa dengan apa yang baru saja Gerry lakukan. Ia juga menyesal kenapa tadi ia juga ikut terhanyut dalam dekapan gerry.
“Naura, tunggu.” Gerry mencoba menahan namun Naura masih kecewa. “Naura, tolong berhentilah aku bisa jelaskan.” Gerry berusaha mengejar Naura.
Kini Naura duduk di tepi kolam ikan yang ada di salah satu sudut taman yang berada samping mushola. Naura tampak menitikkan air mata ia lempar beberapa kerikil ke dalam kolam. Saat hati kacau sebuah panggilan masuk di ponsel Naura.
....
“Halo kak,”
“Sory Dek, Kakak ada urusan mendadak jadi harus pergi sekarang.”
“Iya kak gak papa. Di sini temen-temenku masih banyak.”
“Nanti kalau urusan kakak sudah selesai kakak akan jemput kamu.”
“Iya kak, hati-hati. “
....
Naura meletakkan ponsel kesayangannya sembarangan. Ia kembali terdiam dalam kecewa. Garry datang membawa satu cup jus alpukat kesukaan Naura. Ia ikut duduk di samping Naura. Naura tak mempedulikan kehadiran Gerry. Gerry sedikit frustasi menghadapi wanita yang di cintainya sedang marah.
“Naura, “ panggilan lembut tak mengubah posisi Naura yang masih acuh. “Maafkan aku. Aku sudah khilaf dan lancang menyentuhmu. Kamu boleh menghukumku tapi jangan hukum aku seperti ini. Bicaralah katakan apa yang harus aku perbuat agar kamu memaafkan aku.” Gerry memelas.
“.....” Naura masih terdiam.
__ADS_1
“Ra, tolong bicaralah. Jika di halalkan aku sangat ingin memelukmu. Aku bisa saja menyentuhmu lagi namun aku gak mau kamu kecewa lagi sama aku.” Kata Gerry yang sudah begitu memelas
“Kalau kakak tahu aku bakal kecewa kenapa kakak lakukan itu.” Akhirnya Naura bicara.
“Ok, aku minta maaf karena sudah lancang melakukan itu.” Gerry mengalah.
“...” Naura kembali terdiam.
“Ra, kenapa diam lagi? Harusnya aku yang marah sama kamu.” Gerry membalikkan fakta mencari alibi.
“Maksud kak Gerry?” tanya Naura bingung.
“Oya jelas harusnya aku yang kecewa sama kamu. Siapa laki-laki tadi? Pakai sok sok an kasih bunga.” Tanya Gerry dengan nada sedikit tinggi.
“Maksud kak Gerry siapa?” belum menyadari siapa yang di maksud Gerry.
“Ada hubungan apa kamu sama laki-laki itu?” sekali lagi dengan tatapan tajam.
“Oh.. dia teman di sekoalhku namanya Sakha. Aku dan dia tak ada apa-apa, lagian kita juga abtu kenal.” Jawab Naura cuek.
“Cukup kak!” Naura sudah tak tahan di sudutkan. “Kakak gak ada hak ikut campur masalah pribadi aku. Dan Kau sudah cukup dewasa untuk bisa mengambil keputusan.” Naura hendak beranjak namun lagi-lagi di tahan oleh Gerry.
“Ok.. maaf. Aku minta maaf semua aku yang salah. Satu kesalahan terbesar dalam hidupku adalah aku sudah terlalu mencintaimu.” Gerry menatap mata indah itu. Naura tak bisa lagi mengelak untuk tidak membalas tatapan itu.
“Ra, lihatlah apa aku pernah mempermainkanmu. Aku tulus mencintaimu tak peduli dengan status kita. Coba lihatlah sekali lagi. Adakah keraguan yang tersirat di mataku.? Tanya Gerry menuntut jawaban.
“Maaf kak. Aku tak tahu harus bilang apa ke kak Gerry. Semua terasa buntu dan sulit aku gak mau semudah itu mengatakan cinta. Jila akhirnya aku juga yang kan terluka.” Naura berkata lirih namun masih terdengar jelas.
“Ra, percayalah padaku.” Gerry berharap penuh pada Naura.
“Maaf kak. Aku harus pergi sudah waktunya sholat maghrib.” Naura pergi begitu saja tak mungkin menahan Naura.
__ADS_1
Gerry pun ikut berlalu le toilet. Di dalam toilet Gerry meluapkan kekesalan ia meninju kaca yang ada di toilet dan seketika darah mengalir . Perih tak lagi di rasakan karena yang di rasakan hanya sakit hati karena penyesalan.
Setelah mengambil air wudhu Gerry membiarkan luka di tangannya. Tak peduli darah masih menetes. Setelah melaksanakan sholat Naura lebih tenang dan berniat untuk menemui Gerry dan memaafkannya. Ia menunggu di depan mushola sambil memainkan ponselnya. Gerry muncul dengan wajah yang masih belum bersahabat.
“Kak, Gerry! Aku mau bicara.” Satu kalimat yang di nantikan akhirnya terdengar di telinga Gerry.
“Ya.” Hanya itu jawaban Gerry membuat hati Naura ragu.
“Kita masuk ya kak sekalian makan malam.” Ajak Naura dan Gerry masih mengikuti dari belakang.
Mereka duduk dengan Gerry masih menyembunyikan luka di tangannya di bawah meja. Naura masih tertunduk malu dan bingung mau bicara apa.
“Kak, aku minta maaf.” Kata Naura.
“Kenapa kamu minta maaf? Ini semua aku yang salah. Karena aku tak bisa mengontrol diri dari rasa cemburu. Maafkan aku Naura.” Untuk kesekian kalinya Gerry minta maaf.
“Aku sudah maafin kok kak. Sebaiknya kakak minum dulu ini jus kesukaan kakak kan?” Kata Naura dengan senyuman yang sudah lama di nantikan Gerry. Naura menyodorkan segelas jus alpukat Tanpa sadar Gerry menerima dengan tangan kanannya yang terluka . Naura melihat ada darah yang masih menetes dari punggung tangan Garry langsung terkejut.
“Astagfirullah... kak...!”
“Kenapa bisa begini?” Naura reflek menarik tangan Gerry dan melihat luka nya dari jarak yang lebih dekat.
“Gak penting. Yang terpenting kamu sudah mau memaafkan aku.” Jawab Gerry santai.
“Sini aku obati kak.” Gerry hanya menurut dengan tindakan Naura. Ia men8kmati setiap sentuhan lembut dari tangan Naura.
Naura kembali dengan membawa kotak p3k. Dengan sabar dan telaten Naura mengobati tangan Gerry dan membalut lukanya dengan perban. Gerry hanya memandangi wajah cantik Naura dari jarak yang sangat dekat. Tak hentinya bibir Gerry mengulas senyum.
“Jika dengan luka ini bisa sedekat ini aku rela tiap saat terluka untuk bisa di dekatmu.” Sebuah rayuan maut dari mulut Gerry.
....
__ADS_1
_'terkadang cinta ibarat sebuah obat penenang yang mampu menghalau segala luka. Kesakitan sekejap hilang karena cinta’_
_ashfa may_