Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
Rindu


__ADS_3

Rindu


_'kau ku genggam untuk satu kehancuran, bukan cinta namun dendam'_


_Sakha Ardiansyah_


Seorang lelaki dengan sejuta pesona ketampanannya memasuki sebuah cafe untuk menghadiri pesta penyambutan pemilik cafe yang baru. Sebuah seringan licik menghiasi mengiringi langkah kaki jenjangnya. Sakha memang sudah di pengaruhi oleh orang tuanya sejak kecil untuk membalaskan sebuah dendam kepada keluarga Ardi lebih tepatnya Arditama Grup perusahaan yang di pegang kuat di bawah kuasa Pak Ardi dan kini Arditama Grup juga sudah memiliki anak buah cabang yang di pegang Faiz.


Naura sudah berganti pakaian setelah menyapa Luna tadi. Ia mengenakan celana jeans warna cream di padukan dengan tunik warna salem tak lupa pashmina warna hitam membalut kepala Naura. Cantik. Memang Naura sangat cantik diantara gadis-gadis di sekolahnya. Kulit putih bersih, hidung mancung dan bibir tipis tingginya juga ideal. Banyak lelaki yang menyukai Naura karena kecantikannya luar dalam.


Saat Naura sedang asyik mengobrol dengan Luna Sakha datang membawa satu bucket bunga mawar. Sakha yang tiba-tiba muncul sedikit mengejutkan Naura. Apa lagi sikap Sakha yang semakin membuat wanita lain iri.


“Naura,” suara Sakha yang lembut terdengar di telinga Naura. Naura mencari sumber suara yang memanggilnya.


“Sakha,” jawab Naura yang tertegun dengan penampilan Sakha. Sakha menggunakan celana jeans hitam, kaos putih tak lupa jaket jeans hitam. Rambutnya sedikit berantakan namun justru terlihat sangat tampan. Memang lebih mirip dengan playboy jika di perhatikan. Namun Naura belum tahu sisi lain dari Sakha karena ia juga baru mengenal Sakha.


“Selamat untuk Story Cafe milikmu, semoga ke depannya semakin sukses. Dan aku orang pertama yang akan melihat kesuksesan itu.” Kata Sakha sambil memberikan sebuah bucket bunga tadi.


Naura terpaku saat menerima bunga itu karena ini kali pertamanya ia di perhatikan seorang laki-laki selain Kek Gery dan Kak Faiz. Itu pun perhatian Gerry dan Faiz hanya sebatas saudara.


“Terima kasih, oh ya silakan duduk. Dan kenalkan ini saudara sepupu aku.” Naura teringat belum mempersilakan Sakha untuk duduk.


“Ya, aku Sakha.” Sakha mengulurkan tangan ke arah Luna.


“Luna,” jawab Luna cuek.


“Ra, apa kita bisa bicara berdua?” tanya Sakha meminta ijin.


“Bisa. Lun, aku ke sana sebentar ya kamu nikmati aja cafe ini jangan sungkan.” Kata Naura sambil menunjuk ke arah taman samping Cafe.


“Iya Ra, kamu santai saja aku mau ke kak Gerry dulu.” Jawab Luna.

__ADS_1


“Ayo Kha,” Ajak Naura yang di ikuti Sakha.


Naura sudah duduk di kursi taman dan Sakha berada tepat di depannya. Suasana sudah mulai sejuk karena hari sudah menjelang sore matahari juga sudah beranjak masuk di peraduan.


“Kamu hebat Ra masih sekolah bisa merintis bisnis kuliner seperti sekarang.” Puji Sakha basa-basi.


“Jangan terlalu memuji ini tak sepenuhnya aku yang urus, semua atas bantuan Kak Faiz.” Jawab Naura.


“Kak Faiz?” Sakha baru tahu jika Naura memiliki saudara kandung.


“Iya, kak Faiz kakakku.” Naura menyakinkan Sakha yang terlihat ragu.


“Tapi yang penting kamu memang hebat bisa merintis usaha ini. “ lanjutnya.


“Kamu sendiri atau sama siapa?” tanya Naura lagi.


“Aku sendiri yang lain masih ada urusan OSIS kebetulan juga lagi gak ada jadwal latihan.” Jawab Sakha.


“Apa?”


“Kamu sudah punya pacar?”


“Pacar? Mana ada yang mau pacaran sama aku. Lagian pasti Kak Faiz bakal marah besar jika tahu aku pacaran."


“Oh ya.. berarti aku yang sudah salah masuk nih.”


“Maksud kamu?”


“Ya aku sudah salah masuk terlalu dalam menyukaimu. Dan sepertinya aku juga tak tahu jalan kembali salain berlabuh di hatimu.” Jawab Sakha yang sekejap membuat Naura terdiam menatap Sakha.


“Kamu asal bicara aja Kha, masih banyak gadis lain yang lebih dari aku yang menginginkanmu.” Kata Naura bukan membuat Sakha mundur justru tertantang.

__ADS_1


“Kamu tahu satu hal Sakha tidak pernah membuang Kata-katanya dengan percuma. Hanya Naura Afra Ar Rayya yang bisa membuat Sakha Ardiansyah jatuh cinta.”


“Kha, maaf aku harus kembali.” Naura tak mau melanjutkan lagi pembicaraan yang hanya akan mengecewakannya. Karena selama Naura masih sekolah Kak Faiz takkan menijinkannya untuk pacaran. Naura berdiri namun dengan cepat Sakha menahan dengan memegang lengan Naura.


Naura yang terkejut dengan tindakan Sakha menjadi tidak seimbang. Jadilah ia terjatuh tepat di pangkuan Sakha. Dari kejauhan ternyata ada sepasang mata yang sejak dari tadi mengawasi Naura. Hawa panas menjalar di sekujur tubuh seorang lelaki yang tengah mengepalkan tangan menahan rasa cemburu. Gadis yang di cintai sedang bicara berdua dengan laki-laki lain dan kini malah berpelukan.


Naura masih terdiam dalam pangkuan dan pelukan Sakha. Ia sulit untu bergerak dan melepaskan diri karena Sakha terus menahannya.


“Kha,, lepasin aku.” Naura memohon.


“Tidak akan sebelum kamu kasih kesempatan untukku.” Jawab Sakha.


“Tolong lepaskan aku Sakha. Kamu jangan memaksakan diri.” Sergah Naura.


“Ok, aku lepasin tapi aku akan terus berusaha membuatmu jatuh cinta Padaku.” Perlahan Sakha melepaskan Naura.


Naura berjalan meninggal Sakha begitu aja. Sebenarnya ia menahan debaran jantungnya yang tak beraturan. ‘Ada apa ini sebenarnya kenapa saat di dekat Sakha jantungku berdegup kencang dan kenapa jadi gerah seperti ini. Sakha memang baik tapi gak mungkin aku juga suka sama dia. Naura hentikan perasaan ini jangan sampai kau terjatuh ke tempat yang salah. Ingat pesan kak Faiz.’ Naura terus berjalan demgan hatinya terus bergumam.


Naura terperanjat kaget ketika ada seseorang yang menarik tubuhnya dan membekap mulutnya kemudian membawanya ke sudut taman yang tampak sangat sepi.


“Siapa kamu?” tanya Naura saat tangan kekar yang membekap mulutnya terlepas. Naura masih belum mengenali wajah lelaki itu karena pencahayaan sedikit gelap.


“Kamu diam saja aku gak akan mencelakaimu. Aku hanya rindu padamu.” Kata Lelaki itu yang kini memeluk tubuh Naura. Naura masih mencerna Kata-kata dari mulut lelaki itu. Dan ia seperti mengenali suaranya. Perlahan kepalanya mendongak ke atas untuk memastikan siapa lelaki itu.


“Biarkan seperti ini sudah cukup sakit aku menahan rindu padamu. Jauh darimu tak masalah bagiku yang menyiksa ketika hatimu semakin menjauh. Naura.. aku sungguh mencintaimu.” Lelaki itu terus menahan tubuh Naura dalam pelukannya. Meski berkali-kali Naura mencoba melepaskan diri namun sia-sia karena dia semakin mempererat pelukannya. Naura sudah tahu siapa lelaki itu. Ia hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan lelaki itu. Saat kekuatan pelukan itu melemah Naura menatap wajah tampan itu.


“Kak....”


...


_'jika jalan itu mudah untuk ku lalui aku akan berikan cinta ini. Namun aku tak tahu rintangan apa yang menghadang..’_

__ADS_1


_Naura Ar Rayya_


__ADS_2