Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
air matamu begitu berharga...


__ADS_3

sesampainya di alamat yg di berikan anak buah david..


"sepertinya ini rumahnya jln knanga nomer 2..." ucap david..


"kita turun yuk..." ajk viola...


merekapun turun...


"tok.. tok.. tok...


ceklek..


" maf mau mencari siapa...?tanya orng yg membuka pintu...


"apakh anda pemilik rumah ini...?" tanya viola...


"bukan saya hanya ART dsni..." jwb nya..


"klo begitu ap boleh saya bertemu dg pemilik rumah ini ad hal penting yg igin saya bicarakan..." lanjut viola...


"mari tuan nyoya silahkan masuk biar saya pangilakan..." ucap art trsbt sambil berjaln masuk..


"trimakasih.." ucap viola dan david merekapun masuk dan duduk..


"maf boleh saya menumpang ke toilet sebentar..." ucap viola..


"mari sya antar..." ucp art


tak lama pemilik rumah pun keluar karna di panggil oleh art nya tadi...


"maf apakah anda mencari saya..." ucap pemilik rumah yg sudah di dampingi suaminya...

__ADS_1


david pun yg dri tadi mnunduk akhirnya melihat ke arh suara yg memanggilnya...


"iya.. apakh anda pemilik rumah ini...??" tanya david..


"iya.. sya viona dan ini suami saya adlan..."


"spertinya aq pernah melihtmu...??" ucap adlan..


"yah.. perkenalkan namaku davidson pangil saja dvid.. aq ad perlu dg kalian boleh sya bicara sebentar..." ucap david...


"bicaralah..." jwb viona dan adlan yg sudah duduk di dpn dvid...


davidpun membicarkan maksd kdtaganya memberi tau tetentang nek rnata bahwa viona adalh cucu kandung nk rnata yg selma ini di cari ...


sebelum slesai david bercerita ferdy dan viara yg terlelap dlm gendongan masuk...


"david..." ucap frdy saat melihat david kemudian ia mmberikan viara kpd art agr meniduknya di kamr...


"ferdy ngapaim kamu...?" jwb dvid yg juga sdkit kget...


"ya dia sahabatku yg telah mnolong viara waktu itu..." jwb ferdy


"benarkah... wah trimaksaih sudah mnolong putriku..." ucap adlan antusias..


"ah.. itu bukan aq.. aq hanya mnuruti kemauan seseorng sja..." jwb david...


"siapa...????""" tanya ferdy adlan dan juga viona serentak...


david hanya mengerutkan dahinya dia tidak tau harus mnjwb ap...


david mnoleh melihat viola yg di ikuti oleh pemilik rumah...

__ADS_1


viola yg sudah keluar dari toilet melihat merka memandnya pun juga sdikit terkjut...


"maf seprtinya aq salh rumah... ayo vid kita pulang..." ucap viola dg melangkahkan kakinya...


"tunggu..." ucap viona...


violapun berhenti dan mnoleh ke arah viona...


viona berjaln mndekati viona dan mnrik penutup wjah milik viola...


"percuma kau mnutup wjahmu bersembunyi di manapun aq akn mnumukanmu kak..." ucap viona dg pnuh penekanan..


"ap maksudmu dan mf aq bukan kakakmu..." ucapnya..


"mana ad kakak yg akn mnembak adiknya sendiri..." batin viola dg mnhan air mta yg akn jatuh...


"berapa kali kau katakan itu tak akn merubah fakta klo kau adlah kakakku..."


viola membalikan badan dan igin keluar dri tmpat itu krna ia tak kan snggup berhadapn dg adiknya...


"tunggu..!!!" ucap viona sambil mencengkram bahu viola yg kala itu tersrempet timah panas...


viola pun meringgis mnhn skit krna luka yg baru sja kering kini kembli tergores kembali...


"knpa kau sllu mnghidr dr ku... knpa kau sllu berbohong kpadaku.. knpa kak knap..??" tanya nya membentak viola dn dg mata berkaca kaca...


"apa 6tahun belum cukup kau mengukumku.. tdak mnemuiku,tidak bicara dg ku.. ap kau tau rasanya...??? itu lbih menyakitkan dari pad kematian..."" ucapnya lirih yg kemudian memeluk viola dari belakng...


viola pun berbalik ia memndag wajh adiknya yg penuh dg air mata lalu mengahapusnya...


walupun sebegitu kuat perthann viola untuk tidak memeluk adiknya akhirnya goyah ia tidak akn sanggup mlihat adiknya serapuh ini...

__ADS_1


"air matamu begitu berhrga na buat ku... mafkan kakak...." ucap viola membalas peluakn viona...


bersambung....


__ADS_2