
"aq ksian liat nenek vid... sekian lama hidup kesepian tanpa keluarga bukanlah hal yg mudah.. ap lagi dia sudah tua.. " ucap viola sambil trus memandangi nek renata..
"rasanya berat untuk berpisah dg nenek.. tpi klo cucu nenek sudah ketemu aq pasti segera pergi.. agar mereka bisa bersama vid... dan tugasku sebagi cucu pura pura pun selesai... " lnjutnya dg mata bekaca kaca..
"dan kita (menatap mata david..)pasti tidak akn bertemu lagi.. krna a akn pergi ke tempt dimana seharusnya aq berasal..." sambil mengusap air mata yg telah mnetes...
"ap yg kamu katakn vi.. ini tmpatmu.. tempat kita.. tak akn aku biarkan kamu pergi apa pun yg terjadi kau tak boleh pergi... jika cucu nek rnata kau jadikan alasan untuk pergi.. lebih baik aku tidak akn mncarinya..." ucap david emosi sambil mnhan kesedihan...
"kau tidak tau tentangku vid... betapa sedihnya aq hrus berpisah dg adik ku... ap aku harus terus sperti ini..." tanya viola...
"adik.. jadi kau punya adik.. dimna dia...?.. knpa kau tdk pernah cerita kpda ku...???"" tanya david...
"tentu aq punya.. aq takut klo hardy tau aq punya adik... bagaimna pun dia kelemahan ku... aq takut dia menyakiti adik ku..." ucap viola sambil menagis...
david pun memeluk viola mencoba menenagkan...
"kamu tenag la.. aq akn melindungi adik mu dan juga kamu .. jagan kwtr..." hibur david...
"trimakasih vid kau sallu ad untuk ku.." ucap viola sambil melepas pelukan david..
"tapi kau harus janji pda ku..." ucap david..
"janji ap..." tanya viola..
"kau tak boleh pergi.. kau harus tetap tinggal di rumah nek renata.." jwb davit tegas...
"aq tak bisa berjanji vid tapi aq akn berusaha mnepatinya..." jwb viola dg senyum tipis...
__ADS_1
david menganguk..
"lebih baik kau pulang.. rehan pasti menunggu mu..." titah david
"tapi nenek tidak ad yg jaga.." jwb viola..
"biar aq yg jaga nenek..." jwb david...
"baik lah klo sperti itu aq pulang..." ucap viola lalu keluar dan pulang...
pagi hari di rumah ferdy...
ferdy berjalan ke tempat makan untuk sarapn ...
"pagi ma.. pagi pa..'" sapa ferdy sambil duduk dan mulai mengambil makann...
ferdy hanya tersenyum...
"fer gimana ke adaan kantor baik..." tanya faris karna dia sudah tak pernah ke kantor lagi..
"semua terkendali pa.. dan rncananyan aku akn bekrja sama dg perusahaan vr compeny..." ucap ferdy..
"bagus.. semoga sukses nak..." ucap farumis sambil mnepuk pundak ferdy...
"oh ya fer kau ingat winda teman kecil kamu dulu...???" tanya melinda..
"winda siapa ma.. aq lupa..." jwb ferdy...
__ADS_1
"anaknya tante merita..." jwb melinda...
"oh ya.. emag knpa ma...??" tanaya frdy..
"mama ingin kalian menikah..." ucap melinda...
"uhuk.. uhuk..." ferdy yg sedang makan langsung tersedak melinda pun segera memberi minum...
"apa aq tidak salh dgar ma..." tanya ferdy sdkit emosi dan lngsung meletakn sendok yg ia pakai makan tadi...
"tidak nak... kau tidak salah dengar..." jwb melida..
"sampai kpanpun aq tidak akn menikah klo tidak dg viola.. aku harap papa dan mama mngerti..." ucap ferdy marah sambil berjaln ke arah pintu...
"fer... aku tau kau mencintainya... 6thn bukn waktu yg sedikit fer... kau sudah mnunggunya.. tpi kami igin memiliki cucu.. kami sudah mrindukan suara bayi di rumah ini..." teriak melinda dg menangis...
ferdy yg mendgar pun langsung berhenti...
"mama benar .. tpi aq tak kn bisa melupakan viola... " batin ferdy...
"baikla aq akn coba tapi aku tidak janji bisa mnerimanya..." ucap ferdy..
melida lalu tersenyum...
"anak pintar... nanti winda akn ke kantor mu.. agr kalian bisa lbih dekat..." jwb melinda...
"terserah mama..." ucap ferdy singkat lalu pergi ke kantor...
__ADS_1