Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
rumah sakit2..


__ADS_3

di dpan ruangan dr jery..


tok.. tok.. tok..


"knpa tidak ad suara.." batin lala.. lalu mulai membuka pintu.. "tidak dikunci..." lalu dia masuk..


"dok.. dokter..." teriak lala..


dia melihat dokter jery tergeletak...


"ya Alloh knpa dok... " lalu dia mbantu dokter jery untuk berbaring ke ranjang...


"ap yg harus aku lakukan..." fikir lala..." ya adlan aq harus menelfonya..." lanjut lala lalu mnelfon adlan..


"lan tolong ke ruangan dokter jery sekarng..." kata lala dg sdkit panik..


"emang kenap la..." tanya adlan


"sudah jagan banyak tanya cpat kesini..." lanjut lala sambil mematikan telfon..


lala yang panik pun hanya mondar mandir menanti adlan datang..


"syukurlah kamu sudah datang.. " kata lala yg meliht adlan sudah sampai. .


"tadi saat aq datang dokter jery telah pingsan.. tolong periksalah.." terang lala..


"baik.." kata adlan dg terus memeriksa keadaan dokter jery...

__ADS_1


setengah jam adlan memeriksa dan dia mulai menyimpulakn penyakit dr jery...


"knpa mukamu panik lan.. ap ad yg serius..." tanya lala...


"ini sangat serius kemungkinan dia tak bisa bertahn lama..." jwb adlan dg muka paniknya...


"ap maksudmu..." tanya lala penasarn...


"spertinya dia menderita kanker paru2 stadium akhir dan sudh sangat parah... hanya keajaiban yg mampu menolongya..." jwb adlan dg mengelengkan kepalanya...


"ap.. dia kan dokter knpa dia tidak mengetahuiny..." jwb lala..


"kemungkinann besar dia tau cuma dia tidak mengatakanya... mungkin ini jwbn knpa ruanganya begitu jauh dari keramain.. agar saat dia kambuh tidak ad yg mengetahuinya..." ttur adlan...


"aq harus mberi tau keluarganya..." kata lala.. saat di hendak pergi tiba2 dokter jery sadr...


"jgan beri tau siapapun tentang penyakitku..." kata jery lirih..


" aq mohon.."pinta jery...


"baiklah kami janji.. asal dokter mau dirawat dg benar..." kata lala dg tatapan yg sngat tajam memandag jery..


"di rwatpun percuma... umurku sudah menunggu hari.." kata jery dg ttapn kosng.


lala dan adlan hnya diam...


"dari pada aq dirwat lebih baik aq pergunkan sisa umurku dg baik.." dg tersenyum usil mnatap lala... "dan kamu pasti tau kan maksudku nona viola..." lanjut jery dia sangat suka mengoda viola...

__ADS_1


muka viola langsung memerah saat itu... adlan yg tak tau apa2pun hanya bingung... dia hanya menatap ke arah lala untuk minta penjelasan...


lala hanya mengangkat bahunya tanda tak tau..


"dan lebih baik kalian keluar dari sini dan igat jgn beri tau siapapun tentang hal ini.. " kata jery lagi dg suara yg agak kers...


"tapi pak.. kamu harus dirawat..." bantah lala...


"knpa kamu suka sekli membantah aq bilang keluar ya keluar.. pergi dari sini...." betak jery


"dasar tidak tau berterima kasih.. " kat lal lalu keluar dg mnutup pintu dg keras....


"huft.. cwek aneh...." guman jery yg masih bisa dindengar adlan...


"maksud bapak lala.. dia memang aneh..." lanjut adlan dg sdkit tersenyum dn keluar dari ruangan jery...


sementara ferdy dia sangat frustasi karna lala... dia hanya minum minum di bar


"satu gelas lagi pak..." katanya...


bartender pun memberikanya...


"teryata semua wanita sama saja... ap kau tau.. aq sangat memcintaimu.. knpa kau lakukan ini la.... knpa..." kata ferdy dg terus meminum minuman keras hingga pingsan..


"hah.. dia pingsan lagi.. dan siapa yg harus bayar..." batin bartender itu...


"aq liat hpnya deh siapa tau aj ad yg bisa di telfon..."lanjutnya sambil mengambil hp ferdy...

__ADS_1


" ah di kunci lagi sial... tunggu ini kan viola..."katanya saat melihat foto profil hp ferdy...


"oh jadi dia pacar viola... tampan juga.. pinter baget dia cari cowok.. kliatanya aj pendiam teryata.." guman bartender itu... "aq harus tlfon viola..." lanjutnya kemudian menelfon lala...


__ADS_2