
di kantin mereka makan sambil berbincang bincang..
"oh ya vid... bdw.. trimakasih udah nolongin viara...." ucap ferdy...
"aq trima ucapan trimakasihmu... tpi aq punya permintaan padamu fer..." jwb david
"ap pun permintaan mu asal aq bisa akn aku lakukan..." ucap ferdy dg pnuh keyakinan...
"aq hanya ingin kau bekrjasama dg perusahaan vr com..." belum selesai frdy sudah menyautnya...
"ya... hanya itu saja....???!"tnyanya lagi..
" iya.."jwb david..
"baiklah besok aq akn menyruh asistenku mengurus semuanya..." ucap ferdy yg di balas angukan oleh david...
drt... ddrt... dddrt ...
ponsel david berdering...
"hallo ada ap rehan...???" tanya dvid...
"nenek pingsan om.. sama pak supir sudah di antar ke rumah sakit... aq menelvon bunda tPi tK di angkt dri tadi..." ucap rehan dari sebrang telfon...
"apa..????! baiklah om akn menyusul ke rumah sakit sekarang..." ucap david...
"trimaksih om.. beri tau bunda juga ya..." ucap rehan lalu mematikan telfon...
"iya....""" jwb davjd dg mematikan telfon...
__ADS_1
"aq prgi dlu ya fer... aq tunggu kabr dari mu.. " ucap david sambil berlari...
"hey.. kau mau ke mana...??? mungkin dia ad urusan.." guman ferdy sambil kembli melanjutkan makan...
david yg melewati ruangan viola melihat ke adaan viola sudah siuman pun akhirnya david memberi tau klo nel renata juga ada di rumah sakit...
"kamu udah sadr vi...??" tanya david...
"sudah vid... aq tidak ap.. ini hanya luka kecil..." jwb viola sambil tersenyum tipis...
"syukurlah.." ucap david lega...
"knpa wajahmu di tekuk kayak orng bingung gitu..." tanya viola...
"aa.. aanu vi... nenek... masuk rumah sakit.." ucap david gugup...
"apa...??!knpa kau tidak bilang dari tadi.. ayo kita temui..." ucap viola kaget sambil melepas selang infus di tganya... dan berusaha berjaln...
"tidak vid.. nenek butuh aq... klo kamu tidak mau mengantarku lebih baik aq cari kamar nenek sendiri..." ucap viola sambil berjaln ke arah pintu dg sdikit gloyoran...
"baiklah klo itu mau kamu.. ayo..." ucap david mengalah sambil memapah viola... mereka pun mencari kamar nek renata...
sedang ferdy yg saat itu kembali dari kantin melewati ruangan viola..
"lebh baim aq liat siapa wanita yg menolong viara sambil berterima kasih pdanya..." bati ferdy lalu membuka pintu kamar viola
ceklek....
mata ferdy menyapu bersih kamr itu tapi ia tak melihat seseorng pun di sana...
__ADS_1
"kmna wanita itu.. ap dia sudah sehat..." batin ferdy
karna tidak mmukan siapapun akhirnya ia pulang....
viola yg sudah sampai di kamar nek renata pun duduk di kursi yg sudah ada di ruangan itu... sedang david keluar untuj mengangkat telfon....
nek renata pun mengigau memanggil mangil cucunya...
"cucuku.. kemblilah nenek sangat rindu padamu..." ucap nek renata saat mengigau...
viola yg mndegar pun mrasa bersalh krna sampai sekarang ia belum bisa menemukan cucu nek renata...
"maf nek aq belum bisa mnemukan cucu kandung nenek... aq akn berusaha mencarinya nenek bertahn ya..." ucap viola sambil mengengam tgn nek renata...
tak lama david pun datang...
"bagai mana keadaan nenek..."? tanya david...
"ya seprti yg kau liat... dia terus memanggil cucuny. " ucap viola pasrah...
"emh... sebenarnya ank buah ku sudah tau dimana cucu nek rnata.. apa aku bilang saja pada viola..." batin david...
"terus gimana.. apa kamu suda tau di mana cucu nenek...?" tanya viola membuyarkan lamunan david..
"sebenarnya ank buah ku sudah mncurigai satu org tapi masih belum memastikan.. karna mereka masih berusaha mencari sempel rambutnya untuk tes dna... " ucap david panjang lebar...
"terus kapan tes dna keluar... ??" tanya viola...
"paling cepat 3 hari keluar itu juga klo mereka bisa cepat dapt rambut permpuan itu..." ucap david...
__ADS_1
"paling tidak kita punya haralan vid untuk mnemukan cucu nenek ." ucap viola
"iya vi kamu benar..." jwb david...