
Ada Apa Denganku?
-maaf masih banyak sekali typo bertebaran dimana-mana..
_ashfa_may _
_'hadirmu mengusik mimpiku, menjaga ku dari lelapnya malam, mengacaukan semua rencanaku. Ku pikir kau hanya bayangan yang berlalu nyatanya kau justru membayangiku'_
_naura arrayya_
Matahari mulai meninggi menantang hari yang kian sibuk. Tak seperti biasanya Naura belum juga beranjak dari kenyamanan lelapnya. Faiz sedari tadi sudah mengetuk pintu namun tak juga di buka oleh penghuni kamar itu.
Tok.. tok.. tok..
“Dek, buka pintunya.” Teriak Faiz dari luar.
Faiz melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 06.30 sedangkan Naura belum juga bangun. Setelah berbicara pada Kak Faiz semalam Naura tak bisa memejamkan mata hingga menjelang pagi alhasil setelah sholat subuh ia kembali terlelap indah.
Naura terusik dengan bayangan Sakha. Entah ada apa dengan hatinya yang kini tiba-tiba di penuhi dengan wajah tampan Sakha.
_"Naura sesingkat awal pertemuan kita telah menyiratkan kesan di hati ini. Malamku menjadi indah karena mimpi tentangmu, ingin rasanya raga ini bersanding di sisimu. Menahan rindu itu sakit, seperti malam ini aku kesakitan sendiri meringkuk membungkus rindu agar tak hilang termakan malam yang sunyi. Maafkan aku, ku tunggu kau di kantin saat istirahat.”_ ~sakha_ardiansyah~
Karena pesan itu membuat tidur Naura terganggu hingga membuatnya terlambat bangun. Faiz masuk kamar Naura yang ternyata tidak di kunci. Perlahan langkahnya mendekati adiknya yang masih cantik terlelap. Di tepuk pelan pipi Naura yang putih itu.
“Dek, bangun kau akan terlambat kalau tak segera bangun.” Faiz masih berusaha membangunkan Naura.
“Apa sih Kak? Aku masih ngantuk. “ jawab Naura dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Ini sudah hampir jam 7 sayang.” Ucap Faiz yang seketika membuat Naura terbangun dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi.
“Kenapa baru di bangunin sih kak? Aku jadwal olah raga jam 07.00.” gerutu Naura.
Faiz hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya. Faiz bergegas turun untuk meminta tolong pada bibi agar merapikan kamar Naura juga menyiapkan bekal untuk sarapan juga makan siang Naura. Karena dia yakin pasti akan melewatkan waktu sarapan di rumah. Tak lupa membawakan sebotol jus Alpukat kesukaan Naura.
Tak lama kemudian Naura keluar dengan langkah terburu-buru ketika menuruni tangga. Meski sedang terburu-buru Naura tetap masih memperhatikan penampilannya . Jadi pagi ini semua yang melekat di tubuh Naura terlihat rapi dan bersih. Karena memang Naura adalah tipe cewek yang sangat memperhatikan penampilannya.
__ADS_1
“Hati-hati Dek,” tegur Kak Faiz yang melihat Naura berlari ketika menuruni tangga.
“Papa sama Mama mana kak?” tanya Naura sambil meminum susu yang sudah di siapkan bibi di atas meja.
“Papa sama Mama tadi berangkat pagi-pagi ke rumah Oma. Katanya subuh tadi Oma di bawa ke rumah sakit.” Jelas Faiz yang sudah berdiri memakai jasnya.
“Oma sakit kak,” tanya Naura.
“Iya. Ayo buruan kakak ada meeting pagi.” Cercah Faiz.
“Non, ini bekal sarapan dan makan siang buat non Naura tadi Den Faiz yang meminta untuk menyiapkan.” Kata bibi sambil memberikan sebuah rantang makanan kecil.
“Makasih Bi, aku sama kan Faiz berangkat dulu. Assalamu’alaikum.” Kata Naura sambil menyusul Kak Faiz yang sudah menunggu di dalam mobil.
Karena jarak rumah dan sekolah Naura memang dekat jadi hanya beberapa menit saja mobil sport milik Faiz sudah tiba di depan gerbang sekolah Naura. Pak satlam sudah bersiap akan menutup gerbangnya.
“Tunggu pak..” teriak Naura. “Kak aku masuk dulu , Assalamu’alaikum kak.” Uap Naura.
Dasar anak manja, meski terkadang manja namun kau punya sisi kedewasaannya. Kata Faiz dakam hati. Mobil Faiz melaju dengan kecepatan cukup tinggi meninggalkan sekolah Naura.
...
Mata fokus memeriksa laporan perusahaan yang di kirim lewat email oleh asistennya. Sesekali tangannya meraih gelas cup dan menyeruputnya pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih itu.
Terdengar bunyi bel pertanda istirahat tiba. Satu persatu semua siswa berhambur keluar kelas mencari kenyamanan masing-masing. Kehadiran Sakha di kantin sekolah banyak mengundang perhatian para siswa khususnya para cewek yang kebanyakan saling merebutkan agar bisa dekat dengan Sakha. Namun semua tak ada yang bisa menaklukkan hati seorang Sakha.
Termasuk juga sang primadona sekolah bernama Ayana yang tak pernah puas mendekati Sakha. Aya yang melihat Sakha duduk sendirian segera menghampirinya dengan gaya yang di luar kewajaran seorang siswi.
“Hey Sakha.” Sapa Aya dengan lancang langsung duduk di samping Sakha.
“Ya.” Jawab Sakha dingin.
“Kita makan bareng yuk aku pesanin sekalian.” Tawar Aya.
Sakha diam tak memberi jawaban mata dan pikirannya masih fokus pada ponselnya. Aya tak kehabisan cara untuk menggoda Sakha .
__ADS_1
“Ayolah mupung kuta berdua.” Aya tak henti membujuk Sakha.
“Pergi dari sini!” ucap Sakha pelan tapi tegas.
“Tapi Kha,_" Aya berusaha protes namun segera di potong oleh Sakha.
“Gue bilang pergi sekarang!” Sakha semakin meninggikan nada bicaranya. Sorot mata tajamnya sudah membelah pertahanan Aya. Seketika Aya mundur menjauh.
“Ok, aku pergi.” Aya berlalu dengan kecewa karena sudah di tolak Sakha. Karena selama ini tak ada yang menolak pesona Ayana putri.
Naura teringat pesan dari Sakha semalam sedikit menyunggingkan senyum. Sambil berjalan sendiri di koridor kelas menuju tempat yang di janjikan Sakha. Mata Naura menjelajahi seluruh kantin mencari sosok yang sejak tadi malam mengganggu pikirannya.
“Maaf sudah lama menunggu ya?” tanya Naura yang kini sudah berdiri di depan Sakha.
“NAURA." Sakha tertegun melihat kecantikan Naura yang tidak bisa di samakan dengan gadus lain. “Tak ada kala lama jika ada di sisimu.” Jawab Sakha dengan rayuannya. “Duduklah Naura sudah aku pesankan makanan untuk kita.” Lanjut Sakha.
“Tak usah repot-repot, kebetulan aku bawa bekal karena tadi belum sempat sarapan hanya minum susu.” Tolak Naura dengan lembut menahan debaran jantung tak bisa lagi terkontrol. Naura meletakkan dua buah kotak makan di atas meja. Sakha terus memperhatikan gerak-gerik Naura tanpa teralihkan sedikit pun.
“Kenapa ada dua?” tabya Sakha heran.
“Sebenarnya yang ini tadi buat sarapan dan yang sarunya buat makan siang. Karena pagi tadi aku datang terlambat makanya keduanya masih utuh. Apa kau mau? Kalau mau ini yang satu buat kamu.” Naura mendekatkan katak bekal itu tepat di hadapan Sakha.
“Are you seriously? Memberikan salah satu bekalmu?” tanya Sakha meyakinkan.
“iya, ini untukmu.” Kata Naura dengan yakin.
Mereka menikmati makan siang bersama, tak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Karena Sakha berhasil membuka pertahanan hati Naura. Langkah pertama sudah berjalan selanjutnya Sakha akan berusaha merusak image Naura penurut, baik , lembut. Perlahan Sakha akan merusak kepercayaan orang utanya.
“Apa yang ingin kau katakan ? Tanya Naura.
“Aku akan jujur padamu jika semenjak pertemuan itu aku menaruh hati untukmu.
“Aku ... aku...
....
__ADS_1
_'tak ada lelahnya hati dan pikiran ini memikirkanmu’_
~sakha_naura~