Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
Faizzan Arkham Izhar


__ADS_3

Kepulangan kak Faiz


Di rumah Naura


Setelah makan malam kedua orang tua Naura Papa Ardi juga Mama Lisa tengah berbincang di ruang keluarga. Sepi, begitulah suasana rumah itu karena yang biasa membuat rumah heboh adalah tingkah manja Naura namun malam tahun baru kali ini benar-benar sepi. Apa lagi Kak Faiz lebih tepatnya FAIZZAN ARKHAM IZHAR kakak laki-laki satu-satunya dari Naura yang gila kerja. Semenjak Papa Ardi menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada Faiz dia menjadi pribadi yang dingin. Kepada siapa pun sikapnya sanggat dingin apa lagi terhadap wanita yang mengajarnya.


Faiz sudah jarang pulang ke rumah dia lebih memilih pulang ke apartemen miliknya karena jika di rumah merasa kurang bebas. Apa lagi mama selalu memanjakannya makanya ia hanya sesekali pulang ke rumah itu pun mesti ada alasan tertentu dan dengan rayuan Naura.


Seperti malam ini entah ada angin apa Faiz pulang dengan sukarela tanpa ada yang meminta. Mama dan papa pun terkejut melihat kedatangan Faiz.


“Assalamu’alaikum..” suara datar dan dingin memecah suasana antara Mama dan Papa yang sedang menikmati malam berdua.


“Wa’alaikumsalam ..” jawab mama dan papa terkejut. “Tumben kamu pulang nak?” pertanyaan yang terlontar dari bibir mamanya.


“Jadi Faiz gak boleh pulang?” Faiz sedikit merajuk.


“Bukan begitu sayang mama senang sekali kamu pulang, kami semua kangen sama kamu nak.” Mama memeluk Faiz dengan hangat.


'aku juga kangen sama kalian ma, pa.'kata Faiz hanya dalam hati.


“Papa apa kabar?” Faiz mendekati papa mencium punggung tangan dan memeluk tubuh kekar keduanya saling menghangatkan.


“Papa baik nak. Bagaimana dengan kerjaanmu? Papa perhatikan usahamu makin meningkat?.” Selidik papa yang sampai sekarang masih mengawasi kinerja anaknya dari kejauhan. Orang-orang yang di tugaskan membantu Faiz di perusahaan selalu memantau dan melaporkan perkembangan perusahaan kepada Papa Ardi.


“Alhamdulillah papa baik. Duduklah atau mau makan malam?” papa mengajak Faiz untuk duduk.


Sekarang Faiz sudah duduk di sebelah Papanya. “Naura mana pa?”


“Naura ada acara mendaki di puncak pagi tadi berangkat. Papa sedikit khawatir karena sampai sekarang belum bisa di hubungi. Semoga saja hanya karena jaringan yang sulit.” Papa seperti menahan rindu padahal belum ada sehari di tinggal anak gadisnya.

__ADS_1


“Apa pa? Kenapa dia ikut acara seperti itu? Itukan kegiatan yang cukup berbahaya. Apa lagi dia seorang gadis.” Cerocos Faiz yang begitu cemas dengan adiknya.


“Dia ngotot pengen ikut papa sama mama ga bisa mencegah. Tahu sendiri dia kalau mau sesuatu seperti apa.” Papa memberi alasan.


“Faiz ke kamar dulu pa.” Faiz beranjak meninggalkan papanya melangkah cepat menaiki tangga, namun langkahnya terhenti karena mendengar teiakan mama.


“Sayaaaannng... ini mama buatkan susu sama ada cake.” Mama melihat Faiz di ujung tangga.


Memang dari dulu sudah kebiasaan Faiz dan Naura minum susu sebelum tidur dan mama selalu membuatkannya.


“Makasih ma, suruh bibi buat antar ke kamar Faiz ada kerjaan yang harus Faiz selesaikan malam ini.” Jawab faiz yang berlalu begitu saja.


Faiz memasuki kamar yang cukup lama ia tinggalkan namun semua masih sama tak ada yang berubah atau pun berpindah. Mama selalu menjaga dan merawat semua barang-barang Faiz.


Faiz melepas jaz dan kemejanya kemudia melemparkannya di tempat pakaian kotor sepatu sudah tergeletak asal. Ia merebahkan tubuh kekarnya di atas ranjang king sizenya. Ponsel.sudah berada di tangan kanan sepertinya Faiz akan menghubungi seseorang.


...


“Aku butuh bantuanmu"


...


“Tolong kau lacak keberadaan adikku di puncak malam ini secepatnya aku tunggu.”


...


Faiz menutup panggilannya dengan anak buahnya. ia kembali merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar.


“Semoga kamu baik-baik saja ra, kakak khawatir sama kamu.”

__ADS_1


Faiz menyelesaikan pembicaraan di telepon tadi setelah mendengan ketukan pintu. Ia membuka pintu dan ternyata mama yang datang membawa segelas susu coklat dan beberapa potongan cake karamel kesukaannya.


“Ini susu sama cakenya sayang.” Mama memberikan nampan yang besrisi susu dan cake.


“makasih ma. Kenapa mama yang repot ke sini buat mengantar ini kan tadi aku min tolong sama bibi.” Faiz menerima nampan tersebut dan meletakkannya di atas nakas.


“Mama Cuma kangen sama kamu Faiz.” Satu kalimat yang langsung menyayat hati Faiz.


“Maafkan Faiz ma.” Hanya maaf yang keluar dari bibir Faiz. Faiz berhambur memeluk mamanya.


“Ya sudah kamu mandi dan istirahat besok kan week end kita buat acara kecil-kecilan untuk menyambut Naura.” Mama mengusap pipi Faiz dengan lembut.


Sentuhan yang sudah lama ia rindukan kini menyentuh hingga relung kalbu. Menciptakan kehangatan dan kenyamanan.


“Iya ma.” Faiz membiarkan mamanya pergi karena memang sudah malam.


Faiz kembali duduk di tepi ranjang ia melohat laporan dari anak buahnya yang baru tadi mencari info keadaan puncak.


“APA!!!”


“Naura terjatuh dan yang ini dia hampir si gigit ular. Dan apa lagi ini siapa laki-laki yang berani menyentuh Naura.” Faiz terkejut dengan beberapa foto yang ia dapatnkan dari anak buahnya yang selama ini mengawasi naura dimana pun berada.


“CARI TAHU SIAPA LAKI-LAKI YANG TELAH MENYENTUH NAURA!!”satu perintah sejuta ancaman. Begitulah posesifnya Faiz ketika menjaga adik perempuan satu-satunya.


Ting.. notifikasi pesan email masuk di ponsel Faiz. Sebuah info data tentang laki-laki yang menyentuh Naura.


“KURANG AJAR.. MAU MAIN-MAIN RUPANYA. “ guman Faiz dengan geram.


_ashfa_may_

__ADS_1


__ADS_2