
"Ooohhh doang pak"jawab Anis.
"Eeee.."tiba-tiba ucapan ku terhenti ketika David datang dan memotong percakapan.
"Tenang Anis Bima bisa bantu kok,Bim Lo antar Anis pulang ya"kata David sambil merangkul pundak ku dengan santai nya seakan aku ini bukan bos nya.
"Ii_yaaa Anis kamu ikut saya saja,biar saya antar pulang"kataku dengan kaku.
"Boleh boleh ayok pak"kata Mila dengan semangat dan berjalan menuju mobil ku namun langkah nya terhenti ketika David menarik tangan Mila.
"Mau kemana Lo mil"tanya David sambil masih memegang tangan Mila.
"Ya mau ke mobil pak Bima lah kan mau pulang"kata Mila dengan raut wajah kesal karna di tahan David.
"Eeeetttssss kata siapa Lo ikut Bima,Bima cuma anterin Anis bukan elo mil"
"Lah gimana gue pulang kalau gitu"kata Mila yang sedang sangat kesal.
"Udah Lo gue yang antar,biar Bima antar Anis"
"Tapi kan vid"ucapan Mila terhenti ketika tangan David membungkam mulut nya.
"Ssssssstttt udah Lo ikut gue nga ada tapi tapian"david pun menarik Mila yang masih terlihat ke bingung dengan sikap David.
__ADS_1
"Eemmm ayo masuk ke mobil saya"tawarku pada Anis.
"Baik pak makasih"jawab Anis sambil berjalan menuju mobil.
Di perjalanan tidak ada percakapan apapun antara kami namun sesekali aku melirik Anis yang sedang melihat ke arah kaca mobil.
Beginilah kalau kami satu mobil atau sedang berduaan hanya ada diam di antara kami selama 6 tahun ini tidak ada percakapan apapun selain membahas pekerjaan jadi jangan heran kalau selama 6 tahun ini kenapa aku belum bisa membuat Anis mencintai ku.
Aku ingin akrap dan dekat dengan Anis tapi sikap dingin ku yang menghalangi.
"Hooh dasar Bima ayo ngomong dong mumpung berduaan"ucapku dalam hati.
"Eeee Anis kamu mau lagsung pulang atau mau mampir makan dulu"tanya ku dengan memberanikan diri.
"Terserah bapa, saya ikut saja"jawab Anis dengan memandang ku.
"Baik pak"jawab Anis dengan di seratai senyum manis nya itu.
"Pak nanti kita berhenti di restoran yang biasa ya"kataku pada pak sopir.
"Baik tuan"jawab pak sopir tanpa bertanya nama restoran itu lagi, pak sopir memang sudah tau karna Sakin sering nya aku ke sana.
POV ANIS
__ADS_1
Setelah 10 menit di perjalanan kami pun berhenti di restoran.
"Wahhh ini pasti makanan nya mahal"gumam ku.
Jelas saja mahal terlihat dari luar pun restoran ini sangat lah mewah.
"Ayok Anis masuk"kata pak Bima sambil memegangi tangan Ku.
"Oh ya tuhan apa yang Bima lakukan kenapa dia memegang tangan ku dan mengandeng ku ke dalam"batin ku.
"Ayo silahkan duduk Anis"kata pak Bima sambil menarikan kursi untuk ku, oohh romantis sekali balok es ini.
"Terimakasih pak"ucap ku sambil duduk di kursi dan aku aga sedikit bingung dengan sikap manis nya pak Bima.
Setelah itu kami memesan makanan dan minuman tentu saja pak Bima yang memesan itu semua kalau aku mengikuti saja apa yang dia pesan karna aku tidak terlalu paham dengan makanan yang mahal seperti ini heheh maaf ya aku terlalu kampungan.
"Ayo Anis makanlah"ucap pak Bima sambil senyum padaku ooh ya tuhan rasanya detak jantung ku tidak beraturan ketika melihat senyum nya yang begitu langka.
"Baik pak"jawab ku dengan senyum.
"Ooh ya Anis kamu bisa berhenti memanggil saya dengan sebutan pak karna usian kita hanya berbeda 2 tahun aku berumur 28 dan kau 26"ucap pak Bima sambil menatap ku.
"Tapi nanti saya keliatan kurang ajar pada anda pak, nanti apa kata pegawai kantor kalau mendengar saya memanggil anda dengan nama saja"ucap ku dengan serius.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saat di kantor kau bisa memanggilku dengan sebutan pak,tapi saat di luar seperti ini kau harus memanggilku ku dengan nama ku saja yaitu Bima".
"Tta_api pak"jawab ku dengan terbata bata.