CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 35


__ADS_3

"Nga pak nga kok"alasan ku agar Bima tidak marah pada karyawan kantor.


"Berhenti lah berbohong Anis semua yang bersalah padamu sudah ku pecat dan ku ganti dengan karyawan baru"


"Aapp_aaa di pecah Bim"jawab ku dengan kaget.


"Iya,jadi apa lagi alasan mu untuk menjauh dariku Anis?"


"Bb_iimmm"


"Anis berhenti lah bersikap aneh padaku!"


"Tapi kamu kenapa bersikap cuek juga pada ku Bim?"


"Aku tidak cuek Anis aku hanya menghindar beberapa hari untuk mencari tau apa yang terjadi padamu aku mengawasi mu setiap hari ayah mu masuk rumah sakit Pun aku tau aku tidak tidur tidak pulang selama 1 Minggu di rumah sakit karna hanya ingin mengawasi mu"ucap Bima sambil memegangi tangan Ku.


"Biimm apa kau mengawasi ku?"tanya ku dengan heran ternyata dia mengawasi ku selama ini.


"Iya sayang apa kau pikir aku akan melepasmu begitu saja tentu saja tidak"jawab Bima yang lagsung memeluk ku.


"Bim maafin aku,aku nga bermasuk untuk menyakiti mu tapi aku hanya tidak ingin kalau nama baik mu buruk hanya karna aku Bim"ucapku sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Tidak masalah sayang tapi lain kali jangan di ulang kalau ada masalah bicara lah padaku kalau kau diam kau malah membuat ku semakin repot karna harus mencari"ucap Bima sambil menatap ku.


"Iya aku janji"ucapku dengan senyum aku lega dan bahagia karna ternyata Bima tidak marah padaku dan aku tidak jadi kehilangan Bima.


Meski ku akui memang aku yang salah karna tidak biacara dulu pada Bima tentang masalah ini ya aku memang lah bodoh


Untung nya aku punya lelaki yang begitu sabar dan menyayangi ku.


"Sayang"


"Iya Bim"


"Bagaimana kondisi ayah mu?"


"Nanti pulang kantor aku mau menjenguk ayah kamu,tidak papa kan?"


"Nga papa Bim malah aku senang kalau kamu mau menjenguk ayah ku"


"Baiklah kalau begitu kita kerja dulu ya Bim agar cepat pulang dan cepat bertemu dengan ayah ku"ucapku pada Bima.


"Nanti saja sayang aku masih rindu padaku"ucap Bima dengan nakal.

__ADS_1


"Ayolah Bim kita kan akan selalu bersama-sama terus kenapa kauseperti ini"


"Nga saya tidak akan keluar dari ruangan mu kecuali"ucap Bima gantung.


"Kecuali apa?"tanya ku dengan penasaran.


"Kecuali kau memberikanku pelukan dan ciuman"jawab Bima yang lagsung menarik tubuh ku masuk ke dalam dekapan nya.


"Bim iiihh Bim nanti aja kita kerja dulu aak eeeemmmm"ucapan ku terhenti ketika bibir ku sudah di sambar Bima.


aku tidak bisa lagi untuk menolak ciuman Bima tidak ingin melepas bibir nya dan bibir ku.


semakin ku dorong tubuh Bima dia malah semakin ganas mencium ku.


dan akhirnya aku hanya bisa pasrah dengan tingkah laku Bima.


dreettttt_dreetttt suara ponsel Bima yang ada di dalam saku celana nya tapi dia sama sekali tidak menghiraukan itu.


tapi ponsel nya terus saja berdering dan itu sangat menggangu kami.


"aaggghhh siapa sih gangu aja"ucap Bima sambil merogoh kantong celana nya.

__ADS_1


"angkat dulu Bim siapa tau penting"ucapku pada Bima sambil mengusap bibir yang basah akibat ******* jitu Bima.


"halo"ucap Bima pada orang yang ada di sebrang telpon.


__ADS_2