
"Iya nak"
Setelah itu aku ke warung dekat rumah sakit untuk membelikan ibu air minum.
Tapi ketika hendak membayar uang cas ku habis dan terpaksa aku harus ke atm dulu.
Setelah sampai di atm aku terkejut ketika melihat saldo ku yang sisa sedikit karna membayar biaya rumah sakit ayah.
Iya sebenar nya tabungan ku tidak lah banyak meski aku sudah bekerja selama 6 tahun.
Karna setiap bulan separuh gajih ku ku berikan pada ayah dan ibu.
Belum lagi rumah dan mobil yang telah ku beli itu sangat lah menguras tabungan ku.
"Ya ampun saldo sisa sedikit kalau begini gimana aku bisa berhenti bekerja dari kantor belum lagi ayah harus sering terapi pasti akan banyak memakan biaya"gumamku.
"Apa ku urungan saja niat ku untuk keluar dari kantor tapi apakah aku sangup menghadapi Bima"
"Tapi kalau aku tidak bekerja bagaimana nasib ayah, apalgi sekarang mencari pekerjaan sangat susah belum lagi izajah ku hanya tamatan smk"batin ku.
"Aaaggghh kondisi ini benar-benar membuat ku pusing"
Setelah menarik uang dan membeli minum untuk ibu selesai aku lagsung masuk ke ruang rawat ayah.
"Anis maafkan ayah nak,ayah hanya merepotkan mu"ucap ayah ketika aku baru masuk ke ruangan.
"Ayah sudah sadar?"
"Tidak masalah ayah ini kewajiban anis sebagai anak"
"Anis ayah ingin pulang saja ayah takut biaya rumah sakit akan semakin bertambah"ucap ayah sambil memandang ku.
__ADS_1
"Mana bisa ayah pulang, ayah harus di rawat baru juga oprasi yah"
"Tapi biaya nya akan semakin banyak anis"
"Ayah tenanglah uang anis masih bisa untuk membayar biaya rawat ayah"jawabku untuk meyakinkan ayah padahal uang ku sepertinya tidak cukup tapi nanti akan ku pikiran soal uang aku bisa pinjam.
Setelah seminggu ayah di rawat aku dan ibu selalu ada di samping ayah.
Dan kata dokter ayah sudah boleh pulang ke rumah.
"Bu anis bayar biaya nya dulu ya"ucapku pada ibu.
"Iya nak"
Aku pun bergegas ke Kasir untuk membayar dengan harapan uang ku cukup.
"Mba berapa biaya rawat ayah saya"
"Bapak Irwan mba"
"Baiklah tunggu sebentar ya"
"Baiklah"
Setelah menunggu beberapa saat akhir nya tagihan nya pun muncul.
"Ini mba tagihan nya"
Aku sangat kaget karna melihat tagihan itu sangat banyak dan uang ku tidak cukup untuk membayar.
"Mba,mba"ucap Kasir itu yang membuat ku tersadar dari lamunan
__ADS_1
"Eehh iya mba"
"Mau bayar sekarang atau nanti?"
"Eeee mba saya boleh minta waktu nga 1 hari aja"
"Minta waktu kenapa mba?"
"Uang saya nga cukup"
"Oohh ya sudah tidak masalah mba"
"Makasih mba"
Aku benar-benar bingung harus mencari uang ke mana.
"Apa aku harus pinjam uang pada Mila"batin ku.
Setelah itu aku bergegas untuk ke rumah mila.
Sesampai nya di depan pintu aku me getuk pelan pintu rumah nya dan berharap bahwa mila ada di dalam.
"Tok_tok_tok millll milaaa"
"Hay nis kenapa tumben lo ke rumah gue"sapa mila ketika membuka pintu.
"Mil gue boleh minta tolong nga sama lo?"
"Minta tolong apa nis tapi bentar dulu lo ke mana aja seminggu ini nga masuk kantor ?"
"Gue di rumah sakit mil"
__ADS_1