
Aku bergegas untuk ke luar dan pada saat di luar terlihat bahwa balok es itu tiba tiba menunggu ku di luar mobil biasanya tidak pernah seperti itu.
"Yok pak kita brangkat"ucap ku kepada pak Bima yang diam mematung mungkin karna terkejut melihat kecantikan ku yang luar biasa ini, batin ku.
"Pakk haloo hayyy heloo ololololo"teriak ku memanggil nya dan sontak saja balok es itu pun langsung terkejut mendengar teriakan ku.
"Kenapa pak terpesona ya meliat kecantikan ku"kata ku sambil mengoyang goyangan kan kaki.
Setelah mendengar ucapan ku itu pak Bima pun perlahan lahan mendekat sampai aku terpojok di dinding, wajah nya begitu dekat dengan wajah ku Mbah kan bibir kami pun sangat dekat, hanya tersisa beberapa centi saja akan terjadi ciuman, jika aku maju sedikit.
Oh ya tuhan detak jantung ku pun sudah tidak beraturan lagi bagaikan di kejar kejar depkolektor rasanya.
Aroma tubuh nya sangatlah wangi wajah nya begitu tampan selama 6 tahun bekerja menjadi sekertaris nya baru kali ini aku benar benar meliat betapa tampan nya balok es ini.
Aku tanpa sadar menutup mata dan terasa sekali hembusan nafas pak Bima di telinga ku dan dia berkata
"Sepatu mu beda sebelah,apakah ini model baru"ucapnya sambil tertawa terbahak bahak.
Sontak aku pun kaget mendorong pak Bima dan meliat sepatu ku dan ternyata benar sepatu ku beda sebelah.
__ADS_1
Jangan di tanya lagi betapa malu nya aku wajah ku memerah bak buah kesemek eh salah maksud nya buah tomat.
"Iiii....yyyaaaa lah ini Emang model baru"kata ku sambil terbata bata aku memberi alasan karna tidak mau tambah malu lagi ,karna terlalu terburu buru makanya bisa sampai salah pakai sepatu begini.
"Ganti lah saya malu membawa mu dengan model terbaru mu itu"pak Bima berkata seperti itu sambil menahan tawa.
"Iiii...yyyaaaa yaudah aku ganti tunggu sebentar"dengan rasa malu dan kesal aku masuk dan menganti sepatu ku.
kami pun masuk ke mobil di dalam mobil tidak ada pembicaraan apapun hanya ada pak Bima yg cengegesan mungkin dia ingat kejadian tadi.
POV BIMA
Sesampai nya di pesata pernikahan itu kami keluar dari mobil dan aku memikirkan beberapa rencana yang menguntungkan bagi ku.
"Anis"
"Iya pak"
"Sini gandeng tangan saya"
__ADS_1
"Loh kenapa pak"
"Ayo gandeng aja kita harus keliatan romantis di depan orang orang"wajah nya kelihatan bingung saat aku berbicara seperti itu.
"Iii..yyyaaaa pak"
Kami pun masuk dan di sambut baik oleh beberapa rekan kerja di sana, acarapun sudah mau di mulai.
Dan benar saja semua mata tertuju pada ku dan Anis semua orang memuji kecantikan Anis dan memuji ketampanan ku tentunya.
"Wah wah tuan Bima sekertaris tuan sangat cantik"kata salah satu rekan bisnis.
"Iya cantik sekali kalian cocok sekali"ucap yang lain nya.
Kami hanya tersenyum mendegar semua pujian itu dan karna harus ada urusan aku pun meminta izin pada Anis untuk menemui pak wahyu dulu.
"Anis saya Tinggal sebentar ya ada yang har saya urus"ucap ku padanya dan di balas angukan.
Setelah beberapa lama aku berbicara pada pak Wahyu mata ku tertuju pada Anis yang sedang di dekati pria,sontak saja itu membuat hati ku panas meliat nya.
__ADS_1