
"Maaf pak permisi saya mau ke sana dlu"ucapku pada pak wahyu dan di iyakan oleh pak wahyu.
Aku berjalan menuju Anis yang keliatan sedang risih di dekati banyak pria.
"Ehem permisi ada apa ya mendekati calon istri saya"ucapku pada pria pria itu.
"Ooohh maaf tuan kami tidak tau kalu nona cantik ini calon istri tuan maaf tuan kami permisi"mereka pun lagsung pergi dengan wajah menunduk karna takut meliat tatapan ku yang begitu tajam.
"Pak kenapa bapak bilang kalau saya calon istri bapa"?tanya Anis padaku.
"Saya terpaksa biar mereka menjauh dari mu"ucapku dengan dingin dan wajah datar padahal hati ku mengatakan bahwa aku sangat ingin mengabulkan apa yang tadi ku ucapkan menjdikan Anis sebagai calon istri.
"Ooohhh iya pak makasih ya,saya sangat risih dengan mereka tadi"ucap Anis sambil tersenyum manis.
"Iya"ucapku singkat padat dan jelas.
Setelah pesta pernikahan itu selesai aku dan Anis menuju mobil untuk pulang.
************
POV ANIS
Sesampai nya di kosan aku lagsung masuk dan membaringkan tubuh ku karna badan ini terasa cape sekali.
"Pesta itu sunguh melelahka belum lagi tadi selalu di goda para pria menyebalkan rasanya untung saja ada pak Bima yang menolong ku"gumam ku sambil merebahkan diri.
__ADS_1
"Eeehhhh tadi pak Bima ketawa terbahak bahak kok aku nga merhatiin ya wah Daebak itu pertama kalinya aku melihat pak bima tertawa seperti itu setelah 6 tahun aku bekerja dengan nya"entah kenapa ingatan itu tiba-tiba timbul begitu saja.
Setelah rebahan beberapa menit mata ku pun terpejam dan tertidur tanpa mandi mbah ganti baju wajah pun masih dengan polesan mekup yang sedikit luntur.
Tok_tok_tok ketukan pintu itu terdengar membuat ku terbangununtuk membuka pintu.
"Siapa sih malam-malam begini bertamu nga tau apa orang lagi kecapean"gumam ku sambil berdiri untuk membuka pintu.
Krekkkk pintu terbuka.
"Aaaaaaaaaaaa ttt_ooolooong hantu"
Sontak saja teriakan itu mengagetkan ku yang masih setengah sadar menjadi sadar sepenuhnya.
"Huhhh gue pikir Lo hantu"ucap nya dengan sedikit lega.
Lagian aku bingung kenapa bocah ini menyebut ku hantu.
"Kenapa sih Lo teriak kaya gitu"
"Lo liat cermin deh"ucap mila sambil mendorong ku untuk melihat cermin.
"Aaaaaaaaaaaa"teriak ku terkejut
"Nah gimana liat sendiri kan"
__ADS_1
"Boset muka gue udah kaya hantu valak"ucapku saat melihat riasan yang berantakan dan maskara yang luntur.
"Nyadar kan Lo muka udah kaya hantu"ucap mila sambil duduk di bangku.
"Iya heheh, eh Lo ngapain ke sini mil malam malam gini"
"Malam dari mana sih b*go ini udah pagi tuh matahari aja udah mau muncul,mimpi Lo ya"
"Masa sih"dan aku pun melihat jam di hape dan benar saja waktu sudah menunjukkan jam 05:30.
ku pikir masih malam karna hari di luar masih gelap.
"Gue sengaja ke sini pagi-pagi begini ya cuma untuk bangunin Lo, gue nga mau Lo telat lagi, gue kan sahabat yang baik "ucap mila sambil senyum Pepsodent.
"Widihhh tumben tumbenan Lo mil"
"Yaudah gih sana mandi siap siap gue mau bikin sarapan dulu buat kita"ucap mila sambil berjalan menuju dapur.
"Nanti ajalah mil ini masih kepagian untuk mandi dingin tau"
"Mandi nga Lo kalau nga nih piring melayang ke kepala Lo jangan bikin gue telat karna nunguin Lo udah baik baik juga gue ke sini"ucap mila sambil sedikit emosi sahabat ku yang satu ini memang sudah seperti emak-emak seramnya.
"Yaudah oke"
Setelah mandi dan bersiap siapa aku dan Mila pun berangkat ke kantor, kami berangkat menggunakan mobil Mila saja karna aku masih terlalu Mengantuk untuk mengemudi.
__ADS_1