CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 28


__ADS_3

"Nak ibu nga mau kamu khawatir ibu ingin melihat kondisi ayah mu dulu parah atau tidak kalau tidak parah maka ibu akan rawat sendiri tapi ternyata parah Anis sampai harus di rujuk ke rumah sakit kota dan kenapa ayah mu belum sadar sampai sekarang itu krna guncangan di kepala nya"jawab ibu dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi kata ibu bahwa kepala ayah aman"


"Iya nak aman karna pembuluh darah nya tidak pecah tapi tetap harus sering kontrol takut nya ada luka dalam yang menyebabkan ayah kamu tidak sadar seperti ini"


"Baiklah ibu lakukanlah oprasi ayah sekarang juga"


"Apakah kamu punya uang nya sayang?"


"Ibu tenang lah aku punya tabungan dan itu cukup untuk biyaya rumah sakit ayah"


"Maafkan ayah dan ibu ya nak sudah merepotkan kamu"


"Ibu jangan ngomong gitu aku ini anak kalian sudah kewajiban ku"


"Buk kapan kata dokter ayah akan sadar?"tanya ku pada ibu.


"Kata dokter nanti malam harus nya sudah sadar nak"

__ADS_1


"Baiklah ibu,ibu tungu ayah saja biar aku yang mengurus semua biyaya administrasi nya"ucapku pada ibu sambil keluar ruangan dan menuju Kasir.


Setelah menyelesaikan semua urusan dan mendapatkan keputusan,kata dokter ayah bisa di operasi besok ketika ayah sudah siuman.


Aku masuk lagi ke ruangan ayah untuk istrirahat dan duduk di sofa yang tersedia di ruangan ini.


Ku lihat ibu sudah tidur di lantai beralasankan tikar dan tas di jadi kan bantal.


Ku lihat wajah tua kedua orang tua ku ini membuat ku meneteskan air mata.


"Maaf kan anis ayah ibu karna belum bisa membahagikan kalian"gumamku.


Aku pun merogoh tas untuk mengambil ponsel tapi malah kertas yang ku dapat di dalam tas.


Ku liat kertas itu dan baru ku ingat bahwa ini surat pengunduran diri dari kantor tapi belum sempat ku berikan pada HRD karna tiba-tiba ibu menelpon tadi.


"Ya sudah lah nanti saja ku berikan ini"ucapku sambil memasukkan kertas itu ke dalam tas lagi dan mencari-cari di mana ponsel itu akhirnya ku temukan.


Setelah mengabari bibi aku memutuskan untuk membersihkan diri di toilet umum meski tidak mandi setidaknya aku harus cuci wajah.

__ADS_1


Ketika di toilet aku mendegar seperti ada suara Bima dan david tapi aku tidak menghiraukan itu mana mungkin Bima dan david ada disini lagi pula gimana mereka bisa tau kan aku belum memberitahukan pada mereka.


Selesai membersihkan diri aku langsung ke ruangan ayah dan berbaring di samping ibu yang sudah terlelap tidur.


"Anis bangun nak"ucap ibu dengan lembut.


"Iyy_aa bu"sahutku dengan mata yang masih megantuk.


"Kamu nga kerja anis?"tanya ibu padaku.


"Mana mungkin anis kerja bu sedangkan kondisi ayah seperti ini lagi pula anis nga akan bisa fokos kerjas karna memikirkan ayah"sahutku pada ibu sambil duduk.


"Yasudah kalau begitu minta izin dulu sama bos mu anis nanti kamu di cariin kalau tidak kerja tanpa kabar"titah ibu padaku.


"Baiklah bu akan anis kabari"


"Halo pak saya izin tidak masuk kerja mungkin seminggu"ucapku dari telpon pada Bima.


"Ya sudah"jawab Bima singkat.

__ADS_1


__ADS_2