CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 26


__ADS_3

Setelah itu aku masuk mobil dan pulang,aku lagsung merebahkan diri ke kasur tanpa ganti baju dan mandi.


Karna hari ini mood ku benar-benar rusak hatiku juga nga karuan.


"Bim maaf atas semua sikap buruk ku padamu wajar kalau kamu marah padaku dan bersikap seperti tadi"ucapku dengan air mata yang mengalir.


"Nis ayo iklas lupakan Bima meski tidak ada kata putus di antara kalian tapi anggap saja kalian sudah berpisah"kataku pada diri sendiri.


Sakit rasanya apalagi kalau harus bertemu setiap hari.


"Apakah aku berhenti saja bekerja,agar tidak bertemu lagi dengan Bima dan nama baik nya terselamatkan"gumamku dengan air mata yang terus saja mengalir.


"Iya sepertinya nya aku harus berhenti tabungan ku selama ini kaya nya cukup deh buat biyaya hidup sementara aku mencari kerjaan baru"ucapku dengan berdiri dan mengambil kertas dan pulpen untuk menulis surat pengunduran diri.


Ku tulis surat pengunduran diri itu dengan air mata yang terus saya menetes sampai membasahi kertas itu.


Setelah selesai menulis aku langsung mandi untuk menyegarkan diri dan setelah selesai mandi aku pun memutuskan untuk tidur.


Pagi hari pun tiba aku bangun aga kesiangan karna tadi malam aku begadang hanya karna menangis.


Segera aku bergegas untuk mandi dan bersiap ke kantor.

__ADS_1


Setelah semua selesai ku pastikan lagi tidak ada yang tertinggal terutama surat pengunduran diri.


Setelah sampai di kantor aku lagsung di harapkan dengan berkas dan pekerjaan yang menumpuk.


Sehingga seharian aku hanya di dalam ruangan mengerjakan semua kerjaan ini.


Setelah semua selesai aku memutuskan istrirahat dan pergi ke dapur kantor untuk membuat kopi.


"Hay nis"sapa Mila padaku.


"Hay mil"balasku.


"Ngapain Lo bikin kopi sendiri kan ada ob"tanya Mila.


"Iya iya lagian Lo ke ngapain aja sih seharian ini nga muncul makan siang pun Lo nga keluar ruangan?"


"Gue sibuk banyak banget kerjaan numpuk"sahutku pada Mila sambil menyeduh kopi.


"Ooohhh gue pikir Lo sama pak Bima mitting ke luar soalnya gue liat pak Bima juga nga ada si ruangan nya"


"Bima nga ada ke mana dia,apa jangan-jangan dia nga masuk kantor karna aku?"batin ku.

__ADS_1


"Nis Nis oooyy"teriak Mila.


"Ii_yaa Mila"jawab ku yang kaget.


"Ngapain Lo melamun kaya gitu mikirin pak Bima ya?"


"Enga gue gantuk aja kecapean juga banyak kerjaan"alasan ku.


"Yaudah gue ke ruangan lagi ya"ucapku pada Mila sambil pergi berlalu.


Aku sengaja cepat-cepat pergi agar Mila tidak bertanya tentang hubungan ku dan Bima lebih jauh lagi.


Kalau sampai dia tau aku menjuhi Bima dan berencana mau keluar dari kantor ini bisa-bisa dia ngamuk.


Setelah sampai di ruangan aku lanjut kerja dan setelah menyelesaikan pekerjaan.


Aku berencana mau memberikan surat pengunduran diri ini pada HRD, tadinya aku mau lagsung memberikan pada Bima.


Tapi info yang ku dengar dari Mila bahwa Bima tidak ada di ruangan nya seharian ini, jadi ku titipkan saja pada HRD.


Setelah semua ku rasa beres dan aku bersiap untuk ke ruangan HRD.

__ADS_1


Setelah sampai di depan pintu ruanga HRD tiba-tiba ponsel ku berdering.


"Halo Bu"ucapku di seberang telpon.


__ADS_2