
"Tidak ada tapi tapian saya tidak mau terlihat tua karna kamu memanggil saya pak apalagi di depan umum seperti ini"kata Bima dengan serius.
"Baik pak eh Bima maksud nya"jawab ku dengan senyum.
Aku pun tidak mengerti kenapa tiba-tiba Bima menyuruh ku seperti itu padahal selama 6 tahun ini dia tidak masalah dengan sebutan pak.
Setelah makan kami pun bergegas untuk pulang dan sesampainya aku di depan kok tiba-tiba Bima memanggil ku yang sedang berjalan menuju kosan.
"Anis sebentar"kata Bima sambil berjalan menuju ke arah ku.
"Iya ada Bim"
"Saya mau tanya hadiah apa yang kamu suka"tanya Bima padaku degan nada yang kaku.
"Kenapa Bim tanya seperti itu"aku heran kenapa tiba tiba hari ini sikap nya aneh tadi bersikap romantis dan sekarang dia menanyakan hadiah apa yang aku suka.
"Tidak aku hanya bertanya jawablah"
"Aku suka boneka dan bunga bim"jawab ku padanya.
"Ooh baiklah"
"Iya saya masuk dlu ya"
__ADS_1
"Eh tunggu Anis"
"Ada apa lagi ya Bim"
"Besok saya jemput ya"tawar Bima yang makin membuat ku heran.
"Tidak perlu bim aku kan punya mobil sendiri"tolak ku secara halus.
"Mobil mu tidak usah di pakai biar kan saja di bagasi besok kamu saya yang jemput tidak ada penolakan"ucap pak Bima sambil masuk ke dalam mobinya.
Ya meskipun aku tinggal di kosan, tapi kosan ku punya bagasi kok gays jadi jangan tanya di mana aku menaruh mobil ya heheh.
**********
"Drett_dreettt_dreettt suara ponsel ku berbunyi siapa sih pagi buta begini menelpon"kataku dengan sebel.
"Halo selamat pagi Anis apakah kau sudah bangun"sontak saja Suara itu membuat aku membulatkan mata dengan sempurna, itu Bima iya Bima si balok es itu.
"Ii_yya pak eh Bim saya sudah bangun ada apa ya apakah ada pekerjaan yang perlu saya kerjakan sepagi ini "
"Haha tidak ada Anis,saya hanya ingin menyapa mu saja dan membangunkan mu biar tidak terlambat lagi kalau begitu baiklah saya tutup telpon nya jangan lupa sarapan ya sebelum ke kantor nanti saya jemput"sambungan telpon pun terputus.
Aku hanya bisa terganga dengan sikap aneh Bima beberapa hari ini, ada apa dengan nya
__ADS_1
Dia bagaikan balok es yang sedang mencair.
Waktu sudah menunjukkan jam 07:30 tiba tiba ada suara mobil berhenti di depan kosan.
"Itu pasti Bima aku harus cepat sebelum dia marah"ucap ku sambil mengambil tas dan keluar dari rumah.
Kali ini sikap nya kembali jutek dan dingin benar benar manusia yang aneh sikap nya tidak bisa di tebak.
"Ayo cepat masuk"ucap Bima.
Setelah masuk ke mobil seperti biasa tidak ada percakapan apapun antara kami.
Sesampai nya di kantor aku pun masuk keruang ku sedangkan Bima masuk ke ruangan nya.
*********
Nga kerasa udah jam makan siang,aku dan mila bergegeas menuju restoran untuk makan,letak restoran nya pun tidak terlalu jauh dari kantor jadi kami ke sana hanya jalan kaki.
Se sampai nya di restoran aku dan Mila memesan makanan dan ngobrol-ngobrol tentang kerjaan.
"Gimana mil kerjaan Lo hari ini cape nga"tanya ku kepada Mila untuk membuka obrolan.
"Yah gitu-gitu aja sih Nis,kerjaan Lo gimana pasti jawaban Lo sama kan cape kerja sama bos yang dingin,udah tau gue"ucap mila sambil sedikit tertawa.
__ADS_1
"Iya sih,eehhh tapi mil sikap pak Bima itu akhir-akhir ini aneh loh"
"Aneh gimana maksud Lo"?