CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 19


__ADS_3

"Iya menjijikan"


Dobrak pintu kamar sebelah terbuka dengan keras ternyata itu.


"Eh kalau ngomong jangan sembarangan ya anis itu nga kaya gitu"ucap mila dengan tegas pada mereka.


"Apaan sih mil emang bener kan lo juga liat semalem mereka ngapain"jawab salah satu wanita-wanita itu.


"Diaaammmmmm kalian cewe-cewe dakjal"ucap mila sambil menjambak salah satu rambut wanita itu.


"Aaaa sakit mil sakit mil"teriak wanita itu.


"Sakit kan rasain lo makanya jangan ngomong yang nga nga tentang sahabat gue"kata mila sambil terus menjambak rambut wanita itu.


"Eh tolongin gue anji*g masa kalian diam aja ini mila njambak rambut gue woy"kata wanita itu meminta bantuan sama temen-temen nya.


"Awas lo mil"ucap wanita-wanita itu dan akhirnya mereka semua mengoroyoki mila.


"Aaaaaaa sakit ****** kalau mau satu lawan satu dong semen banget lo semua aaaaaa"ucap mila sambil berteriak ke sakitan.


Mendengarkan itu semua aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari toilet setelah sekian lama aku diam mendengarkan keributan mereka.


"Berhenttiiiiiiiiiiiiiii!!!!!"teriak ku pada mereka semua.

__ADS_1


Setelah mendegar kan teriakan ku mereka akhirnya berhenti ber kelahi.


"Anis sejak kapan lo disitu"tanya wanita-wanita itu.


"Sejak lo semua ngehina gue dan ngomong gin yang bukan bukan tentang gue"ucapku pada mereka dengan menatap tajam.


"Udah yo pergi nanti di anduin lagi sama pak Bima"kata salah satu wanita itu.


"Yok pergi,awas lo nis kalau sampai ngadu sama pak Bima"ancam wanita itu padaku.


Dan akhirnya mereka pun pergi aku lagsung melihat keadaan mila yang sudah berantakan.


"Mil lo ngapapa kan"tanya ku pada mila sambil memeluk nya.


"Lo kenapa mil"tanya ku dengan bingung kenapa sahabat ku di ini marah.


"Lo sejak kapan ada di dalam toilet itu"tanya mila dengan tatapan kesal.


"Sejak tadi mil"


"Lo dengar nga apa yang mereka katakan tentang lo?"tanya mila dengan mata berkaca-kaca.


"Huuhhh gue tau semua mil"ucapku sambil menghembuskan nafas.

__ADS_1


"Terus lo kenapa diam aja bego lo itu lagi di hina"ucap mila dengan meneteskan air mata nya itu.


"Mill gue nga mau berdebat sama mereka,lo juga mil ngapain main jambak-jambakan kaya gitu cuma buat gue ngapain mil"tanya ku yang sudah hampir menangis juga.


"Lo sahabat gue nis gue nga akan biarin siapapun ngehina lo ngerti lo"ucap mila dengan jari telunjuk nya menunjuk ke wajah ku.


"Makasih mil lo selalu ada buat gue tapi gue nga mau kalau lo sampai kenapa-napa gue nga mau mil gue sayang sama lo"jawabku dengan menangis dan memeluk mila lagi.


"Lo dengerin gue nis lo bukan cuma gue angap sahabat gue tapi lo keluarga gue siapa pun yang menyakiti lo akan gue musnahin"


"Udah mil Jangan di pikirin yah gue nga papa kok"ucapku pada mila sambil melepas pelukan dan merapikan rambut nya yang berantakan.


"Tapi yang mereka bilang tentang lo itu nga bener kan nis"tanya mila sambil memandang ku dengan tatapan penuh tanya.


"Lo nga percaya sama sahabat lo mil?"


"Bukan nya gue nga percaya tapi gue ngeliat apa yang terjadi semalem nis apa yang sebenar nya terjadi antara lo dan pak Bima?"


"Kalau gue cerita lo akan percaya nga"


"Goblok lo nis kalau gue nga percaya sama lo ngapain gue sampai bela belain lo kaya gini"


"Iya iya sebenar nya gue sama Bima udah jadian mil"

__ADS_1


"Hah sejak kapan kok lo nga bilang sama gue,gue ini lo angap apa sih sahabat atau apa sih?"tanya mila dengan marah.


__ADS_2