
"Sabar dulu mil gue nga kasih tau lo karna gue takut akan tersebar di seluruh kantor lo tau kan kalau staff kantor selalu berpikiran yang enga-enga tentang gue"
"Lo nga percaya sama sahabat lo ini Nis?"
"Iya gue percaya mil maafin gue ya"ucapku pada mila.
"Yaudah nga papa lain kali jangan di ulang nis kalau ada apa apa lo wajib cerita ke gue jangan kaya gini"
"Iya yaudah yo kita ke ruangan lo rapiin rambut lo itu lagi"ucapku sambil mengandeng tangan sahabat ku mila.
Sesampainya di ruangan mila aku lagsung merapikan tampilan nya yang berantakan akibat berkelahi tadi.
"Nis"
"Heem"jawab ku yang masih sibuk merapikan rambutnya.
"Lo yakin mau terus melanjutkan hubungan lo sama Bima?"
"Kenapa mil?"
"Ya gue cuma nga mau lo di fitnah di rendah kan di omongin juga sama temen-temen kantor karna masalah ini"
"Gue juga nga tau mil tapi gue sayang sama Bima"
"Gue dukung apapun keputusan lo nis apapun yang akan terjadi gue akan selalu ada buat lo"ucap mila sambil tersenyum pada anis.
"Makasih mil lo emang sahabat terbaik gue"jawab ku sambil memeluk mila.
__ADS_1
Setelah merapikan penampilan mila aku pun pergi ke ruangan ku lagi dan mulai bekerja.
"Aduh cape sekali"ucapku sambil duduk di kursi.
"Gimana ini semua udah tau tentang aku dan Bima"ucapku sambil berpikir.
"Apa iya aku putusi. Bima hanya karna ini kaya nya nga mungkin aku udah terlnjur sayang sama Bima dan juga dia pasti nga akan biarin aku putusin dia gitu aja"
"Huuhhh Lalu aku harus gimana?"ucapku sambil bersender di kursi itu dan menghembuskan nafas kasar
**************
POV BIMA
"sekarang udah jam pulang kaya nya aku mau ke ruangan anis dulu buat ajak pulang"ucap Bima sambil menunju ruangan anis.
"Loh anis kemana dia kok nga ada"ucapku ke bingungan.
Aku pun merogoh Kantong celana untuk mengambil henpon dan menelpon anis.
"Henpon anis aktif tapi kenapa dia tidak menganggat telpon dariku"ucapku dengan merasa khawatir dengan gadis itu.
Sudah 30 kali aku melakukan pangillan telpon tapi kenapa tidak di angkat.
"Coba ku kirim pesa whatsapp aja"ucapku sambil mengetikan pesan pada anis.
"Sayang kamu di mana kok nga ada di ruangan kamu nga papa kan?"
__ADS_1
"Aku nelpon kamu juga nga angkat,kamu udah pulang?"
"Sama siapa sayang kamu pulang jangan bikin aku khawatir"pesan ku pada anis.
Namun tidak ada balasan apapun dari anis,aku bingungan harus bertanya pada siapa dan aku ter ingat dengan mila iya mila coba ku tanya saja.
Aku pun menelpon mila setelah 5 detik kemudian telpon ku pun di angkat.
"Halo pak ada apa"tanya mila dari seberang telpon.
"Halo mil kamu liat anis nga"tanya ku pada mila.
"Saya nga tau pak"jawab mila.
"Ooohh yaudah"
"Emang anis kenapa pak?"
"Dia nga ada di kantor saya cuma khawatir Makanya saya carii"
"Ooohh iya pak nanti saya hubungi anis untuk menanyakan di mana dia"
"Baik makasih ya"iya pak sama sama.
Setelah itu telpon terputus,aku ingin sekali mencari anis tapi aku nga tau keberadaan nya nanti saja lah di nunguin kamar dulu dari mila.
Kalau nga asa kabar maka akan ku cari sendiri.
__ADS_1
************