
"Beli baju buat kamu" jawab pak Bima sambil keluar mobil.
"Aapppaaa whaaatt beli baju buat aku wahhh ini kan mahal insecure dompet aku kalau masuk ke sini"ucapku dengan pelan dan sambil keluar dari mobil.
"Ayo cepat masuk"
"Iya pak"
Pada saat masuk ke dalam kami lagsung di sambut baik oleh pegawai butik itu.
"Selamat datang tuan Bima senang sekali tuan bisa berkunjung ke butik kami ayo silahkan masuk"ucap penjaga butik itu.
Akupun menoleh ke kanan dan ke kiri kadang juga keputar putar kepala ku ini meliat baju dan gaun gaun yang sangat cantik yang pastinya mahal.
"Tolong pilihkan gaun terbaik untuk Anis ya mba"! Ucap Bima kepada pegawai butik itu.
"Baik tuan akan kami ambilkan, sebentar ya"dan pegawai butik itupun berlalu pergi.
"Pak kenapa bapak membawa saya ke sini baju dan gaun disini kan mahal mahal pak"tanya ku ke pak Bima sambil menatap nya heran.
"Lalu kenapa"?
__ADS_1
"Saya nga sangup bayar pak kaya nya dompet saya pun pengen kabur dari tempat ini karna terlalu insecure" ucapku sambil nyengir ke pak Bima
"Kata siapa kamu nga bisa bayar,kamu masih bisa bayar kok malah bisa dapat 2 gaun lagi"katanya dengan santai.
"Hah cara nya gimana pak saya kan nga punya uang pak" ucap ku sambil heran.
"Sini saya kasih tau cara nya, medekat lah"dengan wajah serius pak Bima bicara seperti itu.
Dan akupun mendekat kan diri kepada pak Bima Mbah kan hidung kami hampir saja saling bersentuhan akibat terlalu dekat.
"Cara nya kamu jual ginjal kamu" ucap pak Bima sambil menahan senyum.
"Iiiihhh pakk jahat banget sih"aku kesal banget udah serius dengerin eehhh malah di suruh jual ginjal.
"Nih coba sana"kata pak Bima sambil menyodorkan gaun berwarna biru tanpa lengan yang panjang nya sampai lutut di tambah dengan aksen mengkilap kilap layak nya gaun orang-orang kaya.
"Iya"aku pun masuk ke ruang ganti dan betapa indah nya gaun warna biru ini di tubuhku.
Akupun keluar dan menunjukkan nya pada pak Bima.
"Pak gimana"tanya ku sambil memutar mutar tubuh.
__ADS_1
"Wahhhh cantik"gumam Bima dengan pelan namun tetap terdengar oleh Anis.
"Apa pak"
"Eh iya biasa aja udah itu aja Mba bungkus ya"kata pak Bima.
Padahal apa yang di katakan Bima itu memang benar Anis sangat lah cantik tubuh langsing dan tinggi yang profesional, rambut lurus panjang terurai, kulit putih bersih yang membuat gaun itu sangat cocok di pakai Anis namun Bima malu untuk mengakui nya.
"Ini sudah saya transfer ya 500juta rupiah"kata pak Bima sambil memperlihatkan layar hape nya untuk menunjukkan bukti transfer ke pada pegawai butik itu.
"Aku terganga mendengar harga gaun itu 500juta rupiah ya ampun benar kata pak Bima kalau aku jual ginjal bisa dapat 1 sampai 3 gaun semahal ini"
Setelah dari butik pak Bima pun mengantar ku pulang.
************************
Jam 7 pagi aku bangun dari tidur dan lagsung mandi karna aku harus dandan secantik mungkin untuk pergi ke pesta pernikahan itu.
"Sebenar nya aku malas bangun pagi apalgi berdandan kaya gini tapi mau bagaimana lagi ini kan permintaan balok es itu katanya biar nga bikin malu nama perusahaan"
Setelah bersiap siap selama 2 jam akhir nya aku bisa istrirahat sebentar sambil nungui jemputan balok es itu.
__ADS_1
"Sunguh melelahkan sekali berdandan seperti ini"
Tiiiiiittttt.......tiiiiitttttt....tiiiittttt suara klakson mobil pak Bima pun sampai di depan kosan ku yang sederhana ini.