
"Aaauuuuu pak sakit"ucap Anis sambil memegang tangan nya yang ku Cengkram dengan erat.
"Maaaf Anis saya tidak sadar menyakiti mu"ucapku pada Anis sambil melepas pegangan tangan ku.
"Maaf pak saya permisi mau pulang"ucap Anis pada ku sambil berlalu menuju parkiran lagi.
Kali ini aku hanya diam dan tidak mengejar nya karna percuma dia tidak akan bicara padaku.
Ku rogoh ponsel yang ada di saku celana untuk menelpon David dan meminta bantuan nya.
"Halo kenapa bro"ucap David dari sebrang telpon.
"Halo vid gue butuh bantuan Lo"
"Bantuan apa bro"
"Lo caritau tentang Anis dan apa aja yang dia alami beberapa hari ini"
"Emang kenapa bro Lo gagal pdkt sama dia"ucap David dengan bingung karna dia tidak tau kalau aku dan Anis sudah jadian.
"Gue udah jadian sama Anis vid udah 3 bulan"
"Lah gila Lo kok gue nga tau"kata David dengan terkejut.
__ADS_1
"Sorry gue nga bilang sama Lo karna ini permintaan Anis,tapi hari ini Anis aneh banget vid dia menghindar dari gue jadi gue minta tolong sama Lo cari tau apa yang terjadi sama Anis"
"Siap bro,akan gue cari tau itu semua"ucap David.
"Yaudah cepet ya"jawab ku dan mematikan panggilan telepon itu.
*************
POV ANIS
"Maaf kan aku bim hikkss"ucapku sambil menangis.
"Aku menjauh bukan karna aku benci padamu dan marah padamu namun semua ini ku lakukan biar nama baik mu tidak buruk di mata pegawai kantor"
Seketika teringan masa-masa indah yang ku lalui selama 3 bulan ini bersama Bima
Masa-masa indah di mana belum ada masalah di hubungan kami.
Setiap pagi aku ke ruangan nya dan memakaikan dasi pada Bima.
Sering jalan bareng ke luar,sering diner, banyak kebahagiaan di waktu 3 bulan itu.
Namun kini aku harus iklas melepas Bima aku tidak mau kalau Bima akan buruk di mata pegawai nya aku juga tidak mau martabat Bima hancur hanya gara-gara pacaran dengan seorang sekertaris seperti ku.
__ADS_1
Setelah puas menangis akupun akhir nya merasa lapar dan memutuskan untuk beli makanan di luar.
Ketika di perjalanan aku tiba tiba mendengar suara orang yang meminta tolong.
"Tolong tolong tolong tolong saya"Suara itu berasal dari dalam gudang kosong yang ada di pinggir jalan.
Dengan gemetar dan takut aku berusaha untuk meliat orang tersebut siapa dia dan apa yang terjadi padanya.
Jika situasi aman akan ku tolong tapi jika bahaya aku panggil polisi saja.
Sesampai nya di depan pintu gudang itu akupun masuk perlahan dengan menghidupkan sinter yang ada di ponsel ku untuk penerangan.
Setelah masuk beberapa langkah ke dalam gudang aku terkejut ketika melihat seorang pria yang babak belur dan terikat.
Kondisi nya sangat sekarat apa yang terjadi padanya.
Setelah itu aku lagsung melepas ikatan di tangan dan kaki nya.
"Ayo apakah kau bisa berdiri biar ku antar ke rumah sakit"ucapku pada pria itu.
Dengan pelan pria itu berdiri dan berjalan dengan perlahan dengan sambil memegang pundak ku.
"Ayo kita ke rumah sakit,biar ku pesan dulu taksi online nya"
__ADS_1