CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 16


__ADS_3

POV ANIS


"Oh ya Tuhan apa yang terjadi padaku kenapa aku bisa biasanya lagsung menerima Bima dan lebih parah nya lagi aku membalas cium nya"ucapku sambil merebahkan diri lagi ke kasur yang empuk ini.


"Rasa tidak percaya sekarang aku menjadi pacar nya CEO, yang benar saja bukan kah dia ornag yang dingin dan cuek orang yang sering membuat ku kesal tapi sekarang malah jadi kekasihku"ucapku sambil menepuk pelan pipi ku.


"Apalagi tadi dia mencium kening ku sebelum pergi aaahhh romantis sekali"ucapku sambil senyum-senyum jika mengigat momen dia menembak ku.


"Ya sudah lah jangan terlalu girang dulu anis kamu baru jadi kekasih belum jadi istri"ucapku sambil beranjak menuju kamar mandi.


Setelah mandi dan siap siap aku lagsung berangkat ke kantor dengan perasaan yang berbunga-bunga karna sekarang ada ayang di kantor yang menati.


************


Tok_tok_tok suara ketukan pintu dari ruangan ku.


"Nis boleh saya masuk"ucap salah satu pegawai di kantor.


"Iya silahkan masuk"


"Ini Nis berkas yang harus di tanda tangani pak Bima"ucap pegawai itu dengan meletakkan berkas di meja kerja ku.

__ADS_1


"Kenapa harus aku yang minta tanda tangan pak Bima"?


"Pak Bima tidak ingin aku yang mengantar, dia meminta mu yang mengantar berkas ini ke ruangan nya nis"


"Yaudah nanti saya antar"


"Baiklah kalau begitu saya keluar perimisi dulu"


"Iya silahkan"


"Apalagi yang Bima rencanakan apakah dia sengaja menyuruh ku yang mengantar ini agar bisa bertemu"


"Tok_tok_tok aku mengetuk pintu ruangan Bima,pak boleh saya masuk.ucapku sambil memutar gangan pintu.


"Pak ini berkas yang harus di tanda tangani"


"Baik taruh di atas meja saja"ucap Bima dengan wajah yang fokos menatap ke leptop.


"Baiklah kalau begitu saya keluar"ucapku sambil berbalik dan berjalan menuju keluar.


Namun saat Di depan pintu langkah ku terhenti saat tangan Bima mingkar di pinggang.

__ADS_1


"Mau ke mana ka sayang"ucap Bima padaku sambil memeluk dengan erat.


"Bim apa apaan sih lepas nanti kalau di liat yang lain gimana"ucapku sambil berusaha melepaskan pelukan Bima.


"Memang nya kenap kalau yang lain tau anis apakah itu masalah"ucap Bima dengan kesal karna pelukan nya ku lepas.


"Itu masalah untuk ku Bima nanti apa pikiran mereka tentang aku mereka pasti berpikir bahwa aku wanita genit yang merayumu sehingga kau menerima ku sebagai sekertaris padahal aku tidak berpendidikan tinggi dan tidak ber pengalamn"ucapku dengan sedikit kesal.


Hampir semua karyawan di kantor ini selalu mengosip aku karna bisa biasanya aku di terima sebagai sekertaris padahal tidak punya pendidikan tinggi dan pengalamn.


6tahun aku bekerja disini karyawan yang lain selalu berusaha mencari-cari kesalahan ku.


Untung nya Bima tidak pernah memecat ku walau dia kadang juga marah atas kesalahan ku dan keterlambatan ku datang ke kantor.


mereka menuduh ku jual diri pada pak Bima karna mustahil gadis seperti ku bisa bekerja di perusahaan yang besar seperti ini apalgi posisi sebagai sekertaris.


Lantas bagaimana kalau mereka sampai tahu aku berpacaran dengan Bima pasti mereka akan semakin menuduh ku yang tidak-tidak.


"Apa yang kau katakan anis"ucap Bima setelah mendegar ucapanku tadi.


"Aku takut Bim kalau aku di tuduh mereka yang tidak-tidak"ucapku pada bima dengan mata yang berkaca-kaca dan hampir mengeluarkan air mata.

__ADS_1


__ADS_2