
Dia begitu cantik walau tidur sekalipun, ku condong kan badan mendekati nya berniat untuk membangunkan tapi malah dia memeluku dan tangan nya melilit di leher ku mungkin karna dia sedang bermimpi.
Hal itu membuat Wajah ku pon sangat dekat dengan wajah nya ku tatap wajah cantik ini,hatiku berkata bisakah aku memiliki mu Anis.
Dan mata ku tertuju pada bibir pink yang manis milik Anis.
Ccuupp aku mencium dan ******* dengan lembut bibir anis entah kenapa aku berani sekali tapi rasanya hatiku sangat senang sekali,selama 6 tahun ini aku memperhatikan bibir manis ini dan akhir nya ku dapatkan juga walau dengan cara licik.
"Apa yang kau lakukan Bim"teriak Anis sambil mendorong ku.
"Aa_ppa maafkan saya,saya hilaf"kataku sambil gelagapan karna takut Anis marah padaku.
Dia terlihat masih shok sambil memegang bibir nya yang ku cium tadi.
"Maaf maaf_kan saya Anis"aku mendekat padanya sambil meminta maaf.
"Bim kenapa kau mencium ku"tanya Anis sambil menatap ku.
Ku tarik nafas panjang dan menghembuskan nya pelan.
"Apakah ini saat nya aku jujur pada anis bahwa aku mencintainya kalaupun Aku berbohong lagi toh sudah ke tangkap basah kalau aku mencium nya tadi"gumam ku dalam hati.
"Baiklah Bima ayo ungkapan saja semuanya di terima atau di tolak itu urusan belakangan yang penting hati ku lega sudah mengeluarkan apa yang ingin aku katakan selama bertahun-tahun ini"batin ku.
"Anis saya ingin jujur padamu"ucapku pada Anis dengan sedikit tegang.
__ADS_1
"Jujur apa Bim"jawab Anis dengan ekspresi wajah bingung.
"Se_se_benar nya saya mencintaimu"ucapku dengan terbata-bata karna gugup.
"Aa_pa kau mencintaiku"jawab Anis dengan mata yang membolat melihat ku.
"Iyaa apakah kau mau menjadi pacar dan calon istri saya"ungkap ku pada Anis dengan berani.
"Saya tidak memaksa mu Anis jika kau tidak menyukai saya maka lupakan saya apa yang terjadi di antara kita hari ini angap..."ucapan ku terputus ketika Anis tiba-tiba mencium bibir ku.
Ccuuppp bibir manis Anis melekat di bibir ku rasanya darah ku bergejolak ketika mendapat kan ciuman ini apakah ini artinya anis menerima ku.
Maka ciuman nya pun ku balas dengan mengisap dan ******* bibir anis, tangan ku mulai melilit di pinggang ramping nya itu.
Setelah beberap saat berciuman Anis melepas bibir nya dan tersipu malu tetrlihat sekali wajah nya memerah.
"Yang benar berrti ini artinya kau mau menjadi pacar dan calon istri saya"ucapku dengan rasa tidak percaya.
Anis hanya menjawab dengan anggukan sambil wajah yang menunduk malu.
"Yessss hore akhirnya"aku bersurak ke girangan.
Dengan spontan aku memeluk tubuh ramping Anis dan pelukan ku di balas Kemabli oleh Anis.
"Sejak kapan kau mencintaiku"tanya ku pada Anis saat masih dalam pelukan.
__ADS_1
"Sejak sikap mu berubah Bim saat kau berhenti bersikap dingin dan jutek padaku aku mulai merasa nyaman saat berada di dekat mu"jawab Anis sambil melepas pelukan itu.
"Kalau kamu Bim sejak kapan mencintai ku"tanya anis dengan mentap dan memeggang tangan ku.
"Sejak kecil nis"jawab ku spontan.
"Apa"ucap anis dengan terkejut.
"Tidak sayang aku bercanda,aku tidak tau sejak kapan aku mencintai mu"jawab ku pada anis sambil menyentuh ujung hidung nya.
aku tidak mau membongkar semuanya dulu sebelum aku tau bahwa anis benar-benar mencintai ku.
"Iiihhh Bima kamu ngeselin"jawab anis sambil bibir yang di manyunkan dan dia mengambil ponsel nya yang terletak di atas meja dekat kasur.
"Ooohh astaga kita terlambat ke kantor"teriak anis setelah melihat jam di ponsel nya.
"Hey tenang lah sayang apa kau lupa pacar mu ini adalah CEO nya jadi untuk apa kau se heboh itu"ucapku sambil tertawa kecil melihat tingkah laku gadis ku ini.
"Ooh iya lupa hehehe"jawab nya dengan mengaruk tengkuk leher.
"Yaudah kamu siap siap ya aku pulang dulu"ucapku pada anis sambil berdiri dan mau keluar dari kamar nya.
"Baiklah biar ku antar ke depan"ucap anis sambil mengikuti langkah ku.
"Hati-hati di jalan Bim"ucap anis yang masih terlihat Malu atas kejadian tadi.
__ADS_1
"Iya kamu nanti hati-hati jua ke kantor nya"ucapku sambil mengecup kening gadis cantik itu.
Setelah itu pun masuk ke mobil dan pulang.