
"Aa_paan ini buat saya Bim"?tanya Anis dengan wajah bingung.
"Iya buat kamu Anis"
Dia mengambil boneka dan bunga itu dengan senyum manis dan malu.
"Makasih Bim tapi ini untuk apa ya"?
"Boleh saya masuk ke rumah kamu sebelum saya menjelaskan"pinta ku pada Anis.
"Oo_oohh iya boleh ayo masuk"
Akupun masuk ke rumah sembari itu Anis ke dapur untuk mengambil kan air minum,aku pun melihat isi rumah nya yang begitu rapi,warna putih soft mendominasi ruangan Anis banyak bunga juga disini rupanya dia suka menanam bunga.
Dan tidak sengaja aku melihat gelang yang waktu kecil dulu ku berikan pada Anis,gelang itu di taruh nya di dalam lemari kaca tembus pandang yang terletak di ruang tamu.
"Ternyata kau masih menyimpan ini Anis tapi kenapa kau tidak menggenali ku setelah dewasa "gumam ku sambil merasa sedih.
"Bim ayo duduk ini jus nya di minum dulu"ucap Anis yang mengagetkan Ku.
"Oh iya makasih"akupun duduk dan meminum jus itu.
" Eeemm apa yang mau kau jelaskan bim tentang boneka dan bunga itu"?tanya Anis sambil menatap ku penasaran.
__ADS_1
"Begini Anis kamu sudah bekerja dengan saya selama 6 tahun, saya memberikan hadiah itu untuk kamu karna sudah sangup bekerja dengan saya selama ini"ucapku sedikit kaku.
"Bim kamu harus nya tidak perlu melakukan ini"ucap Anis sambil tersipu malu.
"Tidak apa-apa Anis terimalah hadiah itu"jawab ku sambil menatap matanya.
"Terimakasih bim"jawab Anis sambil senyum.
"Iya sama-sama,nis boleh kah aku bertanya sesuai padamu"?
"Boleh tanya apa bim"?
"Aku melihat di dalam lemari mu ada gelang kecil itu punya siapa"? Tanya ku pada Anis berharap dia menceritakan semua apakah dia masih ingat atau tidak.
"Ooohhh sekarang di mana anak laki-laki itu nis"? Tanya ku seolah tidak tau.
"Aku tidak tau bim setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan nya"
"Ooohhh,apakah kau merindukannya nis"aku berharap Anis menjawab iya.
"Tentu saja, dia laki-laki yang selama ini aku tunggu aku berharap bisa bertemu dengan nya lagi"jawab Anis dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ternyata dia masih memikirkan aku namun kenapa dia tidak mengenaliku"batin ku dengan ekspresi bahagia dan senyum karna Anis masih mengingat itu semua.
__ADS_1
"Eh udah deh kok jadi bahas gelang itu"kata Anis.
"Baiklah kalau begitu saya pulang ya"
"Baik akan ku antar kamu ke depan"
"Iya ayo"kami pun pergi ke luar karna aku harus pulang.
"Hati-hati di jalan Bim"teriak Anis setelah aku masuk ke mobil dan bersiap pulang,ku lihat senyum dan tangan anis yang melambai.
**************
POV ANIS
Setelah Bima pulang aku pun masuk ke rumah lagi dan membereskan gelas bekas kami minum tadi.
"Toh kan aneh tiba-tiba di bersikap romantis lagi sebenarnya apa yang terjadi pada balok es itu membuat ku bingung saja"gumam ku sambil menuju dapur untuk meletakkan gelas.
"Tapi aku suka sifat dia yang seperti ini entah kenapa perasaan ini terasa tersentuh dan bahagia saat melihat boneka dan bunga yang di berikan Bima"ucapku sambil memeluk boneka besar itu.
************
Seperti biasa hari hari ku di isi Dengan pekerjaan namun pada saat malam hari tiba-tiba ada suara klakson mobil akupun ke luar meliat siapa dia dan ternyata itu Bima.
__ADS_1
Beberapa hari ini aku sangat dekat dengan Bima sikap nya yang berubah itu telah membuat situasi kami mencair tidak kaku seperti 6 tahun lalu.