CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS

CINTA TERPENDAM CEO UNTUK SEKERTARIS
BAB 22


__ADS_3

Dan tiba-tiba teringat dengan anak lelaki yang ku tolong dulu apakah dia baik-baik saja sekarang apakah dia sudah tumbuh dewasa sepertiku.


"Aku merindukan mu anak kecil yang ceroboh bisa-bisanya dia jatuh ke jurang"ucapku sambil tersenyum saat ingat kejadian dulu.


"Dia pasti sering datang ke desa untuk mencariku namun sayang aku sudah pindah ke desa papah pastinya dia tidak akan menemukan ku lagi"ucapku sambil menarik nafas dan menghembuskan kan nya pelan.


Setelah beberapa menit aku rebahan akhirnya aku tertidur.


************


POV BIMA


"Gimana anis mil kamu sudah ketemu sama dia"ucapku di sebrang telpon.


"Udah pak anis nga papa dia ada di taman tapi udah pulang tadi bareng saya"


"Ooohh ya syukur lah kalau anis tidak kenapa-napa makasih mil"


"Sama-sama pak"


Sambungan pun terputus, aku lega kalau anis tidak kenapa napa.

__ADS_1


Setelah tau keadaan anis tidak kenapa napa aku memutuskan untuk tidur.


**********


Pagi ini aku akan menunggu Anis di parkiran kantor biar masuk nya nanti akan bareng.


Tidak lama kemudia muncul mobil Anis dan parkir di sebelah mobil ku.


Setelah memarkir mobil Anis pun keluar dan berjalan menuju kantor.


"Anis hey tungguin saya"teriak ku pada Anis.


"Anissss hey"teriak ku untuk kedua kalinya padanya namun tidak di respo sama sekali malah Anis makin cepat berjalan.


"Anis kamu nga dengar tadi saya panggil di parkiran"ucapku sambil engap karna lari mengejar Anis.


"Maaf pak ada perlu apa keruangan saya"jawab Anis.


"Apa,kamu panggil saya apa,kenapa kamu bersikap seperti ini sayang"jawab ku pada Anis yang membuat ku bingung atas sikap nya.


"Maaf pak kalau tidak ada yang bapak bicarakan saya mau keluar ada urusan"ucap mila sambil berlalu meninggalkan ku di ruangan nya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada Anis apakah dia marah padaku,tapi kenapa?"gumamku bingung dengan sikap Anis.


"Yasudah aku kerja saja dulu nanti pulang akan ku tanyakan padanya apa yang terjadi sehingga dia bersikap seperti itu padaku"ucapku sambil menunju ruangan.


Hari ini aku benar-benar tidak fokos untuk bekerja karna memikirkan Anis apa yang terjadi.


"Aaaaaagggggghhhhhhhh ini membuat ku gila"teriak ku sambil mengucek-ucek rambutku.


Setelah pekerjaan selesai dan waktunya pulang aku memutuskan untuk menunggu Anis di parkiran.


Setelah sekian lama Anis muncul dan ketika aku mau menghampiri nya tapi dia malah lari dari ku.


Setelah mengejar Anis aku mendapatkan nya di toilet.


"Kamu kenapa Anis apa yang terjadi kenapa kamu begini padaku?"tanya ku pada Anis sambil memegang tangan nya.


"Maaf pak saya mau pulang"ucap Anis dengan menunduk.


"Anis liat saya apa yang terjadi apakah saya ada salah sama kamu?"ucapku dengan sedikit berteriak karna gemas dengan tingkah Anis.


"Kenapa Anis katakan ada apa kalau kau marah bicara lah padaku kita selesaikan masalah ini dengan dewasa"ucapku pada Anis.

__ADS_1


"Bukan dengan caramu yang menghindar dan diam seperti ini"bentak ku pada anis dengan mata yang berkaca-kaca.


"Anis apa kau tau aku tidak bisa hidup kalau kah menjauh dari ku sayang"ucapku dengan mata yang sudah berair dan jatuh ke pipi.


__ADS_2