
"Pak apa aku boleh minta tolong"?
"Boleh tuan muda minta tolong apa"?
"Aku ingin pak Joko menggerahkan orang untuk selalu mengawasi gadis itu dan selalu beritau kan ke saya apapun informasi tentang dia"
"**...aaaappi tuan muda bagaimana dengan tuan dan nyonya"?
"Jangan beri tau mereka pak saya mohon"!
"Baiklah tuan muda akan saya lakukan"
Sejak itu aku tau bagaimana seluk beluk kehidupan Anis, dan pada saat dia lulus SMK aku memutuskan untuk membuka loker sekertaris,aku berharap dia yang akan melamar kerja namun setahun sudah aku menunggu tidak ada Anis untuk melamar kerja.
Lalu aku memutuskan untuk mencari tau sosmed Anis dan menemukannya aku sengaja mengikut akun ig anis dan memposting loker itu lagi.
Setelah 2 Minggu kemudia akhir nya ku terima berkas lamaran yang bernama anisaa dan foto nya yg cantik lebih cantik dari waktu kecil dulu.
Dengan cepat aku menyuruh HRD untuk memanggil nya interview dan pada saat interview aku selalu meliat dirinya berharap dia masih bisa mengenali ku.
Namun sepertinya dia memang benar benar sudah melupakan ku.
Aku bisa saja lagsung mengatakan cinta dan menikahi nya waktu itu namun aku tidak ingin dia menerima ku karna terpaksa dan bukan atas dasar cinta.
__ADS_1
Maka dari itulah kenapa sampai sekarang aku masih diam dan memendam perasaan ini padanya dan tanpa sepengetahuan anis aku sering melihat diri nya ketika sedang bekerja bersama ku.
Oohh ya tuhan sampai kapan aku bisa memendam ini semua.
Sudah 6 tahun Anis bekerja dengan ku tapi aku masih belum bisa membuat dia mencintai ku.
"Dorrrrrrrrr ngapain Lo diem diem baeee bimm"ucap sepupu ku sekaligus rekan kerja nama nya David
"Eeehhhhh apa apaan sih Lo bikin kaget aja"sontak aku terkejut dari lamunan ku.
"Yah Lo ngapain juga melamun awas hati hati nanti Lo bisa kesurupan Loh bim" ucapnya dengan wajah meledek.
"Ya nga akan kesurupan lah kan setan nya ada di hadapan gue"kataku sambil menahan senyum.
************************
POV ANIS
"Duh ngapain ya sih pak Bima nyuruh aku ikut dia kan bisa ajak cewe lain, toh banyak cewe yang antri buat pergi sama dia ke pesta itu"ucap Anis dengan berjalan bulak balik Karna gelisah.
Dreettttt...... Dreettttt suara ponsel ku berbunyi ternyata yang menelpon tak lain dan tak bukan adalah pak Bima.
"Halo ada apa pak Bima"?
__ADS_1
"Sekarang ke parkiran saya sudah menunggu kamu di mobil saya kasih kamu waktu 5 menit untuk turun"ucap pak Bima di seberang telepon.
Belum sempat aku menjawab tapi telpon nya sudah terputus.
"Dasar balok es hoohh sabar sabar meski cape kerja sama balok es ini tapi aku tetap butuh pekerjaan ini masih banyak yang harus aku ujudkan demi ayah dan ibu"
Akupun berjalan tergesa gesa menuju parkiran di bawah dengan beberapa kali menabrak orang orang yg menghalangi jalan ku.
"Huuuuhhhhffffff ya tuhan cape sekali aku aku begitu susah bernafas akibat berlari"ucap ku masih dengan tersengal Sengal hampir kehabisan nafas.
"Tiiiiitttttt tiiiitttt suara klakson mobil pak Bima mengisyaratkan aku harus cepat masuk ke mobil" aku lagsung berjalan dengan tertatih tatih menuju mobil nya.
"Ayo cepat"ucap pak Bima dengan santai nya.
"Iyaaaaaa"enak saja menyuruh cepat cepat apa dia nga liat apa kalau aku hampir mati karna hampir kehabisan nafas dasar Balok es batin ku.
Dan akupun masuk ke mobil pak Bima dan duduk di samping nya tentu saja di bangku penumpang karna pak Bima selalu punya sopir pribadi jadi dia jarang mengemudikan mobil nya yang mewah ini.
"Kenapa rambut mu berantakan seperti itu Anis"?tanya pak Bima dengan wajah datar nya.
"Tidak pak tidak apa apa akan segera saya rapikan kembali"dasar balok es emang dia nga sadar apa aku berantakan ini gagara dia menyuruh ku untuk cepat turun, batin ku.
Setelah 30 menit perjalanan mobil pun berhenti di depan butik terkenal dan termahal.
__ADS_1
"Pak kita ngapain ke sini" aku bertanya pada pak Bima dengan heran.