
"Hay nis"ucap mila.
"Ngapain lo mil ini masih jam kerja"ucapku padanya.
"Santai napa nis gue ke sini juga karna kerajaan"ucap mila sambil menyilangkan tangan di depan dada nya.
"Kejaan apa cepetan gue sibuk"ucapku pada mila sambil mata masih tetap fokos ke leptop.
"Bima toh nyuruh lo ke ruangan nya buat antarin teh"
"Lah kok antarin teh gue sih kan masih ada ob"ucapku sambil mengerutkan kening.
"Ya mana gue tau bego,udahlah gue mau ke ruangan gue lagi yang penting gue udah bilang sama lo, lo pergi atau nga terserah!"ucap mila sambil meninggal kan ruangan ku.
"Heran aku sama Bima semenjak pacaran ada ada saja permintaan nya yang tidak penting"
"Yasudah kalau begitu turuti saja apa permintaan nya"ucapku sambil beranjak ke dapur dan meminta ob membuat teh nya dan aku yang mengantar kan.
Tok_tok_tok ketuk ku ke pintu ruangan nya Bima.
"Masuk"teriak Bima dari dalam.
__ADS_1
"Bim nih teh nya"ucapku sambil menaruh secangkir teh itu di meja Bima.
"Makasih sayang"ucap Bima sambil senyum.
"Apa apaan sih Bim nanti kalau kedengaran orang gimana"ucapku pada bima.
"Mana mungkin akan terdengar sayang kau ini ada-ada saja"ucap Bima berdiri dan berjalan mendekati ku.
"Ya kan kita harus hati hati Bim biar nga ketahuan"ucapku pada bima yang sudah berdiri tegap di depan ku.
"Nga usah takut sayang"ucap Bima sambil menyentuh ujung hidung ku.
"Iih apaan sih ini pasti alasan kamu aja akan nyuruh aku antarin teh ke ruangan padahal kamu cuma mau ngerjain aku"ucapku kesal pada bima.
Setelah Bima duduk aku juga ingin duduk tapi dia menarik tangan ku dan mendudukan ku di pangkuan nya.
"Sayang kamu cantik"ucap Bima sambil membelai rambut ku.
"Kamu juga ganteng Bim"ucapku sambil menatap kekasihku itu.
Setelah saling pandang kami saling memdekatkan wajah untuk berciuman.
__ADS_1
Tapi rencana itu gagal karna tiba-tiba Bima mendorong ku dari pangkuan nya.
"Aww sakit Bim apaan sih kamu"ucapku kesal pada bima.
"Eeekkheem apa kalian liat-liat"ucap Bima sambil menatap kaca yang ternyata belum tertutup dengan horden.
Matakupun terbuka lebar saat melihat
Ternyata Staff kantor sedang berkumpul menonton kami dari kaca sedari tadi.
Setelah itu aku lagsung berdiri dan keluar dari ruangan Bima.
Ketika keluar dari ruangan tatapan staff kantor itu sunguh aneh padaku.
Ke esokan harinya saat aku ke toilet,ada beberapa wanita staff kantor yang sedang berkaca di toilet.
"Eh bener kan kalau anis itu memang mengoda dan jual diri pada pak Bima"ucap salah satu wanita itu.
"Iya ya bener kasian banget murahan demi pekerjaan dia rela kaya gitu"
"Iya bener aku nga nyagka juga loh"
__ADS_1
"Ya iyalah lah gue to udah curiga sama anis dari dulu,coba lo pikir mungkin nga dia jadi sekertaris walau pendidikan nya itu cuma SMK dan dia nga punya pengalamn juga tau"