
Setelah usaha keras Tara untuk membangunkan Nia, akhirnya Nia terbangun juga dari tidur pulasnya.
"Jam berapa Tar?" Nia bertanya dengan suara khas bangung tidurnya, dia masih berusaha untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya yang belum terkumpul sempurna.
"Jam 8:30 Nia, kamu tau gak? aku bangunin kamu dari satu jam lebih, gak bangun-bangun emang kamu kalau bangung pagi selalu ngebok gini apa?" Tara sudah mengerut tidak jelas oleh Nia, bisa-bisanya sahabatnya itu susah sekali dibangunkan.
"Hehe maaf Tara gue emang gini kalau udah tidur, ya udah kalau gitu gue mandi dulu by"
Nia turun dari kasurnya segera menuju kamar mandi, seperti tidak melakukan kesalahan apa-apa Nia pergi begitu saja meninggalkan Tara yang sudah sangat kesal pada dirinya.
"Niaa!!"
"Wah, bener-bener tu anak kayak gak punya salah aja" ucap Tara, sambil berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya juga Nia, seharusnya Tara sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua sedari tadi, tapi gara-gara Nia yang sangat susah sekali dibangunkan, Tara barus bisa menyiapkannya sekarang.
"Akhirnya selesai juga" ucap Tara pada diri sendiri setelah dia selesai menyajikan dua mangkok mie rebus.
Tara segera membawa dua mangkung mie rebus yang sudah disajikan, untuk sarapannya dengan Nia, Tara membawanya di meja yang sudah disediakan di dalam Villa tersebut.
"Nia, ayok sarapan!!"
Mendengar teriakan dari Tara, Nia segera menyusul Tara ketempat dimana Tara berada.
"Maaf Tara, gue ngerepotin"
"Apa sih Nia kayak sama siapa aja, udah ayok makan gak usah banyak mikir"
Setelah mengucapkan hal itu Tara dan Nia segera menyantap mie mereka masing-masing, keduanya sangat menikmati sarapan pagi mereka, walaupun hanya dengan mie instan rebus saja..
"Nia habis ini kita mau kemana?" tanya Tara di sela-sela makannya, dia sedang berusaha mengalihkan pikiran Nia agar tidak bertanya tentang apa yang terjadi semalam pada dirinya.
"Gimana kalau jalan-jalan sekitar Villa?" ajak Nia.
"Boleh juga sih, ya udah abis ini langsung otw oke"
Tara merasa sepertinya Nia benar-benar melupakan kejadian semalam.
"Gue tau Tara lu lagi berusaha biar gue gak bertanya tentang masalah semalam kan? tapi tenang aja gue gak balak bertanya apa-apa kok, gue juga tau kalau lu udah merasa lega lu bakal cerita sama gue, lu gak bakal mendem ini semua sendiri " batin Nia sambil terus menyeruput kuah mienya yang tinggal sedikit, tapi dia secara tidak sadar sedari tadi memperhatikan Tara.
"Nia, kamu kenapa liatin aku kayak gitu?"
__ADS_1
"Eee, apa Tara?" Nia benar-benar tidak sadar jika sedari tadi menatap Tara dengan aneh.
"Mata kamu serem" cicit Tara.
"Hahahaha"
Saat ini Nia benar-benar tertawa lepas setelah mendengar perkataan yang terlempar dari bibir Tara barusan dan Nia juga bisa melihat wajah takut Tara.
"Kenapa ketawa?" Tara sudah sangat kesal, masih pagi tapi Nia sudah membuat moodnya hancur seketika.
"Maaf-maaf abisnya kamu lucu, ya udah yok jadi jalan-jalan kagak? kalau kagak gue mau tidur lagi"
"Jadi lah jauh-jauh kesini cuman tidur doang di rumah juga bisa kali"
Setelah makanan mereka berdua benar-benar habis keduanya segera pergi untuk melihat-lihat suasana alam yang ada di sekitar Villa tersebut, saat ini Nia dan Tara sudah berada disebuah tempat yang sengaja dibangun dengan indah dan sejuk yang berada tidak jauh dari Villa tempat mereka menginap. Disana juga ada banyak orang yang berkunjung, karena tempat itu kadang dijadikan sebagai tempat wisata.
"Tara sini" mendengar suara Nia, Tara segera menghampiri sahabatnya itu yang tadi entah pergi kemana meninggalkan dirinya.
"Ayok selfie, buat kenang-kenangan" ajak Nia saat Tara sudah berdiri sempurna didekatnya.
"Baiklah"
"Duduk dulu disitu yok Tara, gue capek dari tadi jalan terus pegel banget ini kaki gue" renge Nia, karena dia tidak biasa berjalan kaki sedangkan Tara enjo-enjo saja, karena dia sudah sering berjalan kaki.
"Sepertinya Nia benar-benar melupakan masalah semalam atau dia memang sengaja memberi aku waktu, tapi syukurlah dia tidak bertanya hal semalam disaat-saat seperti ini " batin Tara.
Saat mereka berdua sudah duduk disebuah kursi panjang yang terletak di tempat itu...
"Huhh capek juga" ucap Nia entah pada siapa, akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu bercerita di kuris panjang tersebut, karena merasa nyaman sekali-kali keduanya tertawa lepas saat mendengar apa yang mereka ceritakan dari bibir masing-masing. Bahkan karena saking asiknya atau bagaimana mereka berdua tidak sadar jika sedari tadi setiap orang yang melihat mereka ikut tersenyum, seperti tawa keduanya menular pada orang-orang yang sedang lewat.
"Hai" sapa seorang pada Tara dan Nia, mendengar ada yang menyapa mereka dengan segera Tara dan Nia mengalihkan pandangan mereka pada seorang yang tengah menyapa keduanya.
"Gila! ganteng banget, siap ya dia?" batin Nia, sepertinya dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, sampai-sampai Nia bengong melihat cowok yang berdiri di depannya ini.
"Hai juga" jawab Tara ramah sedangkan Nia masih terpaku pada pemandangan yang berada di depannya.
"Nia biasa aja" bisik Tara, saat mendengar bisikan dari Tara, Nia segera tersadar dari lamunannya.
"Hai juga" sapa Nia tak kalah ramah setelah dia sadar
__ADS_1
"Aduh Nia bisa-bisanya lu, kan malu sendiri nanti dikira kayak gak pernah liat cowok ganteng aja" batin Nia, dia meruntuti dirinya sendiri.
"Boleh kenalan?" sapa cowok itu lagi.
"Ya boleh" jawab Nia sedangkan Tara tidak seberapa tertarik dengan cowok yang berada tepat di depan Nia.
"Kenalin nama gue Raka, kalau kalian berdua?"
"Nia"
"Tara"
"Kalau begitu salam kenal Nia dan Tara, apa gue boleh gabung?" Raka bertanya dengan penuh harapan.
"Boleh" Kali ini Nia yang menjawab. Setelah mendapat izin dari Nia dengan segera Raka duduk di sebelah Nia, saat ini posisi mereka Nia berada di tengah-tengah keduanya. Entah tiba-tiba saja atau bagaimana Nia dan Raka sudah mengobrol dengan akrab, seperti kedua orang yang sudah kenal lama.
"Kok aku ngerasa jadi. nyamuk antara Nia dan kak Raka ya?" batin Tara,
Dia memanggil Raka dengan sebutan kakak, karena tadi Nia sempat bertanya sekarang Raka kelas berapa dan ternyata Raka sudah kuliah saat ini dia sedang duduk dibangku kuliah disemester dua.
Walaupun asik ngobrol dengan Nia tapi Raka sekali kali bertanya pada Tara. Tara juga hanya akan menjawab pertanyaan Raka tanpa mau bertanya kembali.
"Kak Raka kok Nia kayak gak asing ya liat muka kakak" ucap Nia sambil berpikir keras Raka mirip dengan siapa.
"Bener juga Nia aku juga kayak gak asing" timpal Tara dia juga merasa tidak asing dengan Raka.
"Kalian berdua sekolah dimana?"
"SMA Tunas Bangsa kak" jawab Nia.
"Mungkin yang kalian maksud adek gue"
"Lah punya adek toh kak?" Nia malah bertanya, tapi belum sempat Raka menjawab pertanyaan Nia mereka semua mendengar seorang yang memanggil nama Raka dengan sangat keras.
"Kakak Raka!! dimana?" suara itu kembali terdengar lagi sampai suara deru langkah berhenti di depan ketiga orang yang sedang duduk di kursi panjang itu.
"Bang, dari tadi dicariin juga"
Deg.....
__ADS_1