Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Semuanya bahagia


__ADS_3

Empat tahun sudah berlalu, tahun ini Tara akan wisuda, Tara mengambil kuliah di luar kota, bahkan sekarang dia tidak tahu bagaimana keadaan kotanya sekarang.


Akan tetapi walaupun Tara menuntut ilmu di luar kota dirinya selalu berkomunikasi dengan semua temannya bahkan sekarang grup wa aneh itu sudah banyak penghuninya. Reza juga sekarang sedang mengurus perusahaannya yang dia bangun sendiri.


"Akhirnya setelah empat tahun aku bisa pulang juga" gumun Tara senang.


Besok acara wisudanya jadi ibu Siti dan yang lain akan datang sedangkan Nia akan wisuda tahun depan. 


"Empat tahun telah aku lewati, apa perasaan dia masih sama? seperti perasaanku saat ini yang dari dulu hanya ada perasaan yang tulus?" tanya Tara pada diri sendiri.


Empat tahun ini semuanya sudah sangat berbeda Gilang dan Tiara sudah menikah, sedangkan Nia dan Raka sudah tunangan, mereka akan menikah setelah Nia wisuda.


Sudah dua bulan ini Tara dan Reza tidak pernah bertukar kabar, ada rasa takut yang Tara rasakan, bahkan Reza tak pernah muncul di grup wa saat grup itu ramai. 


"Apapun keputusan dia aku akan menerimanya, ini sudah pilihan aku, karena aku juga yakin jika dia memang benar jodohku maka dia tidak pernah akan pergi, sejauh apapun dia pergi pasti tetap akan kembali" Tara tersenyum di bawah pohon favoritnya di kampus.


"Dari tadi gue nyariin lu disini ternyata"


"Iya Mil, gue nggak sabar nunggu besok, seneng banget akhirnya kita semua bisa lulus" bahagia Tara. 


"Gue juga gak nyangka bakal pisah sama lu, gak terasa ternyata kita udah ngelewatin empat tahun berlalu" sedih Mila. 


Mila adalah sahabat Tara semenjak Tara kuliah di kampus yang sama dengannya, karena Mila juga orang kota J itu,  Tara pertama kali mengenal Mila karena namanya yang mirip dengan Mila temannya sewaktu SMA. 


"Ada Radit tu" ucap Mila ketika melihat seorang laki-laki mendekat ke arah mereka.


"Biarin aja" ucap Tara bodo amat, Radit sudah beberapa bulan ini mengejar-ngejar Tara, tapi Tara tidak peduli tara juga tau sebenarnya Mila suka pada Radit tapi itu semua Mila sembunyikan rapat-rapat. 


"Hai Tar, hai Mil" sapa Radit ramah. 


"Hai Dit" jawab Mila sedangkan Tara hanya acuh memegang begitulah Tara jika dengan orang yang tidak dia srek. 


"Semangat ya buat besok" ucap Radit.


"Semangat juga buat lu" Mila sangat antusias sedangkan Tara tetap tak peduli.


"Mungkin sekarang waktunya membuka lembaran baru" batin Radit. 


Dia tau banyak cowok yang mendekati Tara tapi tidak ada satupun yang berhasil Tara selalu menutup diri jika dengan yang namanya laki-laki.


Keesokan harinya acara wisuda Tara sudah dimulai terlihat lalu lalang para orang tua mahasiswa-mahasiswi berdatangan untuk melihat wisuda anak-anak mereka tapi yang membuat Tara sedih ibu Siti belum juga sampai sementara dirinya sebentar lagi akan mendapatkan giliran.


"Ya Allah semoga ibu sama yang lain cepat sampai dengan selamat" doa Tara. 

__ADS_1


Sudah  ada beberapa mahasiswa yang dipanggil sekarang giliran nama Tara. 


"Tara Amalia" ucap dekan kampus Tara dengan suara lantangnya. 


Tara meneteskan air mata haru ketika namanya dipanggil. Bukan hanya orang-orang kampus saja yang menyaksikan wisuda ini tapi juga banyak sekali orang-orang penting yang datang.


"Yee selamat Tara" heboh Nia entah kapan dia sudah berada ditempat itu. 


"Nia!" kaget Tara,


"Ibu mana sama yang lain?"


Tara langsung memeluk Nia bersama dengan itu ibu Siti dan yang lain menyusul. " Kalian jahat sama aku" rancaunya.


"Cup,cup Tara usah gede gak boleh nangis" ucap Nia suaranya disamakan seperti anak kecil.


"Huhu, dasar empat tahu gak ketamu tapi tetap aja kamu nyebelin" Tara berkata sambil melepaskan pelukannya pada Nia, karena dia melihat ibu Siti dan mama Mia sudah berdiri disebelah keduanya.


"Selamat ya nak!" ucap ibu Siti bangga.


"Ibu! kenapa kalian semua gak bilang kalau udah sampe Tara sempet mikir yang aneh-aneh tau" adunya sambil memeluk malaikat penolongnya siapa lagi kalau bukan ibunya sendiri.


Acara penyerahan toga sudah berlangsung saatnya sesi berfoto.


"Kak Reza!" ucap Tara tidak percaya Reza membawa satu buket bunga dan coklat.


"Selamat atas wisudanya" ucap Reza tulus. 


Tara menjalinkan mukanya dari Reza. "Kak Reza jahat beberapa bulan ini gak ngabarin Tara kemana aja? udah lupa yang sama Tara, iya Tara tau diri kok Tara bukan siapa-siapa kak Reza" Tara menumpakah semuanya dia sangat kesal. 


"Gak kok siapa bilang" bales Reza.


Reza berdiri tetap didepan Tara, Reza mengambil tangan Tara seraya dia genggam dengan penuh sayang. "Will you marry me?" tanya Reza lembut.


"Apa kak" Tara kira dia salah dengar.


"Will you marry me?" tanya Reza sekali lagi. 


Tara tidak menjawab melainkan ekor matanya meminta persetujuan ibu Siti dan tak lupa Tara melihat semua orang sedang menyaksikan dirinya dan Reza. 


"Gue udah izin sama ibu, dan ibu bilang semua keputusan ada di kamu" ucap Reza. 


"mau, mau, mau"

__ADS_1


"Nikah, nikah, nikah" 


Semua orang bersorak untuk Tara dan Reza


Tara masih terharu dengan kejutan yang Reza persiapkan untuk dirinya, jadi selama beberapa bulan ini dia sudah mimir yang tidak baik tentang Reza.


"Tara, Will you marry me?" tanya Reza lagi sedari tadi Tara hanya menikmati kejutan yang tak terduga ini.


Tara mengangguk lalu dia menatap Reda dengan yakin. "I want to marry you" jawab Tara yakin sambil tersenyum.


"Hore, hore akhirnya nikah" ucap mereka yang menyaksikan adegan tersebut.


"Jadi ini artinya cinta tulus si cupu?" tanya Reda.


"Ya cinta tulus si cupu gak pernah main-main" balas Tara bangga.


"Boleh peluk gak?" tanya Reza lagi.


"No! belum mahram!!" jawab Nia, ibu Siti Mia kompak.


"Yah, kan cuman peluk" lemas Reza.


Sedangkan orang-orang hanya terkekeh geli melihat tingkah Reza. Sekarang semua cowok di kampus itu tau kenapa Tara selalu tidak mau berpacaran ternyata dia sudah ada yang punya.


Radit juga sadar pantas dirinya ditolak oleh Tara, melihat Reza, Radit benar-benar mundur sainganya sangat berat.


"Nikah sekarang aja dah yuk" ajak Reza dia sudah sangat perustasi.


"Sabar kak Reza!!"


TAMAT


Hai gesy akhirnya cerita ini tamat juga, terimakasih banyak buat kalian yang selalu setia membaca kisah Tara.


Cinta tulus si cupu sampai and thank you.


See you ges, ketemu lagi di cerita aku yang berikutnya.


lope, lope buat kalian yang sudah setia dan yang sudah mampir juga 🤗.



Mampir juga ya ges di karya ku yang ini dijamin seru oleh tingkah bobrok tujuh berandal beriman ini, yok gas jangan lewatkan kisah Alvin dan kawan-kawan.

__ADS_1


Aku senang banget bisa tamatan satu novel lagi ini novel kedua aku, maklum ya kalau masih banyak yang kurang aku masih tahap belajar.


__ADS_2