
Orang yang berhasil merekam obrolan Dian dan Dio tadi segera menyerahkan rekaman itu pada pak Galih sebagai kepala sekolah SMA Tunas Bangsa.
"Astagfirullah" kaget pak Galih saat mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Dian. Ketia dia sedang mendengarkan apa yang ada dalam rekaman itu.
"Kenapa anak itu tidak pernah jera, dia selalu saja mencelakai Tara, apa sebenarnya mau anak itu"
"Pak menurut saya dia harus dihukum dengan hukuman yang amat sangat membuatnya jera, jika tidak dia akan terus berbuat ulah"
"Terima kasih Dev atas bantuannya dan masukannya nanti saya pikirkan lagi hukum apa yang bisa membuat Dian kapok untuk Dio saya sudah ada rencana" ucap pak Galih.
"Saya yakin pak Galih seorang kepala sekolah yang bijak" sahut Devan.
"Dev bilang sama ketua osis buat jenguk Tara besok suruh dia bawa beberapa murid untuk mewakili sekolah kita"
"Baik pak kalau begitu saya permisi" pamit Devan.
Rio dan mang Bono mengajak Beni untuk ikut dengan mereka sebagai saksi atas insiden tabrak lari Tara.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang tamu rumah ibu Siti, tentu Apri tidak akan membuat keputusan sendiri dia harus memberi tahukan ini pada ibu Siti juga.
"Pri ini, ada apa?" ibu Siti yang belum tau apa-apa tentu merasa heran pada semua orang yang duduk di ruang tamu, begitu juga dengan Mia yang belum tahu apa-apa seperti ibu Siti.
"Jadi gini Mbak, Tara bukan kecelakaan tapi dia ditabrak lari" ucap Apri pelan.
"Astagfirullah" ucap Mia dan ibu Siti secara bersama keduanya menutup mulut mereka dengan tangan agar tidak kembali menangis.
"Bener bu apa yang dibilang sama pak Apri saya sendiri yang ngeliat, maaf tapi saya gak sempet nolong anak itu, sepertinya teriakan saya kurang keras" ucap Benin membenarkan Apri, perasaan bersalah masih ada dalam dirinya.
"Ini bukan salah kamu nak!"
__ADS_1
"Dan ini bukti yang lainnya bu" Rio memberikan beberapa bukti yang sudah dia dapatkan.
Ibu Siti dan Mia melihat bukti-bukti itu dengan teliti, saat memutar sebuah video yang merekam kecelakaan itu ibu Siti dan Mia memutuskan untuk tidak melanjutkan menonton karena keduanya sudah tidak sanggup.
"Bu saya minta maaf,karena tidak bisa menjaga neng Tara kalau ibu Siti mau pecat saya silakan bu, yang paling bersalah disini saya karena tidak becus menjaga neng Tara" mang Bono yang sedari tadi hanya diam memberanikan diri untuk berbicara.
Sudah pasti disitu yang sangat merasa bersalah mang Bono, karena kejadian itu disaat Tara bersama mang Bono.
"Mang Bono ngomong apa sih, ini bukan salah mang Bono" samggah ibu Siti.
Disaat suasa sedang hening tiba-tiba saja hp milik Rio berbunyi.
"Maaf" ucapnya merasa tidak sopan.
Saat Rio membuka hpnya dia kaget dengan video yang dikirim kepsek padanya.
'Bener duagan gue Dian lagi, kali ini lu kagak bisa lepas Dian dari hukuman' bati Rio.
"Ini pak kepala sekolah mengirim video ini dan meminta keluarga Tara untuk datang besok"
Mereka semua melihat video yang diputar oleh Rio yang dia dapatkan dari kepsek.
"Anak itu gak ada kapok-kapoknya" geram Mia dia masih mengingat jelas muka Dian dan Sri dulu yang pernah berniat jahat pada Tara. Mia juga tahu jika Sri sudah berubah tapi Dian.
Keesokan harinya ibu Siti, Mia dan Apri menemui pak Galih di SMA Tunas Bangsa atas undangan dari kepsek itu sendiri.
"Saya serahkan semuanya pada keluarga Tara untuk mengambil keputusan atas tindakan yang Dian lakukan, itu semua tidak dibenarkan" ucap pak Galih di dalam ruang itu bukan hanya pihak dari keluarga Tara tapi juga Dian dan Dio.
Keluarga Dian dan Dio tidak bisa berbuat apa-apa karena bukti yang dimiliki keluarga Tara sangat kuat.
__ADS_1
"Saya mohon jangan penjarakan anak saya" ucap Ria memelas, akhirnya orang kaya sombong itu meminta belas kasihan pada orang yang pernah dia anggap remeh.
"Baik saya tidak akan mempenjarkan putri anda tapi saya mau Dian di keluarkan dari sekolah ini dengan cara tidak hormat!!, dan tidak akan ada yang menerima dia di sekolah manapun di kota ini"
"Gak bisa gitu doang bu" sangah Dian.
"Gak ada yang nyuruh kamu ngomong!, kamu masih mending tidak saya penjarakan, apa kamu pikir nyawa putri saya tida berharga, hah!! ingat kalau sampai nyawa putri saya tidak bisa diselamatkan jangan harap seluruh keluarga kalian hidup dengan tenang" Ibu Siti bicara dengan penuh penekanan. Barus kali ini Mia melihat ibu Siti semarah itu biasanya jika ada yang berbuat salah padanya akan langsung memaafkan, tapi tindakan Dian dan Dio sudah diluar batas.
"Untuk kamu" ibu Siti mengantung ucapannya sambil menatap Dio dengan tajam.
"Tidak akan ada satupun universitas yang akan menerima mu di kota ini dan kamu sama akan di keluarkan dengan tidak hormat" ucap ibu Siti lagi.
"Gak bisa gitu dong bu" Lela ibu dari Dio tidak terima jika putranya harus di keluarkan dengan tidak hormat.
"Masih mending mereka berdua di keluarkan dengan tidak hormat dan tidak akan diterima di sekolah manapun di kota ini!! dari pada di penjara bertahun-tahun, jika ibu berdua ingin tau anak ibu berdua ini bukan hanya membuat anak saya keritis di rumah sakit tapi juga sebelumnya hendak mencelakai anak saya di cafe untung ada nak Reza yang menyelamatkannya, tapi jika kalian berdua tidak percaya dengan kebusukan putra dan putri kalian akan saya berikan semua buktinya" jelas ibu Siti.
Mia dan Apri begitu juga kepala sekolah hanya bisa terdiam mereka sudah menyerahkan semua keputusan ada pada ibu Siti. Apapun keputusan ibu Siti mereka akan menerimanya.
Setelah perdebatan panjang Dian dan Dio benar-benar di keluarkan dengan cara tidak hormat dari tempat mereka menimba ilmu masing-masing tenut pihak kampus Dio sudah dikordinasi oleh sekolah SMA Tunas Bangsa dengan bantua Apri tentunya.
Berita di keluarkannya Dian dengan tidak hormat sudah tersebar.
Sekarang Dian menjadi olok-olokan dan bullyan teman-temannya di sekolah, dulu apa yang pernah dilakukan Dian pada Tara kini telah berbalik menimpa dirinya sendiri.
"Mia ayo kita ke rumah sakit" ajak ibu Siti, pasti dia merindukan putrinya.
"Iya Mbak ayo, Pa kita ke rumah sakit dulu ya" pamit Mia pada suaminya.
"iya Ma, entar papa kalau udah pulang dari kantor nyusul ke rumah sakit, maaf Mbak saya tidak bisa mengantar kalian"
__ADS_1
"Gak papa Pri"