Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Pelantikan ketua osis


__ADS_3

Setelah satu minggu pasca libur sekolah, jajaran osis SMA Tunas Bangsa mulai melakukan serah terima jabatan osis pada anggota dan ketua osis  baru yang sudah dipilih secara bersama oleh seluruh siswa-siswi juga para guru SMA Tunas Bangsa. Semua murid sudah berbaris dengan rapi di lapangan SMA Tunas Bangsa.


Reza sebagai ketua osis SMA Tunas Bangsa sudah siap untuk menyerang jabatannya pada ketua osis baru yang akan dilantik pada hari ini.


"ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" Reza mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum dia akan segera menyerahkan jabatan ketua osis pada osis baru.


Akhirnya acara inti yang ditunggu-tunggu sudah akan dimulai.


"WAALAIKUMSALAM  WAROHMATULLAH HIWABAROKATU" jawab semua siswa-siswi juga guru yang berada di lapangan.


"HARI INI DENGAN DISAKSIKAN OLEH SELURUH MASYARAKAT SEKOLAH SAYA, AKAN MENYERAHKAN JABATAN OSIS SAYA PADA OSIS BARU KITA, SEMOGA OSIS BARU KITA BISA MEMBERIKAN HAL YANG LEBIH BAIK LAGI DARI SEBELUMNYA" ucap Reza dengan lantang, kemudian dia memberikan bendera osis pada Aji Wijaya sebagai osis baru di SMA Tunas Bangsa.


Selesai serah terima jabatan osis baru, semua siswa-siswi bubar masing-masing.


"Capek banget, kantin yak Tar" ajak Nia saat dia dan Tara sedang keluar dari kerumunan orang-orang.


"Ya udah ayok"


Tanpa disadari Tara dan Nia ternyata orang yang berdiri di sebelah mereka adalah Reza. Sedari tadi Reza terus memperhatikan Tara.


"Kenapa gue ngerasa ada yang kurang ya? semenjak gue gak pernah liat  dia lagi. hari ini untuk pertama kalinya gue kembali ngeliat dia  lagi. Setelah gak tau berapa lama gue udah gak ngeliat dia lagi setelah hari itu" gumun Reza dia terus memperhatikan Tara dan Nia sampai tidak terlihat lagi.


Ingin rasanya Reza menyapa Tara, walaupun hanya sekedarnya saja, tapi sayang dia tidak memiliki keberanian.


"Woi, Re ngeliatin apa ku dari tadi gue panggilan kagak denger-denger?" tanya  Ari penasaran karena dia merasa diabaikan oleh Reza.


"Kagak ada, udah yok ke kelas gue capek"


"Kantin aja gimana?" tawa Ari.


"Lu aja,  gue males" jawab Reza cepat, dia tidak ingin bertemu dengan Tara, Reza tau Tara berada di kantin, bukan apa Reza hanya tidak ingin bertemu Tara, jika dia terus-terusan bertemu dengan Tara maka dia takut rasa itu terus tumbuh, beberapa bulan tidak bertemu dengan Tara saja rasa itu semakin mengalir deras di dalam diri Reza.


"Kenapa?"


"Kagak,  kenapa-napa gue malas aja, usah ayok ke kelas" Reza menarik tangan Ari sedikit kasar.


"Gue beli minum dulu kalau gitu"


"Oke, sekalian gue titip, gue aus juga soalnya"


Ari pergi menuju kantin untuk membeli minum sedangkan Reza pergi ke kelas mereka, hari ini dia merasa sedikit lelah setelah acara tadi.

__ADS_1


Kantin..


"Nia aku mau cerita sama kamu" ucap Tara di saat mereka sedang asik menyantap makanan mereka..


"mau cerita apa?" tanya Nia penasaran.


"Ini soal Sri, ke"


"Apa!  Sri,   sejak kapan lu deket sama dia?" potong Nia cepat


"Sabar dulu napa aku belum selesai ngomong juga" kesal Tara.  Kebiasaan Nia selalu memotong ucapan orang sebelum orang tersebut menyelesaikan kata-katanya


"Hehe, iya maaf abisnya kaget tiba-tiba aja lu ngomong Sri" cengir Nia.


"Kemarin aku ketemu Sri, terus dia minta maaf" ucap Tara pelan.


"Terus?"


Lalu Tara menceritakan semuanya pada Nia, diaman hari itu dia dan Sri bertemu Tara menceritakan Pada Nia semaunya tanpa ada yang dia lebih-lebihkan atau dia tambah kata-katanya.  Nia yang mendengar cerita Sri dari Tara merasa kasihan pada Sri sekaligus  salut dengan ayah Sri yang menurutnya bijak.


"Hai, boleh gabung gak?" tanya Ari saat tadi hendak membeli minum Ari menjadi salah fokus oleh tawa Tara dan Nia.


Sepertinya Ari melupakan titipan Reza.


"Makasih" ucapnya lalu dia duduk di depan Tara juga Nia.


Entah kenapa suasana menjadi sedikit canggung setelah Ari bergabung dengan mereka.


"Hemm, kok lu berdua diam sih pas gue gabung?" tanya Ari dia merasa sedikit tidak enak dengan kedua gadis yang duduk di depannya itu


"Bukan diam, emang kita udah selesai ceritanya" ucap Nia seadanya


"Ngomong-ngomong temen lu mana?" tanya Nia lagi.


"Benar juga, untung lu ngomong kalau gak udah, dah" ucap Ari bukannya menjawab pertanyaan Nia, dia malah mengingat air minum yang Reza titipkan pada dirinya. Sedangkan Tara hanya dia saja dia juga bingung mau ngomong apa.


"Kalau gitu gue cabut dulu ya"


Saat Ari akan bangun dari kursinya dia tidak sengaja menabrak seseorang.


"Auu" rintih orang tersebut kesakitan karena Ari menabrak lengannya sedikit kuat.

__ADS_1


"Aduh, maaf gue nggak niat bener dah" ucapnya tidak enak.


"Iya gak, papa" ucap Sri bersama dengan dia mengangkat kepalanya tanpa diduga matanya dengan mata Sri sama-sama menatap lekat masing-masing, pemandangan itu tak luput dari Tara dan Nia.


"Hmmm" dehem Tara.


"Awas matanya copot kak" sindir Nia pula, lalu mereka berdua tertawa bersama saat Sri dan Ari menjadi salah tingkah sendiri.


"Heem, gue ke kelas dulu by" ucap Ari cepat dia sedang menahan malu ulah Tara juga Nia..


"Sri sini" ajak Nia, semenjak mendengar cerita Tara tadi Nia menjadi berubah pikiran tentang Sri.


"Ta-pi" ucapnya ragu..


"Udah gak papa Sri ini gak bakal marahin lu lagi kok" Tara menambahkan sambil menarik tangan Sri agar ikut duduk bergaul dengan mereka.


"Ada yang jatuh cinta pandangan pertama nih" celetuk Tara entah kenapa tiba-tiba saja dia berbicara seperti itu.


"Kayaknya sih Tar"


Sri yang tau jika Nia dan Tara sedang menggodanya hanya menunduk malu.


"Udah Sri kagak usah malu, wajar kok orang jatuh cinta" celetuk Tara lagi.


Sementara itu...


"Aduh kok gue deg, degan sih, jantung gue kenapa lagi ini" gumun Ari sambil senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian di kantin tadi..


"Woi, lama amat lu beli minum doang" kesal Reza saat Ari sudah berada di kelas mereka.


Reza menarik kasar air mineral yang berada di tangan Ari. Tapi saat Reza menarik air mineral itu dengan kasar tidak ada respon apa-apa dari Ari membuat Reza menjadi sedikit heran biasanya Ari akan mengoceh jika dia berlaku sedikit kasar saja padanya.


"Kenapa lu senyum-senyum sendiri?" tanya Reda dia melihat Ari senyum-senyum sendiri  seperti kesambet.


"Apa?"


"Apanya yang apa, gue tanya kenapa lu senyum-senyum sendiri? malah apa, janga-jangan lu lagi kasmaran ya?" tuduh Reza.


"Kagak" jawab Ari cepat lalu dia langsung pergi ke bangkunya, Ari tidak mau ketahuan dengan Reza jika dia sedang suka dengan seseorang tapi Reza sudah terlalu tau.


"Ngaku aja kagak usah ngeles, sama siapa?" tanya Reza sambil menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


__ADS_2