Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Gagal lagi


__ADS_3

Reza yang sedang membeli kebutuhannya untuk kuliah nanti, karena sudah mendekati hari kelulus. Tidak sengaja melihat Tara dan Dian yang sedang ngobrol di sebuah cafe yang biasa tempatnya nongkrong bersama Ari, Toni dan yang lain.


"Itu Tara, kan? ngapain sama Dian"


Reza bicara pada diri sendiri, entah mengapa dirinya tidak ingin beranjak dari tempat itu. Jarak tempatnya dengan Tara lumayan dekat.


"Gue pura-pura beli minum dah di cafe" gumun Reza.


Reza berjalan menuju cafe tempat Dian dan Tara berada, saat sudah berada di dalam cafe tersebut Reza segera mencari kursi yang tidak terlalu jauh dengan keberadaan Tara.


"Dian kamu ada perlu apa?ngajak aku kesini?" tanya Tara.


Sedari tadi dia berada ditempat itu Dian tak kunjung bersuara, Tara yang menunggunya menjadi sedikit kesal karena diabaikan.


"Santai Tar, kita minum makan dulu" jawab Dian tanpa merasa bersalah.


Reza merasakan ada sesuatu yang tidak beres diantara keduanya.


"Tapi aku buru-buru Dian!!" ucap Tara penuh penekanan.


Tara sebenarnya punya janji dengan Mia juga Apri. kemarin sepulang dari mereka ziarah makam ayahnya.  Ibu Siti telah menceritakan semuanya pada Tara tanpa terkecuali.


"Wih, santai kali Tar.  Emang lu mau kemana?" lagi-lagi Dian tak merasa bersalah sama sekali.


Reza yang mendengar semuanya ingin sekali menarik Tara dari tempa itu, tapi apalah daya dia tidak punya hak, terpaksa Reza tetap ditempat itu sampai keduanya pulang.


"Makan dulu abis itu gue benar mau ngomong serius sama lu" ucap Dian saat makan mereka sudah sampai.


"Oke,  tapi benar Dian abis ini langsung ngomong, soalnya aku buru-buru takut dicariin ibu"


"Iya, Ta"


Bagaimana Tara tidak khawatir pasalnya sekarang jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Astagfirullah" gumun Reza


Reza barus sadar jika sekarang sudah malam, Reza tambah yakin jika Dian sedang merencanakan sesuatu pada Tara.


"Ayok Tar abisin,  lu pasti jarang-jarangkan makan beginian" ucap Dian sinis.


"Mampus lu Tara masuk ke perangkap gue" batin Dian.


Tara belum menyadari senyum licik yang terbit di muka Dian.


"Kok, kamu ngomongnya gitu, Dian?" Tara sedikit tidak terima dengan ucapan Dian barusan.


"Bercanda Tara! masa gitu doang baper sih lu"


Tara tersenyum kecut saat Dian lagi-lagi mengatai dirinya tapi dengan sebisa mungkin Tara berlaku biasa saja.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Tara segera menghabiskan minuman yang berada di gelas, Tara hanya ingin cepat pulang dia merasa ada sesuatu yang tidak beres tapi entah apa. Dian yang melihat Tara menghabiskan minuman itu tersenyum puas.


"Kenapa aku jadi ngantuk banget" batu Tara, setelah meneguk habis air dalam gelas tadi.


"Tar,  Tara lu kenapa?" tanya dia pura-pura polos.


"Gak tau Dian, tiba-tiba saja aku ngantuk banget padahal aku sudah tidur siang" jawab Tara sambil berusaha menahan kantuknya.


Reza yang melihat itu semua mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia memusnahkan Dian saat ini juga.


"Hai Dian, Tara" sapa seorang cowok yang baru saja datang.


"Dio!" batin Reza.


Reza penasaran apa yang membuat Dio datang disaat seperti ini.


"Lu datang juga akhirnya Di, tau liat dia hampir udah gak sadar" ucap Dian tersenyum puas.


"Cepet bawa dia Di" ucap Dian lagi


Mendengar Dian berkata seperti itu membuat Reza sangat murka sedangkan Tara yang berusaha menahan kantuknya sudah merinding ketakutan.


"Tara, ayok pulang gue disuruh ibu jemput lu" ucap Reza yang sudah berada di depan ketiga orang itu.


"Kak Reza" kata Tara lemah.


"Wih, bro lu main bawa-bawa aja mangsa gue ini" Dio berkata dengan tidak tau dirinya..


"Tahan Tar, jangan tidur disini" pinta Reza.


"Maaf Kak Tara udah gak kuat" ucapnya paruh.


"Munafik lu Re, dulu aja lu jelek-jelekin Tara di depan semua orang" terika Dio tidak terima.


Sedangkan Reza tidak mempedulikan itu semua dia terus membawa Tara keluar dari dalam cafe tersebut. Banyak pasangan mata yang menatap keempat orang tadi dengan tatapan heran mereka.


"Dio sialan!!  ini semua gara-gara lu rencana gue jadi hancur.  Buat cewek sialan itu hancur" kesel Dian.


"Lu juga salah bego, kenapa lu kagak tau kalau ada Reza disini?" Dio tak mau kalah dari Dian.


"Mana gue tau kalau Kak Reza udah berpihak sama Tara"


"Maaf ini bukan tempat ribut" tegur seorang pekerja cafe itu.


Dian bisa melihat tatapan tidak suka pada orang-orang yang diperlihatkan untuk dirinya juga Dio.


"Untuk tadi cowoknya cepet datang kalau gak kasian banget cewek tadi"


"Bener, lagain anak jaman sekarang masa kaya gak punya akhlak" sindir beberapa pengunjung yang melihat kejadian tadi.

__ADS_1


"Bodo, gue mau pergi" kesel Dian.


Dio dan Dian sama-sama beranjak pergi dari cafe tersebut dengan tatapan horo para orang-orang yang berada di dalam cafe.


Sementara itu Tara yang berada di dalam mobil Reza mulai memiliki kesadarannya kembali.


"lu udah bangun Ta?" tanya Reza lembut dia menoleh ke Tara sebentar yang berada di sebelahnya lalu kembali fokus mengemudi.


Tara sedang mencerna semuanya apa yang sebenarnya sudah terjadi pada dirinya.


"Astagfirullah" gumun Tara tapi masih bisa didengar oleh Reza.


"Kenapa Tar?"


Tara hanya mengelengkan kepalanya saat Reza bertanya.


"Makasih kak udah mau nolongin ku" ucap Tara tulus sambil sedikit tersenyum pada Reza, tapi Reza yang sedang fokus mengemudi tidak tau jika Tara sedang senyum ke arahnya.


"Udah lama banget lu kagak nyebut nama gue Tar dan malam ini untuk pertama kalinya lu berada disebelah gue setelah hari itu" bati Reza.


"Kak kita kerumah ini aja" ucap Tara tersadar saat mobil Reza sedang melaju ke arah rumahnya.


"Kenapa?" bingung Reza.


"Soalnya ibu lagi disana jugaan ada perlu di rumah Nia, katanya mau ngomong disana" jelas Tara.


Sepertinya Tara lupa jika dia dan Reza sudah beberapa bulan ini seperti orang asing yang tidak pernah mengenal satu sama lain.


"Oke"


Reza memutar balik mobil miliknya ke arah rumahnya dan rumah Nia.


"Ada acara apa emang Tar di rumah Nia?" tanya Reza ragu, sebenarnya dia masih merasa canggung pada Tara.


"Gak ada acara apa-apa sih kak"


Tara kembali mengantuk, mungkin obat tidur yang diberikan Dian pada minumannya berdosis tidak terlalu tinggi maka dari itu membuat Tara kadang ngantuk kadang tidak.


"Tidur Tar, entar kalau udah sampel gue banguin" ucap Reza lembuat.


"Heheh, iya kak maaf nyusahin" ucap Tara tidak enak.


Reza hanya tersenyum melihat Tara seperti itu.


"Gak, kok Tar gue senang malah disusahin sama lu" ucap Reza tanpa sadar.


"Apa, Kak?"


"Ngomong apa sih gue" gumun Reza.

__ADS_1


"Gak papa Tar,  ya udah tidur gih"


__ADS_2