Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Menjenguk Tara


__ADS_3

Hari-hari yang Reza lewati terasa sangat-sangat lama menurutnya,  tapi hari ini semangatnya sangat membara karena dia sudah di perbolekan pulang, tentu Reza sangat senang itu artinya dia bisa menjenguk Tara.


"Maaf waktu itu Re" ucap Alvin tanpa merasa bersalah.


Reza sudah mengenal  Alvin dan kelima temanya Reza juga tau apa penyebabnya Alvin mengahajarnya. 


Mungkin Reza harus berterimakasih pada Alvin dan kawan-kawannyan itu. 


"Santai Vin, harusnya gue berterima kasaih sama lu"


Reza menatap keenam orang itu dengan bingung pasalnya setiap hari mereka selalu datang untuk menjenguknya. 


"Lu kenapa ngeliatin kita begitu?" tanya Cecep tidak suka. 


"Gak kenapa-napa sih cuman gue heran aja, lu semua kagak ada kerjaan apa? setiap hari jenguk gue, jangan salah sangka dulu gue seneg dijenguk lu semua, tapi bisa-bisanya setiap hari sedangkan kita termasuk gak saling kenal tadinya"


Reza menyampaikan unek-uneknya yang sudah satu minggu ini dia pendam. 


Mereka semua menatap Reza dengan senyum sayup. 


"Gue sebenarnya sih males tapi karena Alvin selalu gak but terpaksa gue nurut" cepelos Cecep. 

__ADS_1


"Mati gue keceplosan" ucap cecep lagi. 


"Gue duluan ya" pamit Eza dia tidak mau ikut-ikutan jika berurusan dengan Alvin. 


"Gue juga duluan" pamit Alex dan Bagas bersama.


"Hemm" 


"Gue beli minum dulu aus" alibi Fahmi. 


Mereka semua mendapatkan tatapan tidak enak dari Alvin sedangkan Reza hanya bisa menahan tawa oleh tingkan mereka berenam. 


"Gue…."


"Vin jangan gini gue tadi cuman boong kok" Cecep sedang mencari cara untuk selamat dari Alvin. 


Sementara Raka dan Ari yang barus saja masuk ke dalam ruang rawat Reza hanya mentap mereka dengan aneh. 


"Kenapa tu anak?" tanya Raka pada Reza saat sudah berada di dalam.


"Kagak tau gue juga" 

__ADS_1


"Udah yok pulang" ajak Ari tanpa beban..


"Lu beresin itu semua gue mau ke ruang rawat Tara dulu" pamitnya tanpa peduli tatapan Raka dan Ari yang sudah seperti ingin membunuh mangsanya.


Reza keluar dari ruang rawatnya dia segera menuju kamar di mana Tara dirawat. 


Saat sudah menemukan kamar rawat Tara Reza segera masuk ke dalam..


Reza mematung ditempat kala melihat kondisi Tara saat ini,  di ruang itu tidak ada siapa-siapa mungkin saja ibu Siti atau yang lain sedang beli makan atau apa positif tingking aja. 


"Taraaa…" ucap Reza yang sudah duduk di kursi dekat brankar Tara, Reza mengelus tangan Tara dengan sayang.


"Tara maaf, maafin gue yang dulu pernah nyakitin lu, tapi gue mohon Tar bangun banyak yang nunggu loe disini kita semua sayang sama loe Tar,  jadi gue mohon bangun" ucap Reza dia sudah meneteskan air matanya.


Ibu Siti yang tadinya akan masuk dia urungkan karena dia mau memberikan waktu untuk Reza. 


"Loe tau gak Tar gue sebenarnya sayang sama loe dari waktu gue masih satu sekolah sama loe,  gue akui gue udah lancang suka sama loe apalagi dengan posisi gue yang dulu bikin lu malu depan semua orang"  Reza hampir tidak bisa tersenyum melihat keadaan Tara seperti ini.


"Maaf gue lancang suka sama loe tapi semakin gue membuang rasa ini dia semakin tumbuh dan semakin membesar gue sayang sama loe tanpa alasan Tar, dan sebelumnya gue ngerasa pernah ngeliat lu"


Tanpa Reza sadari Taraa mendengar semua keluh kesahnya isi hati Reza yang iya tumpahkan hanya untuk Tara. 

__ADS_1


Kemarin Devan yang menyatakan perasaannya pada Tara sekarang Reza tapi anehnya saat Devan menyatakan perasaannya pada Tara, Tara tidak merasakan reaksia apa-apa berbeda dengan Reza saat ini. 


__ADS_2