Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Merasa mirip


__ADS_3

Mendengar perkataan Mia tadi, jika ibu Siti sedang sakit, entah mengapa membuat Reza sangat khawatir, dia sangat mengenal ibu Siti.


"Za, Za lu kenapa?" tanya Raka heran.


Reza jika di keluarganya memang dipanggil dengan sebutan Za tapi jika di sekolah dia dipanggil Re, oleh teman-temannya.


"Gak bang, iya abang kenapa nyari Reza" Reza malah balik bertanya pada Raka.


"Gak jadi deh, gimana kalau kita jenguk Ibunya Tara di rumah sakit juga sekalian aja si Ari" usul Raka.


Reza sebenarnya sangat ingin menjenguk ibu Siti di rumah sakit tapi dia tidak berani jika nanti harus bertemu dengan Tara.


"Tapi bang" Reza ingin menolak tapi tidak enak..


"Udah masalah Tara tenang aja, lagian lu kenapa sih kagak mau ketemu Tara? bukannya Tara udah maafin lu?" Raka paham betul jika adiknya itu tidak ingin bertemu Tara.


"Lu sukakan sama Tara?" ucap Raka lagi ketika dia tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Reza.


"Apa sih bang, gak kok" jawabnya sambil berlalu pergi menuju rumah mereka.


"Bilang aja lu suka, gue tau karena ini hal inikan lu kagak mau ketemu sama dia" Raka berteriak agar ucapannya bisa didenga oleh Reza yang sudah pergi terlebih dahulu.


"Jadi gimana? ikut nggak, kalau nggak gue ajak Irfan aja mumpung dia ada dirumah" Raka kembali bersuara saat sudah berjalan disebelah Reza.


Mendengar nama Irfan disebut dengan cepat Reza memutuskan untuk ikut dengan abangnya. Reza sangat tau jika Irfan menyukai Tara.


"Oke gue ikut" jawab Reza cepet.


"Kalau gitu ajak Ari juga" Raka berkata seperti itu agar Reza menghubungi Ari.


****


Mia dan anak sulungnya Gilang saat ini sudah sampai di depan rumah sakit tempat ibu Siti dirawat.


"Bener disini Ma, tempatnya?" tanya Gilang memastikan.


"Iyalah masa iya Mama salah gak mungkin dong, kalau bukan disini ngapain kita kesini" jawab Mia sambil terus berjalan sedangkan Gilang mengekor mamanya dari belakang.

__ADS_1


Keduanya segera menuju ruang rawat Ibu Siti yang berada di lantai dua rumah daki itu.


"Assalamualaikum" sapa Mia dan Gilang sambil membuka pintu ruang rawat ibu Siti.


"Waalaikumsalam" jawab mereka.


Dengan segera Mia mendekat ke arah Nia dan ibu Siti sedangkan Tara belum selesai mandi.


"Kakak!!" melihat kakaknya datang Nia segera berlari ke arah kakak sulungnya itu,  keduanya segera berpelukan layaknya kakak adik yang saling menyayangi.


"Gimana kabar kamu dek?" tanyanya saat melepaskan pelukannya pada adiknya itu.


"Alhamdulillah baik kakak, kakak sendiri gimana?" tanya Nia sambil menata kakak sulungnya dia sangat merindukan kakak sulungnya itu sudah lama mereka tidak bertemu.


"Kakak baik juga" jawab Gilang sambil tersenyum.


"Tara mana?" tanya Mia entah pada ibu Siti atau pada Nia anaknya.


"Lagi mandi Ma" Nia menjawab dengan cepat.


"Gak usah sungkan Sit, kami ikhlas kok nolongnya" Mia menjawab sambil memberikan senyuman tulus pada ibu Siti sama seperti yang Nia lakukan tadi.


Nia dan Gilang sudah duduk di sapa sedangkan Mia duduk disamping ibu Siti disita sudah ada kursi yang disediakan.


Saat suasana sedikit hening mereka semua menoleh ke arah suara pintu yang terbuka dari dalam ruangan itu. Tara keluar dari kamar mandi tapi dia belum menyadari jika disitu sudah ada orang lagi selai Nia dan ibunya.


"Lama amat lu mandi Tar" protes Nia dari sopa sedangkan Mia dan Ibu Siti hanya tersenyum.


"Gak cuman sebentar kok Nia?" jawab Tara tanpa menoleh karena dia sedang menutup pintu kamar mandi.


Sedangkan Gilang entah kenapa sangat penasaran menunggu Tara untuk membalikan badannya.


"Tara sini ada tante Mia" panggil ibu Siti dari brangkanya.


"Ada tante, maaf Tara gak tau" ucapnya merasa bersalah dengan segera Tara mendekati Mia untuk sekedar menyapa sedangkan Gilang yang melihat muka Tara merasa kaget dia seperti mengenal gadis yang barus saja dia lihat itu.


"Kakak kenapa?" tanya Nia penasaran saat melihat raut wajah bingung dari Gilang.

__ADS_1


"Gak" jawab Gilang asal.


"Tante sama siapa kesini?" sapa Tara ramah saat sudah mendekat ke arah Mia tidak lupa Tara juga menyalami Mia.


"Sama Gilang anak tante, tu orangnya" Mia berkata sambil menunjuk ke arah Gilang yang berada di sopa dengan segera Tara mengikuti arah telunjuk Mia. sedangkan Gilang tadi sudah sempat menyapa ibu Siti.


Tara dan Gilang sama-sama menoleh setelah itu keduanya hanya menundukkan kepala masing-masing tanda menyapa setelahnya Tara kembali fokus pada ibunya sedangkan Gilang entah melamunkan apa.


"Gadis itu bukannya akan kecil yang dulu pernah mau gue bully waktu kecil, sama Irfan sama Ari?" batin Gilang, karena dulu yang mengajak Ari dan Irfan untuk membully anak perempuan itu dirinya.


"Tapi untung dulu ada Reza yang nolongin dia kalau kagak,  gak tau lagi dah gue gimana nasib tau anak perempuan" batin Gilang lagi. Tapi dia belum seberapa yakin jika akan perempuan itu adalah Tara dia hanya sekadar merasa anak perempuan dulu yang pernah mau dia dan Ari juga Irfan bully mirip dengan Tara.


Ditengah-tengan obrolan mereka kembali ada yang mengucapkan salam dari pintu luar ruang rawat ibu Siti.


"Assalamualaikum" sapa beberapa orang dari luar pintu sambil membuka pintu tersebut.


"Waalaikumsalam" mereka semua yang berada di dalam menjawab dengan kompak.


"Lah merek semua kok bisa disini?" bingung Tara. Karena yang datang Irfan, Reza, Raka, Ari dan Sri.


Mereka semua mendekat ke arah ibu Siti.


"Tadi waktu tante mau kesini ketemu Reza sama Raka jadi tante kasih tau" jawab Mia yang mendengar pertanyaan Tara tadi. Mendengar itu Tara hanya mengangguk mengerti tapi yang dia kaget disitu ada Reza, Tara sudah lama sekali tidak bertemu dengan Reza. Walaupun mereka satu sekolah tapi entah bagaimana bisa tidak pernah bertemu..


"Tante" sapa mereka semua ramah pada Mia dan ibu Siti.


"Maaf Tar barus bisa jenguk ibu kamu" ucap Sri sambil memberikan oleh-oleh yang dia bawa.


"Iya Sri, makasih udah mau dateng" Tara merasa tidak enak.


Rupanya saat tadi Reza mengajak Ari untuk menjenguk ibu Siti. Ari juga mengajak Sri karena Ari tau jika Sri lumayan dekat dengan Nia juga Tara.


"Semua terimakasih sudah mau jenguk ibu, nak Reza juga terimakasih sudah mau repot-repot dateng" ibu Siti sangat berterima kasih pada mereka semua walaupun tidak kenal, ibu Siti hanya mengenal Reza sedang yang lain belum.


"Iya ibu kami senang bisa jenguk ibu kesini" jawab Reza ramah karena hanya dia yang mengenal ibu Siti yang lainnya belum.


"Aneh apa Reza tidak mengenali Tara anak kecil yang pernah dia tolong begitu juga dengan Ari dan Irfan tapi mungkin ini cuman perasan gue aja, si Tara mirip anak perempuan yang dulu pernah akan gue bully" batin Gilang

__ADS_1


__ADS_2