Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Tanpa disengaja


__ADS_3

Tara barus saja pulang dari rumah Sri. dia sudah bertemu dengan pak Banu papa Sri, Tara bisa merasakan  seorang ayah kembali setelah bertemu dengan pak Banu. menurut Tara betapa sia-sianya seorang laki-laki baik seperti pak Banu telah di khianati.


Tadinya Sri menawarkan untuk mengantar Tara pulang tapi Tara menolak, karena dia ingin menikmati suasana di sore hari.


"Itu, ada apa?" tanya Tara pada diri sendiri saat melihat ada beberapa anak kecil yang sedang berkerumun.


Tara mendekati anak-anak itu betapa kagetnya dia saat ada seorang anak laki-laki yang hendak di bully dan disitu ada seorang anak perempuan yang hendak membantu anak laki-laki itu tapi apalah daya anak perempuan itu tidak cukup kuat.


"Kalian sedang apa?" tanya Tara ramah pada anak-anak itu.


"Kak tolong kami, mereka mau mengganggu kami" adu anak perempuan itu pada Tara sambil menunjuk ada sekitar lima anak laki-laki dihadapannya.


"Dia bohong kak" sela para anak laki-laki itu.


"Udah kalain bubar" ucap Tara sedikit memelototi beberapa anak laki-laki di depannya itu melihat muak Tara yang berbuah seperti orang yang ingin marah dengan segera mereka berlima pergi dari tempat tersebut.


"Kalian tidak papa?" tanya Tara ramah pada kedua anak kecil itu dia juga membantu anak laki-laki yang terjatuh tadi untuk kembali berdiri.


"Makasih kak" ucap keduanya kompak.


"Kenapa mereka membully kalian?" tanya Tara ramah.


"Mereka selalu menyakiti Aris kak" adu anak perempuan itu lagi.


"Iya Kak mereka selalu memukulku, tapi Ria selalu menolongku" tambah anak laki-laki itu yang bernama Aris.


"Ya udah lain kali kalau mereka muluk kamu lagi bilang sama orang tua kamu ya" pesan Tara melihat hal ini dia jadi teringat bagaimana dulu Tara selalu menjadi bahan bullyan para teman-temannya.


"Iya Kak,  terimakasih banyak sudah membantu kami, kalau gitu kami pulang dulu kak" pamit Aris sambil menggandeng tangan anak perempuan yang bernama Ria itu.  keduanya seperti saling menjaga satu sama lain.


Tara melihat kedekatan keduanya menjadi teringat dengan anak laki-laki yang pernah menolongnya dulu sewaktu dia masih kecil.


"Dimana anak laki-laki itu sekarang?" gumunnya entah kenapa ada rasa rindu yang Tara rasakan padahal dia hanya bertemu sekali dengan anak laki-laki itu dulu.


Barus saja Tara membalikan badannya tapi dia dikagetkan dengan adanya sosok seorang cowok yang sudah berdiri sempurna di depannya dengan senyum manis milik cowok itu.


"Kak Irfan, sejak kapan disini?" kaget Tara.


"Barusan" jawabnya sambil tersenyum, Irfan sudah lama sekali tidak bertemu dengan Tara membuat dirinya merasa tersiksa.


"Terus kok bisa ada disini?"

__ADS_1


"Tadi kebetulan lewat, terus liat kayak lu berdiri disini, jadi gue samperin aja deh dari pada penasaran lu atau buka ternyata beneran lu"


"Emang tadinya Kak Irfan mau kemana?"


"Mau kerumah Reza, tapi kebetulan ketemu kamu disini, jadi jalan yuk mumpung masih sore" ajak Irfan penuh harapan.


"Gimana yak Kak, aku kayaknya hak bisa deh" jawab Tara ragu.


"Pliss, gue jarang loh kesini anggep aja ketemu teman jauh" bujuk Irfan.


Akhirnya Tara  mau ikut dengan Irfan keduanya pergi ke sebuah cafe yang berada di mall pusat.


"Kak kita bener makan disini?" tanya Tara ragu pasalnya dia barus pertama kali makan di tempat tersebut biasanya dia hanya sebulan sekali pergi ke mall itu juga bersama ibunya untuk belanja bulanan.


"Iya kenapa emang? lu kagak nyaman ya disini kalau hak kita cari tempat lain aja gimana?" tawar Irfan.


Saat Irfan sembalikan langkahnya dengan segera Tara menarik tangan Irfan.


"Kak, gak usah disini aja" ucapnya cepat Tara tidak ingin membuat Irfan repot.  melihat tandanya dipegang oleh Tara membuat Irfan menerbitkan sebuah senyum manisnya dia merasa sangat senang sekali.


"Ya udah ayok" ajak Irfan.


Keduanya masuk bersama ke dalam mall tersebut dengan Tara masih setia memegang tangan Irfan. Tara menyadari jika tangannya memegang tangan milik Irfan dengan segera melepaskannya.


"Gak papa kok gue malah seneng"


Tara dan Irfan hendak duduk di meja yang sudah disediakan tapi dengan bersamaan dua orang juga hendak duduk di tempat yang sama di tempat yang Tara dan Irfan pilih.


"Sri" kaget Tara.


"Tara lu disini juga?" tanya Sri malu saat dia ketangkap basah oleh Tara sedang jalan dengan Ari.


"Sejaka kapan, nih?" kepo Tara sambil melihat Ari dan Sri secara bersama.


"Gak kok, tadi cuman kebetulan ketemu" elak Sri dia sedang menahan malu..


"Udah gak usah malu gitu gue dukung kok" ucap Tara sambil tersenyum.


"Mending kita makan bareng gimana?" ajak Tara antusias.


"Boleh ya kak Irfan biar rame" pinta Tara memelas.

__ADS_1


"Lah, ada si Irfan sejak kapan lu disini?" tanya Ari barus ngeh.


"Dari tadi gue disini, lu aja yang terlalu fokus sama cewek lu" ketus Irfan.


Mereka Pun akhirnya makan bersama tadinya Irfan akan menolak tapi dia tidak enak dengan Tara.


"Kalian berdua kesini cuman berdua atau ada yang lain?" tanya Irfan penasaran.


"Tadi sih sama bang Raka tapi kagak tau orangnya dimana" jawab Ari.


Sri yang barus pertama kali melihat Irfan heran karena bisa dekat dengan Tara juga Ari.


"Iya kenalin gue Irfan" ucap Irfan mengenalkan diri saat dia melihat raut heran dari muka Sri.


"Dia Irfan teman kecil gue sekaligus sepupunya Reza" tambah Ari mendengar penjelasan dari Ari, Sri mengangguk mengerti.


Saat mereka sedang menikmati makanan yang baru saja sampai seorang memecahkan keheningan yang sedang terjadi.


"Ar lu dari mana, kenapa gue ditinggal sendirian?" tanya orang itu


"Nia"


"Tara" ucap kedua orang itu bersama.


"Sejak kapan kamu sama Kak Raka?" tanya Tara penuh selidik.


"Gue cuman kebetulan ketemu sama Kak Raka dan Kak Raka ngajak makan bareng ya udah deh" jawab Nia jujur.


"Lu juga kok bisa sama mereka?" tanya Nia berbisik pada Tara.


"Tar, aku jelasin sekarang makan dulu, ok" bisik Tara juga pada Nia.


"Fan, kok lu kaga ke rumah?" tanya Raka pada adik sepupunya.


"Niatnya emang mau kerumah bang, tapi ketemu Tara di jalan ya gue ajak makan dulu lah sekali-kali" jawabannya.


"Terus si Reza mana bang? tumben gak sama kalian berdua?"


"Tadi ada tapi gak tau kemana pulang mungkin" jawab Raka seadanya karena sedari tadi dia suda tidak melihat keberadaan Reza.


Mendengar nama Reza disebut membaut Tara menjadi merasakan sedikit aneh dalam dirinya.

__ADS_1


"Aku kenapa lagi?" batin Tara.


Mereka berenam menikmati makan sore bersama dengan secara kebetulan bertemu ditempat yang sama. Sedangkan Tara pikirannya entah melayang kemana tiba-tiba saja nama Reza memguasai pikirannya.


__ADS_2