
"Kakak Gilang!! ayo kak Tara udah dapet apa yang Tara mau"
Tara menghampiri Gilang yang sedang bersama Tiara.
"Ayo kak bayar" ucap Tara.
Gilang menoleh ke arah Tara. "Astagfirullah, kamu yakin beli itu semua Tar?" tanya Reza sambil menaikkan satu alisnya. Tara hanya mengangguk-anggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Gilang.
"Hmmm" dehem Tiara, Tara dan Gilang menoleh bersama ke sumber suara.
"Kak Tiara kan?" tanya Tara memastikan.
Sedangkan Tiara yang ditanya begitu oleh Tara merasa heran.
"Jangan kaget kak, aku tau nama kakak dari kak Gilang" ucap Tiara lagi saat melihat perubahan wajah Tiara yang bingung.
"Kamu adiknya Gilang?" suara Tiara seperti orang yang tidak suka dengan Tara, entah mengapa dia tidak senang dengan Tara.
Karena setahu Tiara, Gilang hanya mempunyai satu adik yang bernama Nia bukan Tara.
"Iya kak, aku adiknya kak Gilang"
"Udah kalau gitu ayo bayar, ayok Tiara sekalian, sekalian biar aku anter pulang juga" ajak Gilang.
Mereka bertiga berjalan menuju kasir, Tara membiarkan Gilang dan Tiara berjalan seiringan, Tara merasa jika Tiara tidak senang dengan dirinya.
"Berapa Mas total semuanya?" taya Gilang saat mas kasir sudah selesai menghitung total belanjaan mereka.
"Tiga ratus ribu Mas"
Gilang hendak menyerahkan uang tiga ratus ribu tapi belum sempat dia melakukan itu sudah dicegah terlebih dahulu oleh Tiara.
"Gue bayar sendiri Lang" ucapanya.
Tapi Gilang tetap membayarkan belanjaan Tiara.
Gilang menyodorkan uang tiga ratus ribu pada mas kasir. " Terimakasih Mas" ucap kasir tersebut ramah.
Setelah selesai membayar Gilang mengajak Tara dan Tiara pulang.
"Tiara kesini naik apa?" tanya Gilang saat mereka sudah berada di luar supermarket.
"Naik grab lang"
"Ya udah aku anter ya" tawar Gilang.
"Kagak usah lang, aku bisa pulang sendiri"
Tidak tau kenapa Tiara tidak suka dengan kehadiran Tara.
"Bener kak Tiara lebih baik diantar aja sama kakak Gilang" tambah Tara.
__ADS_1
"Kakak Gilang, Tara" sapa dua orang secara bersama yang baru saja datang menghampiri mereka.
'Kenapa di sini ada kak Reza sama kak Irfan' batin Tara. Saat dia melihat siapa yang sedang menyapa mereka.
Tara belum tau jika Reza sudah pindah rumah di daerah X, daerah yang sama dengan tempat tinggal dirinya sekarang.
"Wih, kok lu berdua barus kelihatan sih" ucap Gilang.
"Hai, Tara kita ketemu lagi" sapa Irfan sambil menunjukkan senyum manisnya,
Reza yang melihat itu tidak senang sama sekali tapi dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak marah, karena dia juga tidak punya hak untuk marah.
"Iya kak Irfan" jawab Tara seadanya.
"Tapi kok lu bisa sama kak Gilang? ada apa nih?" tanya Irfan ada nada tidak suka dari suara Irfan.
Irfan dan yang lain memegang belum mengetahui jika Tara dan Gilang bersaudara.
"Lang gue duluan aja ya" ucap Tiara yang sedari tadi diam.
"Jangan" cegah Tara dan Gilang bersama.
Reza samar-samar seperti mengingat perempuan yang berbeda di sebeh Gilang.
"Lu yang nabrak gue kemarin kan?"
Tiara merasa dirinya lah yang dimaksud menoleh ke arah Reza.
"Kok lu kenal sama orang ini sih kak Gilang?" tanya Reza tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tiara.
"Bakal jadi perang dunia nih" gumun Tara.
"Lu cari mati sama gue Re?"
"Kagaklah kak, gue cuman tanya kenapa bisa kenal sama orang ceroboh model begini?" bukan apa Reza masih kesal dengan Tiara yang menabraknya kemarin. Entah kenapa Reza yang biasanya tidak peduli jadi kesal pada Tiara padahal kemarin Tiara sudah minta maaf padanya.
"Iyalah kak Gilang kenal sama kak Tiara Kaka Tiara kan pacarnya kak Gilang" bukan Gilang yang menjawab tapi Tara.
Mendengar penuturan Tara. Irfan, Reza dan Tiara hanya melongo tak percaya. Tiara hanya heran tau dari mana Tara jika dirinya dan Gilang berpacaran.
"Terus kalau Tiara pacar kakak Gilang kenapa lu jalan sama Gilang?" Irfan yang penasaran membuka suaranya. Sedangkan Reza hanya nyengir tidak jelas.
"Siap yang jalan sama kak Gilang? orang aku cuman anterin kak Gilang baut beli sesuatu dan karena aku ditraktir sama kak Gilang makanya mau" ucap Tara polos.
"Dek lu kenapa lagi jelasin sama mereka, udah biarin aja gak penting" Gilang sedikit kesal dengan Reza dan Irfan.
"Udah-udah gini aja ya dari pada ribut-ribut mending saling minta maaf, kak Reza minta maaf sama kak Tiara sama kak Gilang, kak Irfan juga, gitu juga sama kak Gilang"
Tara merasa heran kenapa mereka bisa jadi ribut begini.
"Apa Sih dek"
__ADS_1
"Kakak" Tara bicara dengan penuh penekanan.
Akhirnya mereka semua saling meminta maaf satu sama lain setelah Tara terus berusaha untuk membujuk mereka.
"Sorry kak tadi gak tau kenapa, kebawa suasana kali" ucap Irfan dan Reza pada Tiara dan Gilang.
"Sans aja"
"Udah kalau gitu ayo pulang kak" ajak Tara.
"Anter kak Tiara dulu ya dek"
"Iyalah kak, emang kak Gilang harus anterin kak Tiara"
"Maaf nih Lang, sebelum pergi lu kok manggil Tara dengan sebutan adek?" Irfan sudah tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya.
"Dia dek sepupu gue" ucap Gilang akhirnya.
Tara dan Gilang mengantar Tiara pulang setelah berpamitan dengan Reza dan Irfan.
Di dalam mobil entah mengapa Tiara merasa canggung apalagi tadi saat di supermarket dia sangat jelas menunjukkan wajah tidak sukanya pada Tara. Sekitar dua puluh menit mereka sudah sampai di depan rumah Tiara.
"Makasih Lang, Tara makasih juga ya" ucap Tiara sambil tersenyum.
"Dan maaf juga" ucap Tiara lagi dia merasa tidak enak dengan Tara.
"Iya Kak santai aja, semoga kita bisa ketemu lagi Kak Tiara"
"Siap pasti ketemu" jawab Tiara lalu dia keluar dari dalam mobil.
Sampai di rumah Tara langsung merebahkan dirinya di sofa.
"Capek banget ini semua gara-gara Kak Gilang" gerut Tara.
"Apa sih dek main salah-salahin aja" jawab Gilang tidak terima.
"Nia belum pulang emang ya?" tanya Tara entah pada siapa.
"oh iya dek, tadi kenapa Tiara minta maaf sama kamu?" tanya Gilang tanpa menjawab pertanyaan Tara.
Gilang sangat penasaran apa sebab Tiara meminta maaf pada Tara saat turun dari mobil tadi.
"Huhh, dasar gak peka, jelaslah Kak Tiara marah dia kan ngira kakak jalan sama cewek lain, makanya kak lain kali langsung jujur aja sama kak Tiara" cerocos Tara.
Gilang memutar bola matanya malas. "Iya adik ku yang paling benar"
"Assalamualaikum" Nia yang baru saja pulang mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam" jawab keduanya kompak.
"Raka mana dek?" tanya Gilang pada Nia yang baru saja masuk rumah.
__ADS_1
"Udah pulang kak"