
Sudah empat bulan ini Reza menjalani kuliahnya di Universitas Jaya dengan sungguh-sungguh, dia selalu saja mendapatkan banyak pujian dari dosennya karena ketekunan Reza.
"Re, cari makan yu" ajak Ari yang baru saja datang menghampiri Reza di kelasnya.
"Nanggung bentar lagi Ar" Reza tidak menoleh pada Ari sama sekali, melihat hal itu Ari hanya berdecak sebal.
"Selalu begitu lu Re, gue aja sampek heran lu masuk kuliah makin rajin aja belajar" ucap Ari.
Ari memperhatikan Reza yang sedang serius.
"Udah ayok jadi nggak? gue udah beres ni kalau nggak gue mau ke perpustakaan"
"Jadilah masak kagak, udah capek-capek gue kesini"
Ari memang satu kuliah dengan Reza tetapi keduanya berbeda jurusan, bahkan berbeda fakultas.
Tadinya Ari tidak tau jika dia mengambil satu Kampus yang sama dengan Reza. Tapi setelah satu bulan dia baru peka jika dirinya dan Reza satu universitas.
Mereka berdua memutuskan untuk makan di kantin kampus.
"Lu yakin makan di sini Ar?" tanya Reza.
Reza malas melihat kantin kampus yang begitu ramai
"Lah, terus di mana lagi, udah ayok cari tempat duduk"
Semenjak kuliah Reza menjadi jara berbaur dengan para mahasiswa-mahasiswi padahal banyak sekali yang ingin dekat dengan Reza. Tapi Reza tetaplah Reza hanya cuek saja pada semua orang.
"Aduh, maaf" seorang tidak sengaja menabrak Reza. Dia sedang terburu-buru
"Lain kali hati-hati kalau jalan" ucap Reza dingin sambil kembali menuju mejanya. Tanpa menatap orang yang menabraknya tadi.
"Buset siapa sih itu orang dingin amat" gerut cewek tersebut, setelah itu dia berlalu pergi karena memang sedang sangat terburu-buru.
.
.
.
Sementara itu Nia sudah berada di rumah Tara, niatnya nanti malam dia akan pergi jalan dengan Raka.
"Taraa!!" terika Nia dari dalam kamar Tara, sedari tadi dia sedang mencari baju yang cocok untuk dia kenakan nanti malam tapi tak kunjung ada yang cocok.
"Mana sih tu anak"
Nia akhirnya memutuskan untuk mencari Tara, tidak tau kenapa sekarang Tara sering menghilang begitu saja.
"Bi, liat Tara gak?" Nia bertanya pada bi Inah yang sedang memasak untuk makan malam.
"Gak tau neng Nia bibi belum lihat, dari tadi bibi di dapur tapi belum ada lihat neng Tara lewat" jawabnya lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
"Oke bi, terimakasih"
Nia mencari Tara yang berbeda di halam belakang rumah tapi tidak menemukan Tara sama sekali.
"Aneh banget sih gue, kenapa nggak di telpon aja" gumunnya.
'Halo Tar, lu dimana sih? dari tadi gue cariin juga kagak ketemu, capek nih gue nyariin lu, main ngilang-ngilang aja" cerocos Nia panjang lebar saat sambungnya sudah tersambung pada Tara.
'Santai Nia, kuping aku sakit gara-gara kamu terika' jawab Tara dari seberang telpon.
__ADS_1
'Udah cepet pulang keburu magrib, entar keburu kak Raka dateng'
'Apa hubungannya gue pulang ke rumah sama kak Raka dateng sih Nia' heran Tara.
'Kagak usah banyak tanya Tar, pokoknya lu pulang sekarang, kalau nggak gue marah'
Setelah itu Nia mematikan sambung telpon begitu saja.
"Kebiasaan si Nia"
Tara yang ternyata ada di rumah Sri segera pulang ke rumahnya.
"Sri aku pulang dulu ya, di tungguin sama Nia, main ke rumah Sri kalau ada waktu kan rumah kita deketan"
"Iya Tar, besok atau lusa gue main ke rumah lu"
Tara yang sudah sampai di depan rumahnya segar masuk ke dalam kamar.
"Astagfirullah, Niaaa!! kamar aku kenapa jadi kapal pecah gini?" gerut Tara tapi orang yang dipanggil tidak nongol.
"Apa sih Tar, terika-terika B aja kali"
Nia yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak merasa bersalah sama sekali.
"Beresin baju kamu Nia, kalau enggak aku gak mau bantuin kamu cari baju yang pas" ancam Tara.
Tara paham apa yang membuat Nia menyuruh cepat pulang ya karena untuk memilihkan baju untuk Nia.
"Siap Bos, laksanakan"
Malam harinya sekitar jam 7 Raka sudah berada di depan rumah Tara, tapi dia tidak sendiri melainkan dengan Gilang juga.
"Iya dek abang mau minep di sini, di asrama berisik lagi ada acara" jawab Gilang.
Gilang sudah tau jika Tara saudara sepupunya, dia sudah menganggap Tara seperti adiknya sendiri.
"Nia mana Tar?" tanya Raka saat sudah berada di ruang tamu.
"Bentar kak Tara panggilin dulu"
Sampai di kamarnya Tara segera menyuruh Nia turun karena sudah ada Raka.
"Tar kok lu kagak bilang sih kalau ada kakak Gilang" kesal Nia, dia kaget saat melihat ada kakaknya bersama Raka.
"Kakak sama siapa kesini?" sapa Nia pada Gilang.
"Sama adik ipar dek" celetuk Gilang.
"Apa sih kakak"
Sedangkan Tara sudah ketawa cekikikan saat Nia digoda oleh Gilang.
"Gue izin pergi sama Nia ya, lang"
"Yoi, tapi awas aja kalau adek gue lecet abis lu"
"Ilah, santai kali kakak" celetuk Tara.
"Jangan pulang malem-malem" terika Tara dan Gilang secara bersama.
Setelah kepergian Raka dan Nia. Gilang dan Tara sama sekali tidak beranjak dari ruang tamu.
__ADS_1
"Dek ibu mana?" Gilang sedari tadi tidak melihat keberadaan ibu Siti.
"Masih di toko Kak bentar lagi pulang"
"Makan duluan yak dek, kakak laper banget"
Saat keduanya akan beranjak menuju ruang makan bertepatan dengan ibu Siti yang baru saja pulang dari toko.
"Ibu" sapa Gilang sambil menyalami punggung tangan ibu Siti. Begitu juga dengan Tara
"Ada Gilang, udah lama di sini lan?"
"Belum bu baru tadi, ceritanya mau makan laper, ehe pas sama ibu pulang"
"Kalau gitu ayok makan, kebetulan ibu usah bersih-bersih sama shalat di toko tadi"
Mereka bertiga akhirnya makan bersama dengan seluruh penghuni rumah mereka.
"Dek anter gue keluar bentar yuk" pinta Gilang pada Tara. Saat sudah selesai makan
"Ngapain kakak males"
"Gue traktir gimana mau kagak?"
"Bisae kalau nyogok"
"Pamit dulu sama Ibu" ucap Tara, lalu Gilang mengangguk.
Keduanya sudah sampai di supermarket dengan menggunakan mobil Tara, entah apa yang akan Gilang cari.
"Bener ya kakak traktir awas kalau bong"
"Iya benar"
"Jangan nyesel tapi Kakak udah traktir Tara" ucap Tara lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Gilang.
"Lah gue ditinggal, emang Adek nggak ada akhlak"
Gilang menyusul Tara masuk ke dalam supermarket tersebut. Setelah berputar beberapa kali akhirnya Gilang menemukan apa yang dia cari sedari tadi, tapi tidak kunjung melihat Tara.
"Mana sih itu anak" kesal Gilang.
"Gilang" sapa seorang.
"Tiara, kok disini sama siapa?" tanya Gilang sambil celingukan.
"Sendiri aku lagi cari peralatan buat besok, lu sendiri sama siapa?"
"Sama...."
"Kakak Gilanggg!!" ucap Gilang harus terpotong karena teriakan dari Tara.
Tara berjalan mendekat Gilang dan Tiara.
"Kakak udah ayo, Tara udah dapet apa yang Tara mau" ucapnya senang tapi dia belum menyadari keberadaan Tiara.
.
.
Jangan lupa like and comen 🤗
__ADS_1