Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Ayah bijak


__ADS_3

Tara berjalan seorang diri sepulang sekolah dia berpisah di gerbang tadi dengan Nia, karena arah rumah mereka yang berbeda.


"Tara" panggil seorang dengan pelan. Tara yang sedang duduk di kursi tunggu halte menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya. Tara tidak seberapa yakin jika orang itu memanggil namanya karena hanya terdengar samar,  tapi tetap saja dia menoleh ke sumber suara...


"Sri!"


Tara kaget saat melihat Sri sudah duduk di sampingnya dengan kepala yang tertunduk.


"Sri" panggil Tara lagi. Tara  merasa tidak ada respon apa-apa dari Sri.


"Sri" ketiga kalinya Tara memanggil nama Sri barus ada pergerakan dari Sri. Samar-samar Tara mendengar isakan kecil dari mulut Sri.


"Sri kamu kenapa?" tanya Tara heran.


"Tara gue mau minta maaf sama lu" ucap Sri akhirnya.


"Iya, terus kamu kenapa nangis?" Tara sangat penasaran apa yang menyebabkan Sri menangis hingga seperti itu. Lalu Sri menceritakan pada Tara apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


FALL BACK ON.


Prang.....


Prang....


"Papa! papa kenapa?" Sri sangat bingung ketika melihat papanya melempar semua gelas yang berada di meja makan.  Sri hanya tinggal berdua dengan papanya. Mama dan papa Sri sudah lama bercerai dia memiliki dua orang kakak tapi mereka semua ikut namanya sedangkan Sri sendiri lebih memilih ikut dengan papanya.


"KAMU BILANG  PAPA KENAPA?IYA. KAMU MAU TAU PAPA KENAPA, BENARKAN? PAPA KASIH TAU KAMU YA PAPA GAK PERNAH NGAJARI KAMU BUAT NGEBULLY ORANG ATAU NYAKITIN ORANG, TERUS KAMU BERBUAT KAYAK GITU NGIKUT SIAPA HAH? IKUT JEJAK MAMA KAMU YANG GAK TAU DIRI ITU  BENER?" bentak pak Banu pada anaknya Sri dia merasa sudah gagal mendidik anaknya.


Sri yang melihat papanya hancur gara-gara dirinya sendiri hanya bisa menangis sejadi-jadinya ini untuk kedua kalinya Sri melihat papanya sangat kacau. Dulu ketika mamanya ketahuan selingkuh Sri lah orang yang menenangkan papanya tapi sekarang papanya menjadi seperti ini akibat dirinya sendiri, Sri tidak tau harus berbuat apa.


"Maaf Pa" hanya kata maaf yang keluar dari mulut  Sri,  dia menyesali seluruh perbuatannya selama ini.


"Maaf iya. Maaf kata kamu! coba kamu yang ada di posisi teman kamu itu gimana rasanya hah! kamu malah seenaknya membully orang, papa gak pernah ngajarin kamu kayak gitu" bentak pak Banu lagi pada Sri. Sri hanya bisa menangis dalam diam dia menyadari kesalahannya. Ternyata setelah hari itu dimana pak Banu melihat sendiri anaknya berbuat buruk dia menyelidiki apa saja yang sudah dilakukan Sri pada Tara. Betapa kaget pak Banu saat tau semuanya apa yang telah diperbuat oleh Sri.

__ADS_1


"Minta maaf dengan tulus pada Tara, kalau tidak papa gak akan pernah mau ketemu kamu lagi, jangan pernah berteman lagi sama yang namanya Dian itu" ucap pak Banu penuh penekan lalu setelah itu dia pergi begitu saja entah kemana.


Setelah kejadian itu pak Banu tidak pernah pulang ke rumahnya selama tiga hari lamanya. Sri yang tau papanya sudah tidak pulang dalam tiga hari tau betul jika papanya sudah sangat kecewa pada dirinya sendiri karena telah gagal mendidik anaknya.


FOLLBACK OF


Tara yang mendengar cerita Sri ikut terenyuh betapa beruntungnya Sri memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya.


"Gue minta maaf banget Tara sama lu, apa yang gue lakuin dulu emang udah keterlaluan banget" ucap Sri lagi dia sangat sedih.


"Kamu beruntung Sri punya seorang Ayah yang hatinya sangat baik" puji Tara..


"Aku udah maafin kamu kok Sri, kalau boleh aku pengen ketemu sama ayah kamu, biar di antara kamu sama ayah kamu gak ada yang namanya salah paham lagi" ucap Tara sambil tersenyum dia sudah melewatkan tiga bus sekolah yang menuju rumahnya hanya untuk mendengar ucapan Sri.


"Benar!" kaget Sri dia tidak percaya Tara mau memaafkan dengan mudah.


"Iya benar" jawab Tara meyakinkan.


"Emang lu kagak sakit hati Tara, sama apa yang udah gue perbuat dulu?" tanya Sri ragu.


"Sakit hati pasti Sri gak mungkin nggak" ucap Tara sambil menoleh ke arah Sri


"Maaf" hanya kata maaf yang bisa keluar dari mulut Sri saat mendengar penuturan Tara barusan.


"Iya aku udah maafin kamu kok, selagi orang itu mengakui kesalahannya dia berhak mendapatkan maaf asal dia mau memperbaiki semuanya dan tidak pernah mengulang kesalahan  yang pernah dia lakukan" ucap Tara sambil tersenyum kepada Sri. Kata-kata itu sama seperti Tara ucapkan pada Reza saat Reza meminta maaf padanya.


"Tar makasih ya lu udah mau maafin gue"


"Iya"


Lalu Sri memeluk Tara begitu saja, Tara sampai tersentak kaget saat merasakan pelukan dari Sri bajunya hampir basah karena air mata Sri yang jatuh mengenai seragam sekolahnya.


"S-ri a-ku gak bi-sa na-pas" ucap Tara terbata-bata.

__ADS_1


"Maaf" spontan Sri melepaskan pelukannya pada Tara.


"Iya Tar setela lu ketemu papa gue, dan papa gue tau lu udah mau maafin gue, gue bakal pindah sekolah"


"Kenapa pindah sekolah?" tanya Tara heran.


"Kagak tau ini kemauan papa gue" ucap Sri jujur.


"Ya udah tapi ingat kalau kamu udah ditempat lain jangan ngelakuin kesalahan yang sama" pesan Tara.


"Pasti Tar"


"Mungkin mereka semua harus lebih memenuhi lagi kesalahan mereka" gumun Tara. Dia merasa heran setiap yang merasa bersalah pada dirinya dan meminta maaf, setelah Tara maafkan mereka pergi dari kehidupan Tara.


Sri sangat senang akhirnya Tara mau memaafkannya. Walaupun setelah ini dia harus pindah sekolah, mendapatkan maaf dari Tara membatu Sri sedikit lega.


******


Keesokan harinya Dian kembali mendekati Sri yang sudah beberapa hari ini terus saja menghindari dirinya Dian merasa ada yang aneh pada Sri.


"Sri gue mau ngomong" ucap Dian serius


"Ngomong aja gak ada yang ngelarang kok" jawab Sri dia tidak peduli dengan muka kesal Dian padanya. Sri hanya mengingat pesan ayahnya jangan lagi berteman dengan Dian.


"Kenapa lu minta maaf sama Tara?" tanya Dian tanpa memikirkan pertanyaannya yang tidak masuk akal itu.


"Pertanyaan macam apa yang lu tanyakan itu" ucap Sri


"Jelaslah gue minta maaf sama Tara, karena gue emang salah, dan lu juga harusnya minta maaf sama Tara. Mengingat apa yang udah lu lakuin sama dia dulu" ucap Sri santai.


"Dia bayar berapa lu sama Tara? sampek lu nyuruh gue minta maaf sama dia" kesel Dian.


"Jaga ya mulut lu!, gue kagak dibayar siapa-siapa ini semua karena gue sadar apa yang pernah gue lakuin sama Tara itu semua memang salah" Sri berkata dengan penuh penekan.

__ADS_1


"Lu, ya Sri!!" setelah mengatakan begitu Dian pergi begitu saja karena merasa sangat jengkel pada Sri.


__ADS_2