Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Dio dan Dian


__ADS_3

"Awass!!" teriak seorang pengendara motor pada seorang gadis berpakaian SMA tapi gadis itu sepertinya tidak mendengar suara pengendara motor itu. 


Pengendara motor itu melihat sebuah mobil melaju kencang dari belakang seorang gadis yang baru saja keluar dari mobilnya. 


Bruk


Bruk


Tapi terlanjur belum sempat gadis itu menghindar mobil hitam di belakangnya sudah menabrak gadis yang berpakaian SMA itu. 


"Astagfirullah" 


Pengendara motor tadi segera menghampiri korban kecelakaan, sedangkan mobil hitam tadi sudah melaju kencang tanpa peduli apa yang terjadi.


"Astagfirullah" ucap pak Bono yang baru saja memutar mobilnya setelah mengantar Tara ke sekolah. Kejadian barusan begitu cepat sampai pak Bono tidak bisa mencerna nya. 


"Ya Allah, pak cepet masukan ke dalam mobil saya" ucap pak Bono setelah turun dari mobil. 


"Bapak kenal gadis ini?" tanya beberapa orang yang ada di lokasi kejadian. 


"Iya pak dia saudara saya" jawab pak Bono meyakinkan.


"Iya bener tadi saya lihat gadis ini turun dari mobil itu" ucap salah satu dari mereka.


"Sudah ayo cepat pak" ucap pak Bono lagi,


Mereka semua menggendong Tara ke dalam mobil.  


Setelah memastikan Tara sudah berada di dalam mobil pak Bono segera menuju rumah sakit. 


Sesampainya di rumah sakit Tara segera dimasukkan ke dalam ruang UGD. 


"Aduh gimana bilang sama ibu ya" bingung pak Bono. 


Tapi mau bagaimana pun pak Bono harus tetap mengabari ibu Siti.


Sementara itu di dalam mobil berwarna hitam yang telah menabrak Tara tadi ada dua orang yang sedang tertawa puas. 


"Biar mati sekalian itu si Tara" 


"Gue puas banget dah, sekarang yang gue pengen liat gimana reaksi si Reza saat tau jika Tara kecelakaan"


"Dio, lu hebat juga bawa mobilnya sampai tepat sasaran" puji Dian. 


Ya dua orang itu adalah Dian dan Dio, ternyata kecelakaan itu sudah lama mereka rencanakan, tapi barus sekarang mereka bisa melancarkan aksinya setelah beberapa kali gagal karena ada saja kendala. 


Sebenarnya akhir-akhir ini Dian dan Dio sudah bekerja sama untuk mencelakai Tara, bukan hanya Tara tapi sebenarnya target keduanya Reza juga. 


.


.

__ADS_1


.


Ibu Siti yang mendapatkan kabar jika putri tunggunya mengalami kecelakaan segera menuju rumah sakit diantar oleh kang Asep. Begitu juga dengan Nia ketika mendengar dari kepsek jika Tara mengalami kecelakaan dia langsung menuju rumah sakit.


"Mang Tara gimana?" tanya ibu Siti saat sudah sampai di rumah sakit.


"Maaf bu" bukannya menjawab pertanyaan dari ibu Siti mang Bono malah meminta maaf karena dia merasa kecelakaan ini akibat dirinya yang tidak bisa menjaga Tara. 


Nia yang baru saja sampai rumah sakit segera menuju ruang dimana Tara sedang diperiksa, Nia melewati koridor rumah sakit dengan tergesa-gesa. 


"Ibuuu!" panggil Nia saat sudah sampai di depan ruang UGD yang di dalamnya Tara sedang diperiksa. 


"Nia" ucap ibu Siti lemah. 


Nia langsung berhambur masuk ke dalam pelukan ibu Siti. 


"Tara, Niaa" ucap ibu Siti lemah. 


"Ibu yang kuat, kita berdoa saja pasti Tara gak papa" 


Nia sangat tau bagaimana perasaan ibu Siti sekarang pasti sangat-sangatlah hancur,  karena dia juga merasakan apa yang ibu Siti rasakan. 


Mang Bono yang melihat itu merasakan perih dia juga sudah menganggap Tara seperti anaknya sendiri, sedangkan kang Asep mendekat ke arah mang Bono dia bingung harus bagaimana, tapi yang pasti dia juga ikut sedih, karena Tara termasuk dekat dengan dirinya. 


Kle… 


Pintu ruang UGD terbuka dari pintu itu keluar seorang dokter cantik yang baru saja selesai memeriksa Tara. 


Mendengar pintu terbuka ibu Siti dan Nia langsung menghampiri dokter cantik itu yang bernama Anita terlihat dari name tagnya. 


"Maaf ibu pasien mengalami banyak pendarahan, saat ini keadaannya sangat kritis tapi kami akan berusaha sebaik mungkin" jawab dokter Anita, dia merasa iba kepada ibu Siti.


Dokter Anita sangat tahu bagaimana sakitnya melihat orang yang kita sayangi terkulai lemas di dalam kamar rumah sakit.


"Dok apa kami boleh menemui pasien?" tanya Nia. 


"Boleh silahkan tapi untuk saat ini pasien belum sadarkan diri mohon bersabar,dan tolong juga jangan mengganggu ketenangan pasien, kalau begitu saya permisi"


"Baik dok" jawab Nia ramah


Setelah dokter Anita berlalu pergi ibu Siti dan Nia masuk ke dalam ruang UGD itu, sedangkan mang Bono dan kang Asep menunggu di luar.


"Mang kok bisa Tara kecelakaan?" tanya kang Asep penasaran, pasalnya jika Tara kecelakaan kenapa mang Bono tidak kenapa-napa sedangkan tadi Tara berangkat sekolah diantar mang Bono. 


"Saya juga gak ngeliat jelas Sep, yang pasti tadi waktu saya muter mobil, lihat dari kaca mobil neng Tara sudah dikerubungi beberapa orang dan disitu mamang liat ada satu mobil yang melaju kencang banget" jelas mang Bono panjang lebar. 


Ibu Siti dan Nia yang berada di dalam ruang UGD segera menghampiri Tara yang terbaring lemas di brankar rumah sakit.


"Tara kenapa bisa gini nak" ucap ibu Siti paruh sambil memegang tangan putrinya yang sama sekali tidak membuka mata, sesekali ibu Siti mengelus pucuk kepala Tara dengan sayang.


"Tara lu jahat, kenapa lu kayak gini Tar" ucap Nia air matanya kembali terjatuh begitu juga dengan ibu Siti. 

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Gilang dari pintu, dia segera mendekat ke arah ibu Siti dan Nia. 


"Waalaikumsalam" jawab Nia dan Ibu Siti lemah. 


"Kak" ucap Nia setelah tau siapa yang datang dia segera pergi berhambur ke dalam pelukan Gilang. 


"Tara gimana dek?" 


Nia tidak menjawab pertanyaan Gilang melaikan dia semakin memeluk kakaknya itu dengan sangat erat. 


Gilang juga sangat mengkhawatirkan keadaan Tara bagaimanapun juga dia sudah menganggap Tara seperti adik kandungnya sendiri.


"Kakak tadi dapet kabar dari mang Bono langsung kesini, Ibu gimana ceritanya Tara bisa kecelakaan?" tanya Gilang hati-hati


"Ibu belum tau Lang, mang Bono juga belum cerita sama ibu"


Mang Bono memang sudah mengabari semuanya jika Tara mengalami kecelakaan. Gilang yang tadinya akan pulang ke asrama tidak jadi karena mendapatkan kabar jika Tara mengalami kecelakaan, lebih tepatnya tabrak lari. Sedangkan Mia dan Apri sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit. 


"Mbak" sapa Mia saat sudah berada di ruang UGD tempat Tara berada. 


Mia langsung memeluk ibu Siti. "Mbak kenapa bisa gini?" tanyanya khawatir.


"Mbak juga gak tau Mia"


Gilang dan Nia pergi memeluk papanya bersama saat pak Apri masuk menyusul Mia yang sudah lebih dulu. 


"Tara Pa" adu Nia. 


"Udah kalian berdua berdoa aja ya buat kesembuhan Tara"


.


.


.


Sebuah motor berhenti di rumah mewah, pengemudinya segera masuk ke dalam rumah itu. 


"Kenapa itu muka lemes banget?"


"Gimana gak lemes Ti bayangin aja tadi waktu abang naik motor, abang ngeliat dengan mata kepala abang sendiri kalau ada anak gadis pake seragam SMA ditabrak di depan mata abang, abang udah sempat teriakin dia tapi terlanjur mobil itu lebih dulu nabrak gadis SMA itu" jelasnya.


"Astagfirullah, kok bisa bang?"


"Abang juga gak tau Ti,  tapi kayaknya mobil itu memang sengaja nyelakain gadis yang ditabraknya"


"Terus gimana keadaan dia bang?"


"Gak tau abang juga Tiara, tapi untungnya saudara langsung bawa dia ke rumah sakit"


"Udah bang mending istirahat dulu"

__ADS_1


"Iya abang ini juga mau istirahat, gak lagi-lagi dah abang keluar pake motor"


Abang Tiara memutuskan untuk istirahat dia sudah sangat lelah, melihat kecelakaan di depan matanya sendiri membuat dirinya langsung lemas seketika apalagi dirinya merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan gadis malang itu. 


__ADS_2