Cinta Tulus Si Cupu

Cinta Tulus Si Cupu
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Setelah kemarin Reza dan yang lainnya menjenguk ibu Siti di rumah sakit tempat ibu Siti dirawat Tara sama sekali tidak bertemu Reza kembali. Kemarin juga saat Reza datang ke rumah sakit keduanya saling menghindar seperti orang asing yang tidak pernah kenal.


"Aku harus ke rumah sakit, Ibu kan hari ini pulang" gumun Tara sambil memasukan satu persatu barangnya ke dalam tas miliknya.


"Tara" panggil Dian, sudah beberapa minggu ini Dian seperti menjauhi semua orang terlebih lagi setelah insiden keributan dirinya dengan Sri waktu itu saat pertama masuk sekolah kembali setelah libur panjang.


"Iya, Dian, ada apa?" tanya Tara, dia menoleh ke arah Dian sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


"Gue mau ngomong sama lu penting, tapi cuman kita berdua lu bisakan? " Dian mengutarakan maksudnya, entah apa yang Dian akan bicarakan pada Tara.


"Bisa aja sih Dian, tapi maaf jangan sekarang soalnya aku lagi buru-buru" ucap Tara, dia hendak kembali melangkah tapi dia urungkan saat mendengar Dian kembali bersuara.


"Besok ya Tar" ucap Dian lagi.


"Oke, kalau gitu aku duluan" pamit Tara, dia benar-benar pergi dari kelasnya, karena memang waktu pulang sekolah telah tiba.


Tara yang barus saja keluar dari dalam kelasnya kebetulan sekali berpapasan dengan Nia yang juga barus keluar kelas.


"Tara" Nia berjalan mendekati Tara yang sedang menunggu dirinya di depan kelas Tara.


"Tar, ayok gue anter jemput Ibu" tawar Nia setelah dia berdiri di sebelah Tara.


"Tapi maaf kalau ngerepotin Nia" Tara merasa dirinya selalu membuat Nia repot, Walaupun keduanya sahabat dan Nia juga sering mengucapkan sama-sama membantu tetap saja Tara tidak enak, karena dia merasa sudah sering sekali merepotkan Nia bahkan keluarganya juga.


"Apa sih Tar, siapa yang repot coba?" Nia sedikitnya kesal karena Tara selalu merasa tidak enak pada dirinya.


"Eleh, eleh jangan ngambek atuh, udah ayok jemput Ibu" setelah mengatakan itu Nia mengikuti langkah Tara keduanya berjalan seiringan tanpa bersuara.

__ADS_1


"Nia itu Sri buka?" Tara bertanya pada Nia tapi fokusnya masih tetap menghadap pada orang yang berada di depannya yang sedang berjalan ke arah dirinya dan Nia.


"Iya, ngapain tau anak abis dari ruang kepsek?" Nia juga terus menatap Sri yang terus berjalan ke arah mereka tapi saat Sri sudah dekat keduanya dia terus berjalan tanpa menghentikan langkahnya.  Seperti Sri memang tidak melihat keberadaan Tara juga Nia.


"Sri" panggil Tara, Sri yang berada di samping kiri Tara mencari sumber suara karena terhalang beberapa siswa-siswi yang sedang berlalu lalang.


"Tara,  Nia" sapa Sri saat sudah melihat siapa orang yang baru saja memanggil dirinya.


"Sini" ajak Nia sambil menarik tangan Sri.


Tara dan Nia membawa Sri duduk di kursi panjang yang berada di koridor sekolah mereka.


"Ngapain kamu habis dari ruang kepsek?" tanya Tara tanpa basa-basi, Nia juga sama seperti Tara sangat penasaran apa yang membuat Sri keluar dari ruang kepsek pasalnya jarang siswa-siswi masuk ke ruang kepsek kecuali ada hal yang sangat penting.


"Gue kan udah pernah cerita sama Ku Tar, kalau gue bakal pindah" Sri menjawab dengan ragu.


"Kenapa harus pindah Sri?" Nia merasa barus saja berteman dengan Sri sudah akan berpisah saja.


Mendengar jawaban dari Tara, Nia tidak bisa berkata-kata lagi, walaupun dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Sri lebih baik lagi tapi jika Sri harus pindah atas perintah padanya sendiri Nia bisa apa.


"Iya gue besok udah gak sekolah disini lagi,  tadi gue ngurusin surat kepindahan, makanya gue abis dari ruang kepsek" ucap Sri seadanya.


"Iya Tara, Nia gue minta maaf banget sama kalian berdua karena dulu gue udah keterlaluan banget sama kalian, apalagi sama lu Tar" Sri berkata dengan tulus tidak ada unsur paksaan atau hanya sekadar drama Nia dan Tara bisa melihat ketulusan itu dari pancaran mata Sri.


"Gue udah maafin lu kok" jawab Nia Tara menganggukan kepalanya untuk membenarkan ucapan Nia barusan.


"Kalau gitu gimana kalau nanti malam kita ketemu angap aja kita nongkrong bareng sekali-kali,  tapi ingat ini bukan perpisahan loh" ajak Tara, Nia dan Sri mengiyakan ajakan Tara barusan.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu aku sama Nia duluan Sri, soalnya mau jemput Ibu" pamit Tara dia takut jika ibunya menunggu terlalu lama.


"Oke, hati-hati kalau gitu maaf gak bisa ikut jemput Ibu lu" balas Sri.


Setelah kepergian Nia dan Tara. Sri kembali berjalan menuju kelasnya untuk mengambil tas miliknya yang masih berada di kelas.


Sementara itu Tara dan Nia sedang menuju rumah sakit menggunakan mobil Nia. sudah beberapa minggu ini Nia sekolah membawa mobil sendiri.


"Nia tadi Dian mau ngomong penting sama aku,  tapi gak tau dia mau ngomong apa, soalnya aku bilangnya kalau dia mau ngomong hal penting gak bisa sekarang tapi besok" ucap Tara saat keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Yang penting lu hati-hati aja sama itu orang gue rasa dia belum berubah" jawab Nia sambil memberhentikan mobilnya, karena sudah sampai di arena rumah sakit.


Mereka berdua segera bergegas turun dari mobil untuk menuju ruang rawat ibu Siti.


"Pasti Nia aku akan hati-hati gak kayak dulu lagi, yang kurang hati-hati langsung percaya gitu aja sama orang" Tara melanjutkan obrolan mereka di dalam mobil tadi.


Tara akui memang dulu dirinya mudah sekali tertipu dengan sikap orang-orang yang pura-pura baik dengan dirinya, seperti dulu saat Dian dan Sri yang berlaku baik padanya ternyata hanya untuk menjebak dirinya.  Tapi jika sekarang Tara benar yakin jika Sri sudah berubah.


"Assalamualaikum" sapa Tara dan Nia saat sudah sampai di ruang rawat ibu Siti keduanya langsung bergegas masuk ke dalam..


"Ibu siapa yang bersin ini semua?" heran Tara. barang-barang dirinya dan ibunya sudah tinggal diangkut karena sudah beres.


"Ibu Tar" jawab Ibu Siti sambil tersenyum, jelas Tara tau jika yang membereskan itu semau ibunya siapa lagi coba di dalam ruang itu hanya ada ibunya seorang.


"Ibu harusnya tunggu Tara aja, biar Tara yang beresin" ucap Tara tidak enak, dia hanya tidak mau ibunya kecapean saja.


"Udah gak papa, lagian juga cuman sedikit kok, masukin baju ke dalam tas aja" ibu Siti tau jika putrinya tidak mau dia kecapean.

__ADS_1


"Udah gak usah ribet Tar,  ayok kita aja Ibu pulang" ajak Nia setelah selesai melihat drama ibu dan anak itu.


Akhirnya Nia mengantar Tara dan ibunya pulang sampai ke rumah mereka.  Nia senang ibu Siti hanya dirawat tiga hari di rumah sakit tidak lebih begitu juga dengan Tara dia sangat bersyukur ibunya tidak sakit parah.


__ADS_2