
Di Sebuah Univesitas Tunas Bangsa para mahasiswa berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara acara pembukaan OSPEK (Orientasi studi dan perkenalan kampus). Azzahra, Nissa dan Inaya merupakan anggota BEM kampus dan mereka mahasiswa semester V. Mereka sangat aktif di setiap acara kampus dan turut serta dalam acara.
“ Azza?” panggilan dari Nissa
“ iya, ada apa” sahut Azzahra
“kita kekantin yuk?” ajak Inaya
“Setuju laper juga gueh, dari pagi nggak sarapan, karena bangun kesiangan” sahut Nissa
“Ke kantin, apa kalian mau kita dihukum sama kakak Sennat” sontak Azzahra yang marah kepada kedua sahabatnya itu
“Yah kita nggak usah izin, kan juga nggak bakal tau kan, kalau kita Ke kantin” ucap Inanya yang membujuk Azzahra agar mau diajak kekantin, saat itu mereka ikut serta dalam upacara pembukaan.
Tak disangka tertanya ada seorang pemuda yang mendengar percakapan ketiga gadis tersebut. Dan ternyata ia adalah anggota lain BEM di kampus tersebut tak lain adalah Dzikra. Kemudian pemuda itu menghampirinya.
“Kalian mau Ke kantin?” ucap dzikra pada ketiga gadis itu, tetapi pandangannya terfokus pada salah satu gadis, yaitu Azzahra.
__ADS_1
“Iya kak, Kami lapar dari pagi belum sarapan” sahut ragu Inaya dan Nissa sambil menatap Dzikra yang begitu tampan, karna mereka berdua sangat mengidolakannya.
Namun sisi lain Az zahra hanya diam dan menundukan pandangannya karna ia merasa Dzikra mencoba mencuri pandang dengan nya.
“Iya kan Zza?” ucap Nissa sambil menyenggol lengan sahabatnya itu dan mengedipkan sebelah matanya memberi isyarat agar dia mendukungnya.
“Haaa?” sahut azzahra kaget saat lengannya disenggol sama sahabatnya itu
“Iya kak bener kami ingin Ke kantin!” ucap Azzahra dengan suara sedikit gemetar dan ragu ragu
“Bener kak boleh kami kekantin?” langsung dijawab dengan penuh gembira oleh Nissa
Dan lainnya halnya dengan pemikiran Azzahra.
“Kenapa kakak Dzikra malah mengizinkan kami kekantin, bukannya malah memarahi dan menjelaskan ke kami?” batin Azzahra yang perang pikiran antara hati dan otaknya
“Zza kita di izinin sama kakak Dzikra?” sahut Inaya kepada Azzahra, tetapi Azzahra Hanya diam dan tak mendengarkan ucapan nya.
__ADS_1
“Zza?” tak ada sahutan yang mendengar
“Raida Azzahra?” menaikkan suara panggilannya,Sontak membuat azzahra kaget.
“Iyya!” sambil tersenyum dan melotot sedikit karna dia tidak mendengar perkataan mereka,
“Kamu tu dari tadi mikiran apa sih, bengong mulu, diam aja nggak ada jawaban apa yang dari tadi kamu pikirin” ucap Inaya dengan marahnya
“Iyaa bener katanya Inayah kamu mikirin apa, apa kamu sakit” ucap Dzikra sambil memandang Azzahra.
“ Enggak,aku enggak papa kok, enggak sakit juga, enggak ada yang aku pikirin sih, Cuma mikirin nanti games apa yang akan dimainkan dengan mahasiswa baru ?“ jawab Azzahra yang berbohong kepada mereka, karna jika dia mengatakan di depan kak Dzikra, kalau dia memikirkannya nanti dia malah kePD an.
“Ya udahlah itu pikirin nanti kita makan dulu biar bisa konsentrasi mikirin games selanjutanya” Ucap Nissa yang dari tadi kelaparan karna ngobrol dengan kakak senat yang lumayan agak lama, membuat dia sedikit marah karna cacing diperutnya pada demo minta makan.
“Kalau masalah makan aja, kamu cepet tapi kalau yang lain, aduuh ampun deh?” sahut Inaya sambil Menggandeng tangan nissa dan Azzahra dan mereka pergi dan meninggal kan dzikra, tak lupa ia pamit kepadanya karna sudah mengizinkan nya ke kantin padahal belum waktunya istirahat.
Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Jangan Lupa share, like dan comentnya😊 terimakasih
__ADS_1