Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XXIX Perasaan


__ADS_3

Setelah dikamar kami langsung merebahkan badan kami. Kemudian kami teringat perkataan Ayah yang tadi.


“Kenapa Ayah tiba-tiba bilang begitu ya Zza?” Tanya Nissa memecahkan keheningan.


“Apa ada maksut dibalik itu Zza?” tanya Inayah.


“Ntah, aku saja juga kaget mendengar perkataan Ayah tadi!” jawab Azzahra ketus.


“Kalau ada maksud dibalik itu...” ucap Azzahra lagi.


“jangan...jangan....” kata kami bersama. Karna fikiran kita sama. (Apakah ayah menyuruh kita menikah muda) kurang lebih begitu pemikiran kami.


“Masa iya sih Zza, secepatnya itu kita kan belum wisuda?” tanya Nissa lagi.


“Nah makanya itu, yang membuat aku bingung?” kata Azzahra.


“Kita kuliah sambil menikah diperbolehkan loh?” sahut Inayah tegas.


“Iya tau, emang kamu bisa membagi waktu antara suami dan belajar?” jawab Nissa.


“Udah ah... jangan bahas gituan, mending tidur?” kata Inayah yang malas memikirkan kehidupan setelah menikah.


Kemudian kami langsung merebahkan tubuh kami. Dan kami membuka ponsel kami masing-masing. Ternyata di Ponsel Azzahra ada pesan masuk dari Athatis, dan aku pun langsung tersenyum dan tak lupa membalasnya.


“Apa kau pernah mendengar nama Andre sebelumnya Zza, sebelum peristiwa itu?” tanya Inayah menatap Azzahra.


“Andre......tidak bahkan baru mendengar nama itu?” ucap Azzahra sambil berfikir.


“Kenapa malah bahas pemuda itu sih, jadi bad mood aku!” Kata Nissa yang cemberut.


“Kau itu kenapa Niss, setiap kami membicarakan pemuda itu, kau langsung cemberut?” ucap Azzahra.


“Karna setiap bertemu dengannya, aku pasti ditabrak entah dia yang nabrak atau ditabrak mobilnya itu?” ucap Nissa ketus dan masih cemberut.


“Kamu itu lucu kalau sedang cemberut Niss!” kata Indahnya yang menggoda sahabatnya itu dan tertawa.

__ADS_1


“Iya ya, bener katamu Niss, setiap kau bertemu dia kau pasti tertabrak!” kata Azzahra dengan tertawa kecil.


Kami pun tertawa karna berhasil membuat Nissa cemburut dan langsung tidur menarik selimut untuk menutupinya.


“Kalian malah bahagia di atas penderitaan ku ” ucap Nissa dari dalam selimut. Azzahra dan Inayah tertawa mendengar ucapan Sahabatnya yang marah itu.


“Hati-hati kalau kau bertemu dengan lagi, nanti kau ditabrak lagi?” Ucap inayah dengan senyumnya.


“Ditabrak Cintanya” kata Azzahra dan Inayah bersama dengan tawa kecilnya.


“Iihh, Amit dech jangan sampai” jawab Nissa, spontan membuka selimut yang menutupinya.


"Jangan gitu, kalau itu bener kami pun ikut bahagia" ucap Inayah lagi dan kami pun tertawa.


“Sudah jangan diterusin nggak akan ada habisnya, mending istirahat” ucap Azzahra. Kemudian tak lama kami terlelap.


Adzan shubuh berkumandang, kami pun bangun dan bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Setelah itu kami menuju ke dapur untuk membantu ibu memasak.


“Sudah kalian mandi, siap-siap terus ke kampus, ini biar ibu yang selesaikan?” Ucap ibu menyuruh kami bersiap ke kampus.


“Baik ibu?” ucap kami bersama.


“Kita berpisah disini, nanti ketemu di kantin jam istirahat!” Ucap Inayah.


“Ok” ucap Azzahra dan Nissa. Dan kami berpisah dan menuju kekelas kami masing-masing karna kami beda jurusan.


#Di Kantin


Pukul menunjukan 11.00 WIB waktunya istirahat. Kami bergegas menuju kantin.


Setelah Azzahra tiba disana ternyata Inayah sudah duduk ditempat favorit kami kemudian aku menyapaya.


“Assalamu’alaikum” kata Azzahra yang mengagetkannya.


“Wa’alaikumsalam, Kau membuatku kaget Zza?” tanya Inayah yang menatap Azzahra.

__ADS_1


“Karna kau sibuk dengan ponselmu jadi tak tau kehadiranku?” kata Azzahra yang menggoda Inayah dibalas senyum olehnya.


“Nissa belum kesini?” tanya Azzahra lagi.


“Belum, mungkin sebentar lagi?” ucap Inayah.


“Kau sudah lama?” tanya Azzahra.


“Belum baru beberapa menit lalu!” jawab Inayah. Dan dibalas anggukan Azzahra.


“Kita pesen dulu, apa nunggu Nissa dateng?” tanya Inayah.


“Pesen aja ya, aku sudah lapar nih?” tanya Inayah lagi.


“Kenapa harus tanya kalau udah diputusakan” Ucap Azzahra. Hanya dibalas senyum oleh Inayah.


Kami pun makan dan menunggu Nissa, akan tetapi dia belum ada tanda-tanda kehadiran. Kamipun cemas dan khawatir ,apa terjadi sesuatu padanya. Kami sudah mencoba menghubungi nya akan tetapi tak ada balasan.


Setelah makan kami langsung shalat dan menunggu Nissa akan tetapi dia belum dateng juga.


“Kita susul kekelas gimana Zza?” ucap Inayah menatapnya.


“Ayuk” balas Azzahra.


Kemudian kami menuju kekelas Nissa karna kami khawatir dengannya. Sebelum sampai ke kelasnya kami bertemu Nissa dan tak sengaja dia di tabrak oleh seseorang.


‘brruukk' kurang lebih begitu suaranya.


“Itu Nissa?” Ucap Azzahra yang melihat sahabatnya dan di tabrak seorang pemuda.


Kenapa setiap ada kejadian, Nissa yang mengalami kemalangan....


*******************************


Tunggu kelanjutannya....

__ADS_1


Note: Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca jangan lupa like dan komentarnya😊.


Terimakasih


__ADS_2