Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
36. Dikabulkan (5)


__ADS_3

"Assalamualaikum”ucap seorang itu.


“Walaikumsalam” kata kami langsung melihat kearahnya dan kami pun kaget.


Kami pun menatap tajam dan rasa kesal pada orang itu.


“Kalian jahat makan tidak menunggu ku!” ucap seorang itu dan dia adalah Nissa. Yang membuat kami khawatir dari tadi.


“Kau dari mana?” ucap ketus Azzahra.


“Bilang apa tadi kamu, kami jahat.. hello kamu tu jahat, hampir mati kelaparan kami menunggu mu, dan kau ntah pergi kemana ini kami juga baru memesan dan mulai makan?” kata ketus dan tegas dari Inayah.


“Itu makananmu, kami juga sudah memesankan untukmu, pasti kau belum makankan?” tanya Azzahra yang kasian pada Nissa dari tadi dimarahi Inayah.


“Benarkah, makasih Azzahra kau memang sahabat baikkuh” Rayu Nissa agar dapat mengurangi kekesalan mereka padanya.


“Iya sama-sama ini juga ide Inayah, aku hanya memilih menu saja” kata Azzahra lagi.


“Makasih juga Inayah kau juga sahabat baikkuh” ucap Nissa dengan senyum manis dibibirnya.


“Enggak usah lebay deh, setelah makan kau punya hutang penjelasan pada kami?” kata Inayah tegas dan menatap tajam pada Nissa.


“Ya baiklah” Balas Nissa dengan nada mengejek.


Akhirnya kami makan tanpa mengatakan sepatah katapun, dan Inayah hanya menatap ke arah Nissa begitupun Azzahra, mereka bingung apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


“Nyam...nyam...Kenyang juga” Kata Nissa dan mengelus perutnya yang sedikit berisi itu.


“Sekarang jelaskan, kau dari mana, dan kemana, apa yang kamu lakukan?” tanya Inayah penuh penasaran.

__ADS_1


“Katakan Niss?” ucap Azzahra juga.


“Kalian ini terlaluan, setidaknya biarkan aku Istirahat sejenak” Ucap Nissa karna kekenyangan.


Azzahra dan Inayah hanya menarik nafas kemudian menatap tajam Nissa dan membuat Nissa takut pada mereka.


“Ya, baik akan ku jelaskan!” Kata Nissa terpaksa mengikuti kemauan sahabatnya itu.


“Ayoo..?” Ucap Inayah lagi.


“Dari mana aku harus menjelaskannya?” kata Nissa bingung harus mulai dari mana.


“Jangan buat aku tambah marah, Athifah Nissa?” ucap Inayah dengan nada sedikit meninggi.


“Kau itu suka sekali marah-marah, apa salahku padamu?” Ucap Nissa heran pada Inayah yang cepat sekali marah.


“Apa kau lagi dapet?” kata Nissa lagi. Sontak membuat Inayah tambah marah padanya.


“Ina, sabar...mungkin benar Nissa bingung harus mulai dari mana menjelaskannya?” Ucap Azzahra lembut dan mencoba menenangkan Inayah yang diselimuti kemarahan.


“Tapi Zza, dia..” ucap Inayah dan sebelum ia menyelesaikan perkataannya dipotong Azzahra.


“Sudah, biar aku saja?” Kata Azzahra memotong perkataan Inayah.


“Ya, oke” Ucap Inayah ketus.


“Nissa?” ucap Azzahra sedikit lembut pada Nissa.


“Ya” balas Nissa senyum.

__ADS_1


“Kau kemana setelah jam istirahat?” tanya lembut Azzahra.


Nissa kemudian hanya diam dan mengingat dan bingung harus mengatakannya atau tidak, jika tidak mereka akan bertanya terus, tapi jika aku mengatakan mereka pasti khawatir.


“Niss?” ucap Azzahra dan memegang Nissa yang sedang melamun.


“Iya!” ucap Nissa yang tersadar dari lamunannya.


“Kau ini kenapa, ditanya malah melamun?” Ucap Azzahra yang menahan diri agar tidak marah padanya.


“Tadi kau mengatakan sesutu?” Ucap Nissa lagi. Dan membuat Azzahra dan Inayah saling menatap sepertinya mereka merasa ada yang tidak beres, hingga Nissa melamun dan hanya diam dari tadi bahkan jika ditanya tidak menjawab dan hal ini bukanlah sifat Nissa yang ceria dan banyak bicara.


“Apa ada masalah?” Tanya Inayah iba dan lembut pada Nissa. Inayah juga merasa ada yang yang disembuyikan oleh Nissa.


"Katakan Niss, apa ada masalah, enggak biasanya kamu hanya diam begini?" kata Azzahra mulai curiga pada Nissa sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.


"Yang dikatakan Azzahra benar, Ini buka sifat Nissa yang ceria dan banyak bicara?" Ucap Inayah lagi


"Aku akan menceritakannya, tetapi kalian harus janji dulu?" ucap Nissa memberanian diri menceritakannya dan menaikan tangan dengan jari kelingkingnya.


"Janji.. kenapa?" ucap Inayah curiga.


"Oke kami janji" Kata Azzahra menatap Inayah dan membujuk Inayah agar setuju.


"Janji" ucap Azzahra dan Inayah kemudian melingkarkan jari kelingkingnya ke tangan Nissa. Kami pun hanya lembar senyum pada yang lainnya.


Hal apakah yang terjadi pada Nissa hingga dia hanya diam saja??


Tunggu kelanjutannya readers.....

__ADS_1


Note: Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. selamat membaca dan jangan lupa like dan komentarnya bantu vote juga ya kakak-kakak yang udah vote author ucapin makasih yang belum vote segera vote supaya authornya tambah semangat. Ikut gabung ke grup akuh juga kakak-kakak agar lebih mengenal author.


__ADS_2