Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
BAB IX Mulai Menyadari 2


__ADS_3

Setelah Nissa mengirim pesan. Mereka menuju ke arah parkir. Sambil menunggu Inayah keluar mereka fokus pada layar ponsel mereka.


“Kemana sih Inayah, lama bener nggak tau apa aku tu laper” ucap kesal Nissa yang kelaparan, karna tadi jam istirahat ia tak sempat makan siang karna tugas kuliah.


“sabar lah, mungkin dia sedang berjalan kesini” sahut Azzahra yang mencoba menenangkan sahabatnya yang kesal.


Tak lama kemudian, Inayah keluar dan tersenyum kepada kami, tetapi Nissa malah memalingkan wajah setelah melihat Inayah.


“assalamualaikum girls”ucap Inayah tak merasa bahwa Nissa sedang ngambek karna menunggunya terlalu lama.


“walaikumsalam” dibalas bebarengan, walaupun Nissa sedang marah pada Inayah ia tetap menjawab salamnya karna hal itu merupakan kewajiban bagi seorang muslim menjawab salam.


“kenapa dia, ngambek” sahut Inayah yang dan memberi isyarat pada Azzahra.


“ya kemungkinan gitu” ucap Azzahra dengan tersenyum.


“kalau ngomong in orang tu didepannya, jangan dibekalang” ada sahutan dari Nissa yang membuat azzahra dan inayah menahan tawa.

__ADS_1


“sudah, sebagai tanda perminta maaf ku aku telaktir kamu makan, yuk berangkat” sahut inayah yang merayu dan menatap Nissa kemudian di setujui olehnya.


Kurang lebih 15 menit di perjalanan akhirnya sampai ditempat tujuan yaitu sebuah restoran. Lalu kami masuk dan mencari tempat duduk yang kosong, dan kami mendapatkan nya. Memang di restoran ini selalu ramai pengunjung karna tempat yang strategis dan bernuasa alam yang membuat pengunjung betah berada disini dan ditambah para pelayanan yang ramah.


“mbak” ucap Inayah yang mengangkat tangan untuk memanggil pelayan dan meminta buku menu. Dibalas anggukan dan senyuman.


“mau pesen apa mbak-mbak cantik” ucap pelayan itu menunggu.


“kalian mau pesen apa” tanya Inaya dan menyerah kan buku menu kepada Nissa.


“apa aja yang penting makan dan sehat” sahut azzahra yang masih fokus pada layar ponselnya.


“ehmm kalau kamu apa Na” sahut Nissa yang bertanya pada Inayah.


“apa aja yang penting makan dan sehat” jawab Inayah dan ia menatap Azzahra dan ia pun sama dan tertawa dengan jawaban yang mereka.


“oke kalau gitu, pesen 3 jus jeruk dan 3 nasi dan 3 ayam bakar” ucap Nissa dan menyerahkan buku menu ke mbaknya.

__ADS_1


Sambil menunggu pesanan datang azzahra memberanikan diri untuk mencerikan tentang kak Dzikra dan dirinya.


“girls” ucap azzahnya yang meletakkan ponsel dan menatap sahabat nya bergantian.


“kenapa” sahut Nissa yang menatap azzahra penuh curiga.


Aku pun menceritakan segalanya tentang kak Dzikra yang berubah baik dan mereka hanya melotot dan mendengarkan ceritaku bahkan makanan datang pun mereka fokus pada cerita ku itu. Kemudian aku pun jujur tentang perasaanku pada kak dzikra yang mulai merasa nyaman.


“lalu bagaimana dengan perasaan mu pada Athariz Zza” sahut Nissa merasa curiga pada azzahra yang mulai berubah.


“kamu yakin dia lebih baik dari Athariz” sahut Inaya dengan spontan.


Akupun hanya diam dan merenunginya dan kemudian makan, berfikir antara otak dan hati.


“apa aku salah ya pada Kak Athariz atau aku salah pada Kak Dzikra atau malah aku yang salah pada diriku sendiri” batin azzahra yang perang pikiran.


Note : mohon maaf dalam bahasa dan penulisan yang kurang rapi, jangan lupa vote sebanyak-banyaknya, like , dan comentnya😊 terimakasih

__ADS_1


__ADS_2