
Pukul menunjukan 12.00 WIB adzan Dhuzur terdengar di seluruh universitas. Kami pun bergegas menuju masjid dan mengambil air wudhu. Kemudian kami menuju pintu dan tak ku sangka aku melihat pemuda itu masuk ke dalam masjid yang sebelumnya menatap dan tersenyum kepada kami bertiga. Dan kami pun masih diam kaku dan tak percaya apa yang kami lihat itu benar.
“apa itu kak Dzikra” ucap Nissa dengan nada ragu dan melotot ke arahnya dan menoleh ke azzahra dan Inayah.
“apa mata aku ada masalah” sahut inayah yang masih mengucek kedua matanya itu, dan masih penasaran apa benar yang dia lihat tadi.
Azzahra pun hanya diam dan tersenyum, tak menghiraukan kedua sahabatnya itu, dan kemudian melangkah maju, dan dihentikan dengan panggilan salah satu sahabatnya itu untuk memastikannya. Aku pun hanya menganggukkan kepala, dan membuat Nissa dan Inayah yang menyimpan banyak pertanyaan lalu keduanya melangkah maju mendekatiku dan melaksanakan shalat berjamaah.
“zza apa yang sudah terjadi, apa ada yang tidak kau ceritakan kekami” ucap Inayah dengan bingung dengan apa yang sudah terjadi tapi ia tidak mengetahuinya.
“kenapa kamu berubah zza, kau bukan azzahra yang ku kenal dulu, azzahra yang ku kenal dulu selalu terbuka dan tak menyimpan rahasia apapun dari sahabatnya” sahut Nissa dengan rasa kecewanya.
__ADS_1
Flashback On
Setelah kejadian itu kak Dzikra, mulai merubah kebiasaannya menuju arah yang lebih baik, seperti melaksanakan shalat, berbuat baik, mengaja perkataan, mengucapkan salam. Dan hal itu membuat ku terkesan dan kagum padanya, dan dia itu memiliki sebuah kelebihan di banding pria lain yaitu mengerti dan memahami apa yang azzahra ingin dan fikirkan tanpa ia mengatakannya atau bertanya.
“bisakan kita menjadi teman” ucap Dzikra dan mengulurkan tangan kepada azzahra dan menatapnya dengan senyum di bibirnya.
“teman” sahut azzahra dan menggulurkan tangan kepadanya dan tersenyum.
Flashback Off
Mereka bertiga menghakimi ku dan aku hanya diam mendengarkan nya. Bukan maksutku tak menceritakan kepadanya, tapi aku mencari waktu yang tepat untuk mencerikan semua ke mereka.
__ADS_1
“maafkan aku, bukannya aku merahasiakannya tapi aku menunggu waktu yang pas” ucap azzahra dengan nada lemah dan menunduk, ia merasa tak enak hati kepada sahabatnya itu.
“sudahlah lupakan, tapi kamu harus berjanji menceritakan segalanya tanpa ada yang disembuyikan lagi” ucap Inayah dengan nada khasnya dan memegang tangan azzahra, kemudian azzahra pun menatap mereka bergantian dan memberi isyarat menganggukan kepala.
Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB jam perkuliahan pun telah selesai dan para mahasiswa pun ber hamburan keluar dari kelas masing-masing. Dan para mahasiswa sibuk dengan kegitannya masing-masing. Aku pun langsung menuju kelas Nissa mengajaknya pulang bersama karna memang kelasnya terletak tidak jauh dari kelas azzahra, dan kemudian kami akan menghampiri Inayah.
“mending kita tunggu Ina di area parkir aja gimana zza menurutmu” sahut Nissa yang malas dan lelah menghampiri Inayah yang letak kelas nya amat jauh.
“ide bagus, tapi kirimin pesan ke padanya kalau kita nunggu di area parkir supaya dia tidak mencari-cari kita ” ucap azzahra setuju dan menyuruh Nissa mengirimkan pesan pada Inayah karna mang ia sedang memegang ponsel.
Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya, like dan comment nya 😊 terimakasih.
__ADS_1