Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XXVI Makan Malam.


__ADS_3

‘Sungguh mereka luar biasa, sopan, sholehah, cantik dan tak manja ya memang mereka sedikit cerewet, akan tetapi sangat baik apalagi yang ku tabrak sungguh sangat manis’ batin Andre yang kagum pada mereka terutama pada Nissa.


Setelahnya mereka bejalan menuju kendaraan mereka dan menuju kerumah Azzahra.


“Kalian mampir kerumah, ibu yang suruh, katanya beliau kangen dan katanya hari ini masak banyak untuk kita?” Kata Azzahra mengajak mereka kerumahnya.


“Assyiik the best ibumu Zza?” sahut Nissa kegirangan.


“Kalau denger makanan semangat banget, padahal tadi lemah tak berdaya?” Goda Inayah. Namun Azzahra hanya tersenyum melihat mereka.


“Yah kamu ni Na bikin aku badmood aja!” balas Nissa menjadi kesal.


“Coba kamu yang di tabrak kek gitu pasti kamu juga lemas sepertiku tadi?” tanya Nissa nerocos.


“Sudah.. sudah yuk pulang, ibu udah nungguin kita!” ucap Azzahra.


“Aku sama Azza aja, nggak mau sama kamu Na?” ucap Nissa menggoda Inayah balik.


“Terserah kamu Nis, tapi jangan nebeng aku lagi ya lain kali?” kata Inayah menggoda nya lagi.


“Lihat Zza, Ina menindasku lagi?” ucap Nissa memelas.


“Dia hanya bercanda Niss?” kata Azzahra. Kemudian mereka tertawa.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman Azzahra. Dan mereka langsung disambut ibu Azzahra.


“Assalamuallaikum” ucap mereka.


“Walaikumsalam, masuk nak!” balas ibu menghampiri kami.

__ADS_1


Kami langsung mencium tangan ibu, dan Ayah bergantian memang mereka menunggu kedatangan kami.


“Kalian bersih-bersih dulu, kemudian makan ayah tunggu di meja makan?” ucap Ayah.


“Baik ayah, kami permisi ke kamar Azzahra!” Ucap Azzahra dan sekilas melihat ibunya dan menyetujuinya.


Kemudian Nissa dan Inayah mengikuti dari belakang, sebelum sampi di kamar Azzahra kami bertemu dengan Adiknya.


“Kakak udah pulang, tumben telat, apa sampai sore kuliahnya, atau kakak jalan-jalannya, kasian ibu sampai mengkhawatirmu kak, setidaknya beri kabar?” ucap adik Azzahra dengan tegas, tetapi tak melihat sahabat kakaknya.


“Assalamuallaikum fa?” Ucap Inayah, dan sontak membuatnya kaget dan langsung menatap ke arah belakang kakaknya.


Namun Rifai hanya diam dan tak membalas salam dari Inayah.


“Kalau ada orang salam dijawab, jangan diem aja, ntar dosa loh?" ucap Azzahra yang membuyarkan lamunan adiknya.


“Walaikumsalam kakak-kakak” balas Rifai dengan senyum sedikit malu karna tadi memarahi kakaknya didepan sahabatnya.


“Salah sendiri, kakak datang langsung nerocos kek gitu dan salah mu apa kamu nggak bisa melihat para gadis-gadis cantik ini?” Kata Azzahra sambil menatap kedua sahabatnya bergantian, dan membuat mereka bingung kenapa mereka kakak adik menatapnya.


Namun hanya di balas senyum paksa oleh Adiknya dan membuat Azzahra tertawa kecil.


“Ya udah aku ke meja makan ya kak, aku tunggu disana, jangan lama-lama?” balas Rifai meninggalkan mereka dan pergi menuju meja Makan.


“Lucu ya adikmu Zza, tegas juga?” Ucap Inayah.


“Ya gitulah, kalau aku pulang terlambat Pasti dia juga khawatir tetapi dia tidak mengakuinya?” balas Azzahra. Kemudian mereka masuk kekamar Azzahra dan langsung bersih-bersih, lalu menuju meja makan.


#Di Meja Makan

__ADS_1


“Ibu ada yang dibisa ku bantu?” ucap Azzahra mendekatinya.


“Tidak semua udah selesai, kamu duduk aja, ayo kita ke Meja?” kata ibu, karna memang semua sudah di atas meja.


Memang Azzahra, Inayah dan Nissa di anggap putri oleh Ibu dan Ayahku, mereka sudah bersahabat denganku sejak aku masih duduk di bangku SMA padahal saat itu kami beda sekolah. Acara makan pun selesai kami bertiga membantu ibu untuk membersihkan semuanya.


Setelah itu Ibu mengajak kami ke ruang keluarga, untuk ngobrol dan sambil menunggu adzan magrib.


“Sini nak, duduk disini?” ucap Ayah yang melihat kami dan kami pun duduk.


Kami semua berkumpul dan ngobrol sambil memakan kue yang di buat ibu padahal kami baru selesai makan malam. Karna tadi di meja makan, kami tidak diperbolehkan mengobrol sambil makan. Itulah aturan Ayahku.


"Kalian nginep aja ya, udah gelap ni, tapi Izin orang tua dulu biar ndak khawatir?" ucap Ibu pada kedua sahabatku itu.


"Ntar malah ngrepotin Ibu dan Ayah jika kami nginep apalagi Nissa kan dia banyak makannya yah!" ucap Inayah menggoda Nissa. Dan Nissa langsung menatap


Inayah kesal.


Semua tertawa dengan ucapan Inayah. Akan tetapi beda dengan Nissa yang cmberut kenapa selalu dia yang di jadikan kambing hitam.


"Ibu malah senang jika kalian disini, apalagi Nissa dan juga rumah tambah rame dengan kehadiran kalian" ucap Ibu dengan senyum.


"Tapi kalian Izin dulu, biar tidak dicari-cari kedua orangtua kalian?" ucap Ibu lagi.


"Tadi Ina udah telpon Ibu dan katanya diperbolehkan untuk menginap karna mereka juga akan pergi malam ini untuk menjenguk teman ayah dirumah sakit, jadi tidak diizinkan pulang karna tidak ada yang menjeput" kata Inayah lembut.


"Bagus kalau gitu nak, Ayahmu juga tadi menelpon Ayah untuk menjagamu dan mengizinanmu nginap disini dan beliau menceritakan kepergiannya, karna tak tega meninggalkan mu dirumah sendirian apa lagi kamu seorang gadis?" tutur Ayah.


***********************************

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya....


Note : Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa like, vote sebanyak-banyaknya dan juga kritik dan sarannya. Terimakasih😊


__ADS_2