Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
34. Dikabulkan (3)


__ADS_3

Happy reading!!!!


------------------------------------


“Kalian kuliah disana?” tanya Andre memecahkan keheningan.


“Bukannya kau pernah bertemu kami disana, masih nanya lagi!” sahut Nissa ketus.


Azzahra dan Inayah hanya menggelengkan kepala dengan perilaku dan cara bicara Nissa pada Andre yang sudah menolong kita.


“Maaf, aku hanya bertanya?” ucap Andre merendah.


“Kenapa kau minta maaf Ndre kau tak salah, mungkin ada orang yang kurang sopan padamu dan tak tau cara berterima kasih, saya yang minta maaf” kata Inayah yang juga menyindir sahabatnya.


“Iya Ndre bener kata Inayah, terimakasih sudah membantu kami, semoga kami bisa membalasnya, dan jika tidak maka Allah lah yang akan membalas kebaikanmu” Tutur Azzahra lembut.


Setelah berbicara padanya. Nissa menatap kami lewat kaca depan mobil sambil melotot ke arah kami dan kami pun sama menatap tajam padanya agar ia sadar dan berterima kasih pada Andre. Bagaimanapun dia sudah menolong kami.


“Terimakasih!” ucap Nissa sedikit terpaksa tetapi sangat lembut. Dan membuat Azzahra dan Inayah tersenyum.


Deg...deg..(suara jantung Andre)


“Mimpi apa aku semalam, dapat mendengar suara lembutnya” batin Andre yang jantungnya berdetak lebih cepat.


“O.... sama-sama” kata Andre gugup tapi berusaha menutupinya.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu dan kami sampai di kampus, kami langsung turun dari mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih.


“Untung belum telat?” ucap Nissa bernafas lega setelah melihat jam di pergelangan tangan.


“Iya alhamdulillah” tambah Azzahra.


“Kita akan bertemu di kantin saat istirahat, Ok girls?” ucap Inayah dengan melingkarkan ibu dan telunjuk.


“Ok” ucap mereka dan juga melingkarkan ibu dan telunjuk. Kemudian kami berpisah menuju kelas masing-masing


#Azzahra POV


Setelah ia masuk kemudian duduk dikursinya. Tiba-tiba dia mengingat kejadian tadi pagi. Lalu ia berfikir dan terfikir.


“Tunggu...tunggu seperti ada yang terlewat, tapi apa...??” ucap Azzahara pada dirinya dan berfikir.


#Inayah POV


Setelah sampai didepan kelas ia masuk dan disapa salah satu teman sekelasnya.


“Hay Na, baru sampai untung tidak terlambat, tumben apa ada masalah?” tanya teman perempuan sekelasnya.


“Kau mengagetkanku saja, Iya tadi pagi motor ku bermasalah jadi sedikit terlambat, tapi alhamdulillah semua sudah terkendali” kata Inayah senyum. Dan dibalas senyum oleh temen sekelasnya itu.


Setelahnya ia duduk dan terlitas dalam fikirannya tentang peristiwa tadi pagi kemudian ia memikirkannya.

__ADS_1


“Tunggu...tunggu seperti ada yang terlewat, tapi apa...??” ucap Inayah pada dirinya.


“Ya ampun, kenapa bisa aku seceroboh ini, bisa-bisanya aku melupakan hal penting itu?” kata Inayah terfikir dan langsung meletakan kepala nya di mejanya sambil menutup mata.


#Nissa POV


Ia masuk dan langsung duduk dikursinya sambil membaca buku selagi menunggu Dosen tiba. Tiba-tiba terlintas dalam benaknya tentang kejadian tadi pagi.


“Isshhh.. kenapa pula harus dia sih yang membantu kami kayak nggak ada orang lain aja?” gerutu Nissa dan masih membolak-balik bukunya.


Sesaat ia membaca buku novelnya, telintas dalam fikirannya.


“Kenapa pula aku bisa memikirkan lelaki itu, bikin badmood aja” ucapnya pada dirinya.


“Jadi nggak fok....” katanya tepotong dan terfikir sesuatu.


“Tunggu ...tunggu seperti ada yang terlewat, tapi apa...??” ucap Nissa pada dirinya.


“Astaga, ya allah kenapa aku ceroboh begini sih, bisa lupa hal sepenting itu?” ucap Nissa dan menepuk-nepuk jidatnya dengan tangan.


Hal apakah yang mereka lupakan yang berkaitan pada peristiwa Motor Inayah, penasarankan!!!


************************************


Tunggu kelanjutannya readers....

__ADS_1


Note: Mohon maaf jika dalam bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca jangan lupa like dan komentarnya, juga kritik dan sarannya. Terimakasih bantu vote juga ya😊😊😊


__ADS_2