
2 jam berlalu dan waktu menunjukkan jam istirahat. Kami bertiga bergegas menuju kantin. Dimana kami janjian dan bertemu.
“Aku harus mengatakan pada mereka?” Ucap lirih Inayah yang mulai berjalan keluar dari kelasnya.
#Dikantin
Inayah langsung masuk dan mencari mereka.
“Sepertinya mereka belum dateng, aku nyari kursi dulu sambil menunggu mereka tiba” ucap Inayah kemudian mencari kursi kosong kemudian ia duduk sambil memainkan ponselnya.
“Assalamualaikum” Ucap seorang perempuan yang kukenali suaranya. Tak lain adalah Azzahra.
“Waalaikumsalam” Ku balas salamnya dengan senyuman.
“Uddah lama disini?” tanya Azzahra.
“Belum terlalu lama, mungkin 15 menit yang lalu!” kata Inayah menjelaskan.
“Mana Nissa, Kamu enggak bareng ma dia?” kata Inayah lagi pada Azzahra.
“Enggak, aku kira dia udah disini jadi setelah keluar kelas aku langsung menuju kemari, tapi sempat aku melihat kelasnya tapi disana enggak ada orang dan ku kira dia udah kemari?” kata Azzahra karna kelas Nissa lebih dekat dengan kantin.
“Mungkin bentar lagi dateng, kita tunggu aja, mau pesen sekarang apa nanti aja?” Tanya Inayah pada Azzahra yang baru duduk.
“Sekarang aja, aku haus tp makannya ntar nunggu Nissa, ntar dia marah kalau kita makan duluan” Kata Azzahra dan di angguk i oleh Inayah dan memesan Minuman untuk mereka karna memang dia juga merasa haus.
30 menit berlalu tak terasa mereka menunggu Nissa yang belum datang juga membuat mereka khawatir.
“Kemana tu anak, Coba kau telfon Zza?” Kata Inayah khawatir.
__ADS_1
“Oke” ucap Azzahra langsung membuka tas dan mengambil ponselnya. Kemudian menghubungi Nissa.
“Gimana?” tanya Inayah lagi.
“Tersambung tapi belum di angkat, Ntah kemana tu anak?” ucap Azzahra merasa khawatir juga.
Setelah menunggu akhirnya diangkat juga oleh Nissa ada senyuman lega di wajah Azzahra.
“Kamu dimana, kenapa tak langsung mengangkat teleponmu, apa ada masalah, kau baik-baik sajakan, kami khawatir tau ??” Tanya Azzahra yang bertubi-tubi dengan nada sedikit kesal tetapi lega karna telpon nya diangkat oleh sahabatnya itu dan karna khawatir ia lupa tak mengucap salam.
“Wallaikumsallam” kata Nissa menyadarkan pikiran Azzahra yang dikelilingi kekhawatiran.
“Astagfirullah Maaf, Assalamualaikum?” ucap Azzahra sedikit Tenang.
“Walaikumsalam, Gitu dong salam dulu, kenapa sih ngomel-ngomel bikin panas telinga ku aja?” Tanya Nissa sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya karna dia takut Azzahra akan marah-marah lagi.
“Ditanya malah balik tanya?” Ucap Azzahra ketus.
“Cepat katakan kau dimana, kau baik-baik sajakan, kami khawatir padamu?” Kata Inayah ketus yang mengambil ponsel Azzahra.
“Kalian berdua sama saja, ngombel mulu panas ni telinga ku dengar omelan kalian?” Kata Nissa menggoda mereka dengan senyum jaim.
“Nissa!!” Ucap Azzahra dan Inayah bersama karna sudah di Loss speakers dengan amarah dan kekesalan karna candaannya.
“Iya, aku baik-baik aja, aku kesana sekarang?” kata Nissa berjalan menuju ke kantin dan langsung menutup telponnya tanpa salam.
“Memangnya kau dima....na...???” Ucap Inayah lagi.
Tut...tut..tut ( suara putus telponnya)
__ADS_1
“Hiis, dia menutup telponnya!” kata Inayah menatap Azzahra yang mendengar juga.
“Tadi dia menceramahiku untuk salam, nah sekarang lihat dia pun sama!” Kata Azzahra cemberut.
“Sudahlah, tunggu aja dia tiba, akan ku kasih pelajaran dia, bisa-bisanya dia bersikap begitu?” ucap Inayah kesal pada Nissa.
“Kita pesen makan yuk Zza, laper nih kita nungguin orang yang ditunggu in ntah kemana nggak peduli ma kita, bisa-bisa mati kelaperan nih?” Kata Inayah tanpa henti.
“Oke, mau makan apa nih?” ucap Azzahra sambil membuka buku menu.
“Lontong sayur aja, minum jus jeruk” Kata Inayah yang melihat buku menu juga.
“Nissa mau dipesenin juga enggak?” tanya Azzahra pada Inayah.
“Boleh, gimana juga pasti dia belum makan?” ucap Inayah yang hapal pada sahabatnya itu.
“Oke, dipesenin samaan aja ya biar gampang?” kata Azzahra dan di setujui oleh Inayah.
“Buk..” Panggil Azzahra pada penjual kantin. Dan langsung dihampiri kemudian mencatat pesenan lalu pergi menyiapkan pesenan mereka.
Kemudian pesanan kami tiba dan membuat air liur kami seakan mau menetes. Dan kami pun langsung makan tanpa menunggu Nissa tiba. Tak lama kami memulai makan, seseorang langsung duduk disamping Azzahra dan membuat kami berdua sedikit kaget.
“Assalamualaikum”ucap seorang itu.
“Walaikumsalam” kata kami langsung melihat kearahnya dan kami pun kaget.
Siapakah seorang itu??
Tunggu kelanjutannya...
__ADS_1
Note: Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. selamat membaca dan jangan lupa like dan komentarnya bantu vote juga ya kakak-kakak yang udah vote author ucapin makasih yang belum vote segera vote supaya authornya tambah semangat.😊😚