
Selama dikantin azzahra hanya diam dan tak berkata apapun. Nissa dan inayah hanya memperhatikannya dan saling menatap. Mereka pun hanya diam karna merasa ada sesuatu terjadi pada azzahra.
Kemudian setelah selesai kami keluar dari kantin menuju kelas, sebelum kami keluar tatapan azzahra berhenti dan mengentikan langkahnya pada seorang pemuda yang hendak masuk kekantin. Hal itu disadari oleh sahabatnya.
“zza” sahut nissa yang menoleh azzahra berhenti dari jalannya dan menoleh kearah yang di tuju azzahra.
“iya” sontak dijawab azzahra yang hilang dari lamunannya dan menoleh ke nissa dan inayah.
“ayoo” sahut nissa yang ketus.
Hanya dibalas senyuman dari azzahra dan meneruskan langkahnya dan sesekali ia melihat kearah pemuda itu. Pemuda itu tak lain adalah Dzikra.
‘Bahkan dia tak membalas senyumku, dia bener marah padaku' batin azzahra yang memikirkan dzikra.
Kemudian kami berjalan menuju kekelas masing-masing sebelum kami berpisah nissa berpesan bahwa setelah pulang kita bertemu di parkir.
Pukul menunjukan 15.00 WIB waktu nya kami pulang. Kemudian azzahra langsung menuju ke perkiran sebelum dzikra keluar dari kelasnya. Beberapa menit mereka tiba dan langsung mengajak ku ke sebuah cafe. Perasaan azzahra yang takut bahwa sahabatnya itu tau apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
“apa yang kau pikiran azzahra, sejak tadi kau hanya diam” ucap inayah yang penasaran.
“apakah terjadi sesuatu, yang tidak kami ketahui” sahut nissa yang curiga karna kebungkaman azzahra.
Namun azzahra hanya diam dan membalasnya dengan tersenyum.
“aku tidak papa, memang kenapa” ucap azzahra yang mencoba melupakan masalahnya.
“ kau yakin” sahut Inayah yang cemas
“lalu kenapa, kau hanya diam, apakah ada sesuatu yang menganggu pikiranmu” tanya nissa yang peduli pada azzahra.
“tidak ada yang serius kok, itu masalah mata kuliah, aku sedikit stress olehnya makanya aku hanya diam” sahut azzahra yang tidak bisa jujur mengatakan kejadian pagi tadi, dia akan mengatakan pasa saat yang tepat.
“ tapi....” ucap nissa terhenti karna ina memegang tangannya dan mengedipkan sebelah mata memberi isyarat.
“oke, jika itu benar maka membuat kami lega” sahut inayah dengan senyum pada azzahra.
__ADS_1
‘aku yakin pasti kamu menyembunyikan sesuatu azzahra itu terlihat benar di matamu, tetapi kali ini kau belum siap menceritakan pada kami, kami akan tunggu saat kau siap mengatakannya' batin inayah.
Dan kemudian azzahra izin ke toilet,dan nissa pun langsung melotot menatap ku.
“ kenapa menghentikan aku untuk bertanya padanya” sahut nissa dengan nada keselnya itu.
“apakah kau tak kasian padanya, jika pertanyaanmu membuatnya sedih apakah kau tak merasa sedih, pasti dia akan cerita kekita tapi setelah ia siap, untuk kali ini dia belum siap dan kita sebagai sahabatnya hanya bisa menghiburnya jangan kau tambahi dengan pertanyaanmu yang membuat ia bersedih” sahut inayah dengan menatap nissa.
“maafka aku, itu semua karena aku peduli padanya, sehingga aku melupakan kesedihan yang azzahra rasa”ucap nissa lembut pada inayah.
“aku tau maksutmu, aku pun sama peduli padanya juga, tapi kita harus memikirkan kesedihannya juga, tugas kita ialah membuatnya melupakan sejenak kesedihannya dan bisa kembali tersenyum dan ceria seperti biasa, oke..” sahut inayah dengan yakin dan menatap nissa.
“ oke, setuju serahkan tugas itu padaku” sahut nissa tersenyum dan meyakinkan.
Apa yang akan sahabat-sahabat nya lakukan untuk membuat azzahra tersenyum kembali tunggu episode selanjutnya...
Note: mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. selamat membaca, jangan lupa vote, like dan komennya😊 terimakasih
__ADS_1